Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label UIN Malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UIN Malang. Tampilkan semua postingan

Kalender Layanan Online Semester Genap Tahun Akademik 2015/2016

Logo_UIN_Maulana_Malik_Ibrahim_Malang

PENGUMUMAN Nomor : Un.03/KM.00.3/5698/2015 tentang Jadwal Kegiatan Layanan Online Semester Genap 2015/2016 dapat didownload

Google Drive (Login ke Google Drive) : DISINI
Alternatif (Tanpa Harus Login ke Google Drive) : DISINI

Pemberitahuan Tentang UAS Semester Ganjil Tahun Akademik 2015/2016

Google Drive (Login ke Google Drive) : DISINI
Alternatif (Tanpa Harus Login ke Google Drive) : DISINI

1 komentar

Perpustakaan UIN Maliki Launching Tiga Sistem Unggulan

libcat-dab-unicat

Pustakawan perpustakaan UIN Maliki Malang mengoptimalkan pelayanan serta manajemen.

Dengan sistem pengelolaan yang terintegrasi atau Integrated Library Management System telah diterapkan Library Catalog (Libcat), Union Catalog (Unicat), dan SMS Reminder. Ketiga sistem layanan tersebut disosialisasikan dalam workshop Pengembangan Teknologi dan Informasi Perpustakaan, Kamis(3/9).

Wakil Kepala Perpustakaan UIN Maliki Malang, Mufid meyakinkan bahwa semua sistem layanan tersebut akan  memudahkan mahasiswa dalam mengakses semua informasi perpustakaan. Melalui sistem Libcat, mahasiswa dapat mengetahui semua jenis buku yang tersedia di perpustakaan.

“Tanpa harus ke perpustakaan, semua informasi terkait jumlah pinjaman buku, masa peminjaman, denda buku, dan sejarah peminjaman bisa diketahui melalui internet,” terang alumni Universitas Indonesia tersebut.

Lebih dari itu, lanjut Mufid, dengan sistem Unicat(catalog induk) semua informasi buku di perpustakaan fakultas maupun pasca sarjana bisa didapat dengan mudah. “Katalog Induk tersebut menjadi pintu utama dalam proses akses setiap buku di semua perpustakaan kampus ini,” tegasnya.

Masih dalam rangka mempermudah akses informasi perpustakaan, Mufid juga mengenalkan sistem layanan SMS Reminder. Layanan SMS tersebut akan memberikan informasi kilat terkait status keanggotaan, jumlah peminjaman buku, masa peminjaman, dan jumlah denda buku melalui SMS.  “Semoga pemanfaatan sistem layanan Libcat, Unicat, dan SMS Reminder bisa dimaksimalkan oleh mahasiswa,” harapnya.

Di akhir, Mufid mengatakan agar mahasiswa melakukan registrasi keanggotaan ke perpustakaan pusat terlebih dahulu. Setelah terdaftar, pemustaka bisa mengakses informasi di website libcat.uin-malang.ac.id dan unicat.uin-malang.ac.id. “Cukup datang ke perpustakaan pusat, staf perpustakaan akan melayani proses registrasi dengan baik,” pungkasnya.

sumber : http://uin-malang.ac.id

1 komentar

Humaniora Semakin Optimis Buka Jurusan Televisi dan Film

humaniora

Keinginan Humaniora untuk mendirikan Jurusan Televisi dan Film semakin optimis. Kemarin (26/8) sebanyak sepuluh orang dari para pejabat, dosen dan karyawan Humaniora melakukan studi banding di Program Studi Televisi dan Film (PSTF) Fakultas Sastra Universitas Jember (Unej). Para pejabat Fakultas Sastra Unej pun sangat welcome dengan kedatangan tamu dari UIN Maliki ini.

Istiadah, Dekan Fakultas Humaniora mengantakan ingin belajar kepada Unej yang telah berhasil mendirikan Prodi Televisi dan Film. “Kita ingin meniru Unej, sebab kita saat ini ibarat anak baru gede (ABG) yang lagi semangat untuk mendirikan jurusan/prodi ini, meskipun saya agak ‘ngeri’ bila mendirikannya” ujar ibu lulusan perguruan tinggi di Autralia ini.

Pantas saja Istiadah mengatakan ‘ngeri’, pasalnya mendirikan jurusan tersebut membutuhkan dana yang besar terutama untuk peralatannnya. Seperti yang dikatakan Syamsul mantan Dekan Fakultas Sastra, bukan hanya alatnya yang mahal, tetapi juga perijinannya yang lama juga. “Tidak cukup 3 sampai 5 bulan, tapi bisa 4 tahun untuk mendapatkan Surat Keputusan Pendirian Prodi Televisi dan Film,”tegasnya.

Sebab, tambahnya, banyak syarat yang harus dipenuhi, seperti tenaga pengajar yang ahli dibidangnya dan harus dari Magister. “Itu yang problem yang terberat harus kita penuhi seperti yang diatur oleh Kemenristek,”ujarnya.

“Lantas bagaimana Unej bisa melaluinya?” tanya Muzakki, Wakil Dekan II Humaniora kepada Lilik Slamet. Lilikpun langsung tidak menjawabnya, namun menyerahkan kepada Dwi Haryanto Kepala Lab. Peralatan Prodi STF untuk menjawabnya. “Dalam syarat pengajuan proposal yang paling penting adalah outputnya (capaian), mau dibawa ke mana, untuk apa hasilnya pendirian prodi tersebut”, terang Dwi. Jadi ruang studio praktek , tambahnya , memang harus tersedia, namun output itulah yang lebih diutamakan.

Oleh karena itu kata Istiadah dengan optimis, studi banding ke Unej bisa jadi pintu pembuka untuk kerja sama lebih lanjut. Pasalnya Unej termasuk yang gigih untuk memperjuangkan pendirian jurusan tersebut.

Bahkan, sebagaimana keterangan dari Kaprodinya, A Lilik Slamet, prodinya telah memenangkan banyak festival, seperti film IRIS yang menjadi film favorit dalam Temu Karya Mahasiswa TV dan Film se-Indonesia. Oleh karena itu Prodi ini tambahnya, telah mengalahkan popularitas Fakultas Kedokteran i Unej yang awalnya jadi favorit para mahasiswa. Senada juga dilontarkan Syamsul, menurutnya prodi ini diluar prediksi, meskipun membutuhkan peralatan yang mahal, tapi ternyata mahasiswa sudah memiliki alat-alat sendiri.

Lebih-lebih dalam dua tahun ini, kata Albert Tallapessy Pembantu Dekan 1 Fakultas Sastra, mahasiswa yang masuk di Prodi ini adalah 1 ; 42. “Jadi luar biasa minat mahasiswa, saya sendiri tidak tahu apa yang jadi daya tarik prodi ini sejak dibentuk 2010 silam,” ujarnya. Sampai saat ini, sambung beliau, mahasiswanya mencapai 328 dan 10 tenaga pengajar.

sumber : http://uin-malang.ac.id

1 komentar

OPAK FE dihadiri Dirjen Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyakat Desa (PPMD)

opak-ekonomi

Untuk membuka wacana akademik dan memberikan inspirasi bagi mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan panitia OPAK menghadirkan nara sumber yang kompeten dan berbobot. Untuk pertama kalinya Orientasi Pengenalan Mahasiswa Baru (OPAK) Fakultas Ekonomi UIN Malang menghadirkan tokoh-tokoh nasional.

Dalam kegiatan yang mengusung jargon “membangun paradigma generasi ekonomi yang kritis, responsive, dan berjiwa nasionalis berlandaskan ulul albab, Fakultas Ekonomi dan panitia OPAK manghadirkan 2 (dua) narasumber yaitu Dirjen Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyakat Desa (PPMD), Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, yaitu Prof. Erani Yustika, SE, M.Sc, Ph.D. Selain sebagai Dirjen Prof. Erani juga sebagai salah satu dosen dan Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang, juga sebagai pakar ekonomi kelembagaan. Sementara itu Pemateri yang kedua adalah bapak H. Edy Rumpoko, selain sebagai pengusaha sekaligus sebagai Walikota Batu.

mengisi acara OPAK Fakultas Ekonomi.
Acara yang dikemas secara “talk show” ini adalah membedah buku karya Prof. Erani, tentang ekonomi kelembagaan terutama menyoroti masalah pembangunan pedesaan. Dalam acara yang dimoderatori oleh Dr. H. Achmad Sani, SE, M.Si, dimulia jam 12.30 sampai 14.00 Wib. Dalam pemaparannya Dirjen PPMD banyak berbicara bagaimana mewujudkan kedaulantan ekonomi Negara. Negara hadir untuk menjamin peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Masih menurut beliau untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi, maka konsep Nawa Cita Presiden Joko Widodo menjadi acuan dalam melandasi segala kebijakan pemerintah, termasuk kementerian Desa dan Pembangunan Daerah tertinggal Republik Indonesia. Pembangunan harus dimulai dari pesisir, pedesaan yang merupakan kantong-kantong ekonomi, dan penyumbag segala kebutuhan dasar (pangan) bagi masyarakat perkotaan. Karena itu pembangunan infrastruktur dan sarana irigasi menjadi bagian kebijakan prioritas dalam pembangunan ekonomi nasional mahzab Joko Widodo. Beliau juga menekankan perlunya para mahasiswa untuk ikut membangun desanya masing-masing setelah kelak menjadi sarjana, agar tidak banyak menumpuk di perkotaan. Sebagai “Agent of Change” pembangunan, maka seharusnya segala potensi, pemikiran dan pengalaman yang dimiliki mampu untuk membantu dan mewarnai pembangunan ekonomi di pedesaan. Dari desa swasembada pangan dan kedaulatan ekonomi dapat terwujud, dan dari desa pulalah juga krisis pangan, serta kehancuran ekonomi akan terjadi.

Sementara itu Walikota Batu, H. Edy Rumpoko, memaparkan bagaimana kepemimpinan beliau selama lebih dari 9 tahun memimpin Kota Batu. Dalam masa kepemimpinanya Kota Batu yang semula hanya bagian kecamatan dari Kabupaten Malang, yang hanya seluas Kota Malang, telah disulap menjadi salah satu Kota tujuan wisata terbaik di Indonesia. Dalam pemaparanya selama tahun 2014, kunjungan wisatawan ke kota batu mencapai 3,5 juta lebih, naik signifikan dari tahun 2013 yang hanya sejumlah 3,1 juta. Kenaikan ini menjadikan kota batu sebagai salah satu ikon kota pariwisata yang paling diminati dan menjadi daerah destinasi tujuan utama pariwisata di Indonesia.

Dalam pemaparanya lebih lanjut pria yang dikenal sebagai pendiri klub sepakbola Arema ini juga memberikan anjuran, bahwa seoran pemimpin itu harus tahu betul bagimana kondisi sosial, ekonomi masyakatnya. Pemimpin itu jangan hanya duduk di kursi empuk menikmati kursinya, dan hanya menunggu laporan dari para stafnya. Akan tetapi harus ikut terjun langsung melihat kondisi masyarakat, kalau perlu tidur di rumah warga yang terpencil. Pemimpin juga harus berani membuat kebijakan yang pro rakyat, dan cepat merespon dan memberikan solusi yang terbaik demi mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan merata bagi masyarakat banyak.

Dekan Fakultas Ekonomi UIN Malang, Dr. H. Salim Al Idrus, MM, M.Ag, merasa senang menerima kedatangan tamu-tamu “istimewa”, karena baru pertama kali ini OPAK Fakultas Ekonomi menghadirkan narasumber yang “istimewa”, yaitu Dirjen Kementrian Desa dan Walikota Batu. Harapan beliau ini adalah modal utama untuk membuka jalinan kerjasama yang lebih luas, terutama antara Kementerian Desa RI dengan Fakultas Ekonomi UIN Malang. Dengan digulirnya anggaran per desa tahun 2015, yang mencapai 1 Milyar lebih perdesa, maka tidak mudah bagi aparat desa untuk mengelola keuangan tersebut. Maka peran perguruan tinggi khususnya Fakultas Ekonomi UIN Malang, sangatlah diperlukan untuk mendampingi dan melatih aparat desa dalam pengelolaan anggaran keuangan yang akuntable dan transparan sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan daerah yang baik.

Hal senada juga dikatakan oleh Dr. H. Achmad Sani, SE, M.si yang juga sebagai Wakil Dekan III, bahwa Fakultas Ekonomi telah mempunyai pengalaman dalam pendampingan masyarakat terutama dalam pengelolaan keuangan daerah. Apalagi kita juga mempunyai Jurusan Akuntansi, yang digawangi oleh dosen-dosen kompeten dalam pengelolaan keuangan daerah. Bahkan beberapa dosen telah menjadi nara sumber dan trainer dalam pengelolaan keuangan yang tergabung dalam Ikatan Ahli Akuntansi (IAI). Harapan kedepan Fakultas Ekonomi UIN Malang dapat menangkap peluang bekerjasama dengan Kementrian Desa untuk ikut serta dalam program pendampingan Desa, terutama bagaimana melatih aparat desa untuk dapat mengelola dana desa beserta pelaporannya yang agar lebih transparan dan akuntable.

sumber : http://uin-malang.ac.id

1 komentar

World Pharmacist Day Perdana di UIN Maliki

farmasiday

Tahun lalu (26/11) Jurusan Farmasi UIN Malang resmi menjadi anggota Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) wilayah Jatim Bali. Hal itu disimbolkan dengan disematkannya lencana keanggotaan ISMAFARSI pada perwakilan Kampus Hijau, Neneng Fadiah Idzni, pada Latihan Kepemimpinan dan Menejemen Mahasiswa Farmasi tingkat 2 (LKMMF 2) di Universitas Airlangga. Tahun ini, Jurusan Farmasi diamanahkan untuk mengadakan acara tahunan World Pharmacist Day (WPD) yang akan dilaksanakan pada (19-20/9) mendatang.

Event perdana jurusan yang telah berdiri tiga tahun ini berisi Seminar dan Konsultasi Informasi Obat (KIO). Seminar mengusung tema Pharmacy is not About Drug. Menurut Ketua Pelaksana, Ratih Hefia, tema ini menguak sisi lain dari seorang farmasis bahwa mereka tak selalu berhubungan dengan obat dan resep. “Seorang farmasis tidak hanya suatu profesi yang terjun pada produksi obat-obatan saja melainkan mereka juga bisa memberikan penyuluhan, bekerja di dinas kesehatan, konsultan kesehatan, bahkan pengusaha dan pebisnis di bidang kesehatan dengan lisensi resmi,” tambahnya.

Seminar yang rencananya akan dilaksanakan di Rektorat Lt.5 menghadirkan Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Dra. Arofa Idha, Apt. M.FarmKlin, dan Asisten Administrasi Sekda Kabupaten Malang, Dra. Mursyidah, Apt. M.Kes.

Selain itu, Ratih melanjutkan, kegiatan lainnya akan dilaksanakan di Car Free Day (CFD) untuk memberikan penyuluhan dan informasi kepada masyarakat mengenai cara penggunaan vitamin. Ia berharap masyarakat mengerti dan memahami cara penggunaan kedua obat itu, efek sampingnya bagi tubuh, kontraindikasi, dan jenis-jenis lain dari vitamin.

Sehingga, masih kata Ratih, masyarakat bisa melakukan pengobatan sendiri yang berpedoman pada 5 tepat. “Yaitu tepat obat, tepat dosis, tepat bahan sediaan obat, tepat cara dan waktu pemberian obat, serta tepat penderita,” jelas mahasiswa angkatan pertama Jurusan Farmasi ini.

Kegiatan ini akan dihadiri oleh mahasiswa Farmasi seluruh Indonesia khususnya universitas yang tergabung dalam ISMAFARSI Jatim Bali rayon Malang. Selain itu, Badan Pengurus Harian (BPH) dan Staf Ahli ISMAFARSI Jatim Bali turut meramaikan dan mendukung terlaksananya kegiatan tahunan ini.

sumber : http://uin-malang.ac.id

1 komentar
 
Support : Aditya Nusantara | Berita Terbaru | Berita Kampus
Copyright © 2014. IMAKA MALANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger