Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Perpustakaan UIN Maliki Launching Tiga Sistem Unggulan

libcat-dab-unicat

Pustakawan perpustakaan UIN Maliki Malang mengoptimalkan pelayanan serta manajemen.

Dengan sistem pengelolaan yang terintegrasi atau Integrated Library Management System telah diterapkan Library Catalog (Libcat), Union Catalog (Unicat), dan SMS Reminder. Ketiga sistem layanan tersebut disosialisasikan dalam workshop Pengembangan Teknologi dan Informasi Perpustakaan, Kamis(3/9).

Wakil Kepala Perpustakaan UIN Maliki Malang, Mufid meyakinkan bahwa semua sistem layanan tersebut akan  memudahkan mahasiswa dalam mengakses semua informasi perpustakaan. Melalui sistem Libcat, mahasiswa dapat mengetahui semua jenis buku yang tersedia di perpustakaan.

“Tanpa harus ke perpustakaan, semua informasi terkait jumlah pinjaman buku, masa peminjaman, denda buku, dan sejarah peminjaman bisa diketahui melalui internet,” terang alumni Universitas Indonesia tersebut.

Lebih dari itu, lanjut Mufid, dengan sistem Unicat(catalog induk) semua informasi buku di perpustakaan fakultas maupun pasca sarjana bisa didapat dengan mudah. “Katalog Induk tersebut menjadi pintu utama dalam proses akses setiap buku di semua perpustakaan kampus ini,” tegasnya.

Masih dalam rangka mempermudah akses informasi perpustakaan, Mufid juga mengenalkan sistem layanan SMS Reminder. Layanan SMS tersebut akan memberikan informasi kilat terkait status keanggotaan, jumlah peminjaman buku, masa peminjaman, dan jumlah denda buku melalui SMS.  “Semoga pemanfaatan sistem layanan Libcat, Unicat, dan SMS Reminder bisa dimaksimalkan oleh mahasiswa,” harapnya.

Di akhir, Mufid mengatakan agar mahasiswa melakukan registrasi keanggotaan ke perpustakaan pusat terlebih dahulu. Setelah terdaftar, pemustaka bisa mengakses informasi di website libcat.uin-malang.ac.id dan unicat.uin-malang.ac.id. “Cukup datang ke perpustakaan pusat, staf perpustakaan akan melayani proses registrasi dengan baik,” pungkasnya.

sumber : http://uin-malang.ac.id

1 komentar

Humaniora Semakin Optimis Buka Jurusan Televisi dan Film

humaniora

Keinginan Humaniora untuk mendirikan Jurusan Televisi dan Film semakin optimis. Kemarin (26/8) sebanyak sepuluh orang dari para pejabat, dosen dan karyawan Humaniora melakukan studi banding di Program Studi Televisi dan Film (PSTF) Fakultas Sastra Universitas Jember (Unej). Para pejabat Fakultas Sastra Unej pun sangat welcome dengan kedatangan tamu dari UIN Maliki ini.

Istiadah, Dekan Fakultas Humaniora mengantakan ingin belajar kepada Unej yang telah berhasil mendirikan Prodi Televisi dan Film. “Kita ingin meniru Unej, sebab kita saat ini ibarat anak baru gede (ABG) yang lagi semangat untuk mendirikan jurusan/prodi ini, meskipun saya agak ‘ngeri’ bila mendirikannya” ujar ibu lulusan perguruan tinggi di Autralia ini.

Pantas saja Istiadah mengatakan ‘ngeri’, pasalnya mendirikan jurusan tersebut membutuhkan dana yang besar terutama untuk peralatannnya. Seperti yang dikatakan Syamsul mantan Dekan Fakultas Sastra, bukan hanya alatnya yang mahal, tetapi juga perijinannya yang lama juga. “Tidak cukup 3 sampai 5 bulan, tapi bisa 4 tahun untuk mendapatkan Surat Keputusan Pendirian Prodi Televisi dan Film,”tegasnya.

Sebab, tambahnya, banyak syarat yang harus dipenuhi, seperti tenaga pengajar yang ahli dibidangnya dan harus dari Magister. “Itu yang problem yang terberat harus kita penuhi seperti yang diatur oleh Kemenristek,”ujarnya.

“Lantas bagaimana Unej bisa melaluinya?” tanya Muzakki, Wakil Dekan II Humaniora kepada Lilik Slamet. Lilikpun langsung tidak menjawabnya, namun menyerahkan kepada Dwi Haryanto Kepala Lab. Peralatan Prodi STF untuk menjawabnya. “Dalam syarat pengajuan proposal yang paling penting adalah outputnya (capaian), mau dibawa ke mana, untuk apa hasilnya pendirian prodi tersebut”, terang Dwi. Jadi ruang studio praktek , tambahnya , memang harus tersedia, namun output itulah yang lebih diutamakan.

Oleh karena itu kata Istiadah dengan optimis, studi banding ke Unej bisa jadi pintu pembuka untuk kerja sama lebih lanjut. Pasalnya Unej termasuk yang gigih untuk memperjuangkan pendirian jurusan tersebut.

Bahkan, sebagaimana keterangan dari Kaprodinya, A Lilik Slamet, prodinya telah memenangkan banyak festival, seperti film IRIS yang menjadi film favorit dalam Temu Karya Mahasiswa TV dan Film se-Indonesia. Oleh karena itu Prodi ini tambahnya, telah mengalahkan popularitas Fakultas Kedokteran i Unej yang awalnya jadi favorit para mahasiswa. Senada juga dilontarkan Syamsul, menurutnya prodi ini diluar prediksi, meskipun membutuhkan peralatan yang mahal, tapi ternyata mahasiswa sudah memiliki alat-alat sendiri.

Lebih-lebih dalam dua tahun ini, kata Albert Tallapessy Pembantu Dekan 1 Fakultas Sastra, mahasiswa yang masuk di Prodi ini adalah 1 ; 42. “Jadi luar biasa minat mahasiswa, saya sendiri tidak tahu apa yang jadi daya tarik prodi ini sejak dibentuk 2010 silam,” ujarnya. Sampai saat ini, sambung beliau, mahasiswanya mencapai 328 dan 10 tenaga pengajar.

sumber : http://uin-malang.ac.id

1 komentar

OPAK FE dihadiri Dirjen Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyakat Desa (PPMD)

opak-ekonomi

Untuk membuka wacana akademik dan memberikan inspirasi bagi mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan panitia OPAK menghadirkan nara sumber yang kompeten dan berbobot. Untuk pertama kalinya Orientasi Pengenalan Mahasiswa Baru (OPAK) Fakultas Ekonomi UIN Malang menghadirkan tokoh-tokoh nasional.

Dalam kegiatan yang mengusung jargon “membangun paradigma generasi ekonomi yang kritis, responsive, dan berjiwa nasionalis berlandaskan ulul albab, Fakultas Ekonomi dan panitia OPAK manghadirkan 2 (dua) narasumber yaitu Dirjen Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyakat Desa (PPMD), Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, yaitu Prof. Erani Yustika, SE, M.Sc, Ph.D. Selain sebagai Dirjen Prof. Erani juga sebagai salah satu dosen dan Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang, juga sebagai pakar ekonomi kelembagaan. Sementara itu Pemateri yang kedua adalah bapak H. Edy Rumpoko, selain sebagai pengusaha sekaligus sebagai Walikota Batu.

mengisi acara OPAK Fakultas Ekonomi.
Acara yang dikemas secara “talk show” ini adalah membedah buku karya Prof. Erani, tentang ekonomi kelembagaan terutama menyoroti masalah pembangunan pedesaan. Dalam acara yang dimoderatori oleh Dr. H. Achmad Sani, SE, M.Si, dimulia jam 12.30 sampai 14.00 Wib. Dalam pemaparannya Dirjen PPMD banyak berbicara bagaimana mewujudkan kedaulantan ekonomi Negara. Negara hadir untuk menjamin peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Masih menurut beliau untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi, maka konsep Nawa Cita Presiden Joko Widodo menjadi acuan dalam melandasi segala kebijakan pemerintah, termasuk kementerian Desa dan Pembangunan Daerah tertinggal Republik Indonesia. Pembangunan harus dimulai dari pesisir, pedesaan yang merupakan kantong-kantong ekonomi, dan penyumbag segala kebutuhan dasar (pangan) bagi masyarakat perkotaan. Karena itu pembangunan infrastruktur dan sarana irigasi menjadi bagian kebijakan prioritas dalam pembangunan ekonomi nasional mahzab Joko Widodo. Beliau juga menekankan perlunya para mahasiswa untuk ikut membangun desanya masing-masing setelah kelak menjadi sarjana, agar tidak banyak menumpuk di perkotaan. Sebagai “Agent of Change” pembangunan, maka seharusnya segala potensi, pemikiran dan pengalaman yang dimiliki mampu untuk membantu dan mewarnai pembangunan ekonomi di pedesaan. Dari desa swasembada pangan dan kedaulatan ekonomi dapat terwujud, dan dari desa pulalah juga krisis pangan, serta kehancuran ekonomi akan terjadi.

Sementara itu Walikota Batu, H. Edy Rumpoko, memaparkan bagaimana kepemimpinan beliau selama lebih dari 9 tahun memimpin Kota Batu. Dalam masa kepemimpinanya Kota Batu yang semula hanya bagian kecamatan dari Kabupaten Malang, yang hanya seluas Kota Malang, telah disulap menjadi salah satu Kota tujuan wisata terbaik di Indonesia. Dalam pemaparanya selama tahun 2014, kunjungan wisatawan ke kota batu mencapai 3,5 juta lebih, naik signifikan dari tahun 2013 yang hanya sejumlah 3,1 juta. Kenaikan ini menjadikan kota batu sebagai salah satu ikon kota pariwisata yang paling diminati dan menjadi daerah destinasi tujuan utama pariwisata di Indonesia.

Dalam pemaparanya lebih lanjut pria yang dikenal sebagai pendiri klub sepakbola Arema ini juga memberikan anjuran, bahwa seoran pemimpin itu harus tahu betul bagimana kondisi sosial, ekonomi masyakatnya. Pemimpin itu jangan hanya duduk di kursi empuk menikmati kursinya, dan hanya menunggu laporan dari para stafnya. Akan tetapi harus ikut terjun langsung melihat kondisi masyarakat, kalau perlu tidur di rumah warga yang terpencil. Pemimpin juga harus berani membuat kebijakan yang pro rakyat, dan cepat merespon dan memberikan solusi yang terbaik demi mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan merata bagi masyarakat banyak.

Dekan Fakultas Ekonomi UIN Malang, Dr. H. Salim Al Idrus, MM, M.Ag, merasa senang menerima kedatangan tamu-tamu “istimewa”, karena baru pertama kali ini OPAK Fakultas Ekonomi menghadirkan narasumber yang “istimewa”, yaitu Dirjen Kementrian Desa dan Walikota Batu. Harapan beliau ini adalah modal utama untuk membuka jalinan kerjasama yang lebih luas, terutama antara Kementerian Desa RI dengan Fakultas Ekonomi UIN Malang. Dengan digulirnya anggaran per desa tahun 2015, yang mencapai 1 Milyar lebih perdesa, maka tidak mudah bagi aparat desa untuk mengelola keuangan tersebut. Maka peran perguruan tinggi khususnya Fakultas Ekonomi UIN Malang, sangatlah diperlukan untuk mendampingi dan melatih aparat desa dalam pengelolaan anggaran keuangan yang akuntable dan transparan sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan daerah yang baik.

Hal senada juga dikatakan oleh Dr. H. Achmad Sani, SE, M.si yang juga sebagai Wakil Dekan III, bahwa Fakultas Ekonomi telah mempunyai pengalaman dalam pendampingan masyarakat terutama dalam pengelolaan keuangan daerah. Apalagi kita juga mempunyai Jurusan Akuntansi, yang digawangi oleh dosen-dosen kompeten dalam pengelolaan keuangan daerah. Bahkan beberapa dosen telah menjadi nara sumber dan trainer dalam pengelolaan keuangan yang tergabung dalam Ikatan Ahli Akuntansi (IAI). Harapan kedepan Fakultas Ekonomi UIN Malang dapat menangkap peluang bekerjasama dengan Kementrian Desa untuk ikut serta dalam program pendampingan Desa, terutama bagaimana melatih aparat desa untuk dapat mengelola dana desa beserta pelaporannya yang agar lebih transparan dan akuntable.

sumber : http://uin-malang.ac.id

1 komentar

World Pharmacist Day Perdana di UIN Maliki

farmasiday

Tahun lalu (26/11) Jurusan Farmasi UIN Malang resmi menjadi anggota Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) wilayah Jatim Bali. Hal itu disimbolkan dengan disematkannya lencana keanggotaan ISMAFARSI pada perwakilan Kampus Hijau, Neneng Fadiah Idzni, pada Latihan Kepemimpinan dan Menejemen Mahasiswa Farmasi tingkat 2 (LKMMF 2) di Universitas Airlangga. Tahun ini, Jurusan Farmasi diamanahkan untuk mengadakan acara tahunan World Pharmacist Day (WPD) yang akan dilaksanakan pada (19-20/9) mendatang.

Event perdana jurusan yang telah berdiri tiga tahun ini berisi Seminar dan Konsultasi Informasi Obat (KIO). Seminar mengusung tema Pharmacy is not About Drug. Menurut Ketua Pelaksana, Ratih Hefia, tema ini menguak sisi lain dari seorang farmasis bahwa mereka tak selalu berhubungan dengan obat dan resep. “Seorang farmasis tidak hanya suatu profesi yang terjun pada produksi obat-obatan saja melainkan mereka juga bisa memberikan penyuluhan, bekerja di dinas kesehatan, konsultan kesehatan, bahkan pengusaha dan pebisnis di bidang kesehatan dengan lisensi resmi,” tambahnya.

Seminar yang rencananya akan dilaksanakan di Rektorat Lt.5 menghadirkan Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Dra. Arofa Idha, Apt. M.FarmKlin, dan Asisten Administrasi Sekda Kabupaten Malang, Dra. Mursyidah, Apt. M.Kes.

Selain itu, Ratih melanjutkan, kegiatan lainnya akan dilaksanakan di Car Free Day (CFD) untuk memberikan penyuluhan dan informasi kepada masyarakat mengenai cara penggunaan vitamin. Ia berharap masyarakat mengerti dan memahami cara penggunaan kedua obat itu, efek sampingnya bagi tubuh, kontraindikasi, dan jenis-jenis lain dari vitamin.

Sehingga, masih kata Ratih, masyarakat bisa melakukan pengobatan sendiri yang berpedoman pada 5 tepat. “Yaitu tepat obat, tepat dosis, tepat bahan sediaan obat, tepat cara dan waktu pemberian obat, serta tepat penderita,” jelas mahasiswa angkatan pertama Jurusan Farmasi ini.

Kegiatan ini akan dihadiri oleh mahasiswa Farmasi seluruh Indonesia khususnya universitas yang tergabung dalam ISMAFARSI Jatim Bali rayon Malang. Selain itu, Badan Pengurus Harian (BPH) dan Staf Ahli ISMAFARSI Jatim Bali turut meramaikan dan mendukung terlaksananya kegiatan tahunan ini.

sumber : http://uin-malang.ac.id

1 komentar

Rektor UIN Malang Kenalkan Kampus III Saat Temu Wali

temu-wali

Telah menjadi tradisi bahwa di setiap penerimaan mahasiswa baru, UIN Maliki Malang selalu mengadakan agenda temu wali mahasiswa.

Agenda yang selalu disandingkan dengan Wisuda Tahfiz al Quran tersebut digelar di gedung Sport Center, Sabtu (29/8). Acara tersebut dihadiri lebih dari tiga ribu wali mahasiswa baru. Para dekan dari semua fakultas juga turut hadir di kursi terdepan.

Tidak hanya sebagai agenda penyambung silaturahmi, dalam agenda tersebut rektor dan mudir mahad juga mengenalkan kampus UIN Malang beserta program-programnya. Dalam sambutan pertama, Isroqunnajah sebagi mudir mahad menyampaikan bahwa belajar Bahasa Arab di sekolah atau madrasah dirasa belum cukup memuaskan. Oleh sebab itu, pengelola kampus memformat siapapun yang belajar di kampus ini wajib mendapat pembelajaran intensif Bahasa Arab yakni PPBA.

“80 mahasiswa baru di tahun pertama ketika diadakannya program intensif Bahasa Arab, ternyata mampu menjawab soal-soal pascasarjana pada waktu itu,” ucap Isroqunnajah.

Disamping itu, ia juga memperkenalkan mahad yang telah berdiri di kampus tersebut. Ia menyampaikan bahwa terdapat 12 kiai dan dosen yang juga tinggal di lingkungan mahad dan siap untuk mendidik dan membimbing para mahasiswa selama 24 jam.

Dalam sambutan Rektor, Mudjia Raharjo memperkenalkan UIN Maliki Malang sebagai World Class University kepada para wali mahasiswa. Hal ini dikarenakan banyak dari mahasiswa UIN Malang berasal dari luar negeri, serta banyak mendatangkan dosen dari luar negeri. Banyaknya kegiatan internasional, memiliki kerjasama dengan banyak negara, dan terakreditasi internasional juga menjadi bagian tang penting. Prof Mudji juga menyampaikan bahwa UIN Malang adalah salah satu kampus terbaik di Indonesia karena prestasinya.

“Kampus UIN Malang termasuk 21 universitas terbaik di Indonesia dan berada di posisi ke-empat sebagai universitas terbaik di jawa timur berdasarkan data dari pemerintah,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, orang nomor wahid di UIN Malang tersebut juga turut memperkenalkan kampus II dan kampus III UIN Malang yang saat ini dalam proses pembangunan. “Jika anda melihat kampus III dari atas pesawat maka akan terbaca lafal basmalah,” jelasnya bangga.

“Saat saya ditanya oleh Pak Menteri mengapa kampus III didesain seperti itu, karena saya berharap agar setiap orang yang belajar, bekerja, dan berkunjung seperti halnya temu wali kali ini, mendapat naungan dari ayat-ayat Allah,” paparnya.

Dalam sambutan wali mahasiswa yang diwakili oleh Nur Akhid yang juga merupakan salah satu direktur pasca sarjana di salah satu universitas di Indonesia, ia menyampaikan bahwa menyekolahkan putra putrinya di kampus ini bukanlah pilihan yang salah, karena kampus ini memiliki banyak ulama yang siap mendidik putra putri mereka menjadi ulama dan intelek yang profesional. Di samping itu juga karena kampus ini adalah salah satu kampus terbaik di Indonesia.

sumber : http://uin-malang.ac.id

1 komentar

UIN Maliki Bangun 50 Ruang Kuliah

peletakan-batu-oleh-sekjen

Upaya UIN Maliki menambah sarana dan prasarananya untuk menunjang proses akademik di perguruan tinggi ber logo Ulul Albab ini terus dilakukan.

Salah satunya yaitu penambahan 50 ruang perkuliahan yang terletak di barat jalan gedung UIN Maliki tepatnya di jalan Sunan Muria. Pembangunan gedung perkuliahan yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Sekjen Kemenag RI Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si bersama Rektor UIN Maliki Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si, Wakil Rektor I Dr. H. Zainuddin, MA, serta para dekan dan tokoh masyarakat setempat (16/8).

Dalam kesempatan itu, Sekjen Kemenag Nur Syam berharap dengan adanya penambahan sarpras tersebut UIN Maliki bisa terus berkembang dan maju serta menelurkan bibit unggul demi kemajuan bangsa ini. Menurut mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya itu yang kini menjadi UIN Surabaya kondisi bangsa Indonesia tengah mengalami pelemahan rupiah, nilai dolar yang menembus angka 14.000 per 1 USD nya membuat pemerintah harus melakukan banyak terobosan dan penghematan anggaran. “Anggaran dalam kementerian saja dipangkas hingga 90 T begitu juga dalam sektor pendidikan dan yang lainnya,” tuturnya.

Meski anggaran dipangkas, masalah sarpras tidak boleh diabaikan begitu saja. Pasalnya, sarpras dalam perguruan tinggi sangatlah penting untuk menunjang kemajuan dan peningkatan mutu di perguruan tinggi. “Teriring doa semoga proses pembangunan 50 ruang kuliah ini dapat berjalan dengan lancar aman dan semua para pekerja selamat, serta mampu memberikan manfaat yang luas,” doanya.

Sementara itu, Rektor UIN Maliki meminta dukungan sepenuhnya kepada pemerintah untuk senantiasa mendukung program-program yang dicanangkan oleh UIN Maliki. Pasalnya, dari hasil data peminat calon mahasiswa baru tahun 2015 ini mengalami peningkatan derastis. “Selama ini pemerintah selalu berharap kepada UIN Maliki untuk menerima mahasiswa sebanyak mungkin. Akan tetapi kami masih terkendala persoalan kapasitas ma’had yang hanya mampu menampung 3500 mahasiswa saja,” ungkapnya.

Tahun 2015, kata Prof. Muji, jumlah peminat camaba mencapai puluhan ribu. Jurusan farmasi saja calon mahasiswa yang mau masuk ke UIN Maliki satu kursi direbutkan oleh 18 orang. “Itu artinya peminat farmasi di UIN Maliki sudah mencapai 1:18,” ungkapnya.

Meningkatnya peminat camaba untuk masuk ke UIN Maliki memang tidak sebanding dengan kapasitas yang dimiliki oleh UIN Maliki saat ini. Untuk itu, semoga pemerintah bisa membantu upaya UIN Maliki untuk melakukan pengembangan kampus III yang terletak di desa Precet, Junrejo Kota Batu. “Di atas lahan seluas 100 hektar tersebut yang 30 persen akan dibangun gedung fakultas ilmu kesehatan dan kedokteran,” paparnya.

Usai melakukan peletakan batu pertama sebagai simbolis, Sekjen Kemenag RI Nur Syam di daulat menjadi pembicara dalam kuliah umum di Gedung Sport Center UIN Maliki. sebanyak 3500 mahasiswa baru mengikuti kuliah umum tersebut hingga selesai.

sumber : http://uin-malang.ac.id

0 komentar

UIN Maliki Kibarkan Merah Putih di Mahameru

hut-ri-70

Nasionalisme pada negara adalah hal yang lazim, namun cara mengungkapkkannya berbeda-beda. Seperti yang terjadi di kalangan para pendaki gunung. Kemarin pada tanggal 17 Agustus 2015 ratusan, bahkan ribuaan pendaki Gunung Semeru merayakan HUT ke-70 Kemerdekaan RI di puncak Mahameru (3.676 mdpl).

Meski hal itu urung dilakukan, karena larangan dari Pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) untuk naik ke Mahameru dengan alasan gunung semeru masih dalam status waspada II (level II). Wal hasil seluruh pendaki terpaksa merayakannya dengan pengibaran sang saka Merah Putih di kaki Gunung Semeru alias di Pos Kalimati yang berada 2700 meter dari permukaan laut (mdpl). Kalimati adalah areal camp yang hanya berjarak 2,7 km ari puncak Mahameru atau enam jam perjalanan sampai ke puncak.

Tak terkecuali tim UIN Maliki Malang yang berjumlah dua puluh (20) orang yang terdiri dari dosen, karyawan, dan mahasiswa melakukan ekpedisi Semeru untuk merayakanan HUT ke-70 Kemerdekaan RI di Kalimati.

Awalnya niat tim UIN Maliki tetap bersikukuh untuk naik ke puncak Mahameru pada pukul 01.00 pagi. Namun saat akan naik, pihak relawan dari TNBTS, menyarankan untuk tidak melanjutkan niat tersebut. Pasalnya pihak pihak TNBTS tidak bertanggungjawab bila terjadi hal-hal yang membahayakan nyawa pendaki.

Sebagaiama info lima hari sebelumnya, Gunung Semeru ditutup total untuk proses pencarian korban yang meninggal di puncak Mahameru. Sebab ada pendaki asal Universitas Pasundan, Dania Agustina Rahman (19) meninggal dunia di puncak Mahameru akibat tertimpa bongkahan batu.

“Jadi kami tidak mengijinkan semua pendaki untuk naik di puncak Mahameru”, tegas Saver, istilah relawan yang ikut menjaga Gunung Semeru. Tim UIN Maliki pun tak kecewa, tetap bersemangat, meski harus merayakan penghormatan ke Sang Merah Putih di Kalimati. Pasalnya perjuangan menuju Kalimati juga tidaklah mudah.

Untuk bisa tiba di Kalimati, Tim UIN Maliki harus berjalan melewati perjalanan sejauh 15 km, serta medan yang berkelok-kelok, naik-turun. Tapi semuanya terbayarkan dengan panorama yang sangat elok dikaki gunung semeru, apalagi melihat keindahan Danau Ranu Kumbolo yang sangat eksotis. “Saya sangat bersemangat untuk sampai ke puncak Mahameru, apalagi momennya tepat pada HUT ke-70 Kemerdekaan RI,” ujar Ria Anisatus Sholihah, salah satu karyawan Fakultas Syaria’ah yang sudah ketiga kalinya ke Gunung Semeru.

Menurut Sugeng Listyo Prabowo, wakil rektor II, ide ekspesdisi ke Gunung Semeru muncul usai membaca salah sartu majalah yang ada di pesawat saat flying dari Jakarta-Malang.”Saya terinspirasi setelah membaca ulasan tentang traveling ke Gunung Semeru disalah satu media yang disediakan dikursi pesawat’’, ujarnya kepada Gema. Keesokan harinya dosen yang gemar gowes ini langsung berkoordinasi dengan Mapala Tursina untuk ekpedisi ke Gunung Semeru untuk memperingati HUT ke-70 di Puncak Mahameru.

Gayung pun bersambut, dan terkumpul dua puluh (20) orang yang siap berangkat mengikuti ekpedisi sejarah ini. ‘Wah ini tantangan baru, saya sudah siap mental dan fisik untuk sampai ke summit attact puncak Mahameru,”ujar Suyanto, salah satu karyawan UIN Malang yang hobby gowes ini.

sumber : http://uin-malang.ac.id/

1 komentar

Buku Terbitan UIN-Maliki Press Jadi Rujukan Pesantren

santri

UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus mendorong para dosen untuk selalu menghasilkan karya tulis.

Baik yang diterbitkan dalam bentuk buku maupun jurnal terakreditasi dan internasional. Untuk publikasi dalam bentuk buku, kampus yang memiliki jargon Ulul Albab ini telah memfasilitasi melalui Unit Penerbitan atau yang lebih sering dikenal dengan UIN-Maliki Press.

Buku-buku yang diterbitkan UIN-Maliki Press memiliki tema yang beragam, sesuai dengan disiplin keilmuan para dosen yang tersebar di berbagai fakultas/program studi yang ada di lingkungan UIN Malang. Tak heran jika, buku yang terbit banyak sekali ragam temanya, mulai dari tema pendidikan, sosial, humaniora, manajemen, bisnis, politik, psikologi, sains, teknik, hukum, sastra, filsafat, agama, seri integrasi, dan seterusnya.

Sementara, jika dilihat dari bahasa pengantarnya, UIN-Maliki Press berbeda dengan penerbit lain pada umumnya. Di penerbit ini (UIN-Maliki Press, red) buku yang diterbitkan tidak hanya buku yang berbahasa Indonesia saja, namun tidak sedikit buku yang diterbitkan versi bahasa asing, yakni bahasa Inggris dan bahasa Arab. “Penerbitan buku dalam versi bahasa asing ini merupakan salah satu ikhtiar dalam rangka mewujudkan impian UIN Malang sebagai kampus level internasional”, ujar Bahrun Amiq, Ketua Penerbitan.

Salah satu indikator keberhasilan dan kebanggaan dalam menerbitkan buku adalah dijadikannya buku terbitan sebagai referensi dalam kegiatan perkuliahan. Sebagaimana penuturan Lailul, bagian administrasi marketing, bahwa “banyak mahasiswa terutama mahasiswa UIN Malang yang telah menggunakan buku-buku terbitan UIN-Maliki Press dalam studinya”.

“Kami berharap, buku terbitan UIN-Maliki Press, tidak hanya menjadi referensi di kampus sendiri, tetapi bisa juga dijadikan rujukan di perguruan tinggi atau lembaga lain”, demikian harapan Lail.

Dari sekian buku, di anataranya yang sudah berhasil menjadi daya tarik lembaga luar adalah buku berjudul “Kaidah-kaidah Imla’: Teori dan Praktik”. Buku yang ditulis Ibu Makrifatul Munjiah, yang juga Dosen Bahasa Arab ini menjadi buku referensi wajib bagi santri di Pondok Pesantren Nurul Ulum Sukun Kota Malang. “Buku Imla’ terbitan UIN Malang ini digunakan para santri ketika belajar di Madrasah Diniyah”, jelas Zahroh, salah satu pengajar di Pesantren Nurul Ulum. “Buku ini sangat membantu para santri untuk belajar Imla’, karena ditulis dengan bahasa Indonesia dan sudah dilengkapi dengan teori, lalu ada contoh dan lembar untuk latihan yang bervariasi”, tambahnya.

Dalam pengantarnya, Makrifatul Munjiah, penulis buku ini, menegaskan bahwa penulisan buku Imla’ ini meggunakan bahasa Indonesia, karena selama ini, buku imla’ yang ada menggunakan pengantar bahasa Arab, yang hal ini tentu menyulitkan bagi mereka yang belum mengerti bahasa Arab. “Mengajar bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk membantu para guru, dalam buku ini dilengkapi dengan panduan­panduan bagi guru ketika melakukan kegiatan proses pembelajaran, baik sebelum menyampaikan materi, saat menyampaikan materi, maupun sesudah menyampaikan materi. Variasi  mengoreksi hasil latihan siswa juga diuraikan, agar guru memperoleh gambaran model­model mengoreksi se hingga guru dapat mengambil langkah yang tepat untuk mengoreksi hasil latihan siswa sesuai dengan kondisi siswa dan situasi kelas.”

Perlu diketahui, buku Kaidah-kaidah Imla’ ini pertama kali diterbitkan UIN-Maliki Press pada tahun 2008. Kemudian buku dengan tebal 172 halaman ini mengalami cetak ulang pada tahun 2012. Menurut penuturan Lail, bagian marketing, buku terbitan UIN-Maliki Press, selain Imla’, juga ada yang lain yang dijadikan referensi belajar para santri, seperti Al-Amtsilah Al-I’rabiyah, karangan Muashshomah, Dosen Bahasa Arab UIN Malang.

sumber : http://uin-malang.ac.id/r/150801/buku-terbitan-uin-maliki-press-jadi-rujukan-pesantren.html

0 komentar

Rumah Bibit Sentuh Daerah Plosok

bibit

Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang semakin berkiprah.

Dengan adanya Rumah Belajar  Itu Bebas Indah Tepat sasaran (Rumah Bibit). Yang dirintis sejak bulan Februari 2014 dan disahkan pada tangga l 8 Maret 2014. Rumah Bibit di sini adalah tempat belajar mengajar bagi anak-anak sekolah dasar dan mahasiswa prodi PGMI.

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia menemukan sebuah cinta. Sepenggal puisi karya Dorothy Law Nolte, menjadi inspirasi yang menggerakkan sekelompok mahasiswa PGMI FITK UIN Maliki Malangdi Dusun Picetan Desa Mblayu Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Alam desa yang asri di bawah kaki gunung Kawi inilah mereka mengajar kurang lebih 47 siswa Sekolah Dasar. Selama 2 jam, siswa belajar mengenai pelajaran yang belum mereka fahami di sekolah sekaligus mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Sementara itu, Kepala Rumah Bibit Khoirul Anwar menyampaikan bahwa Rumah Bibit ini dapat memberikan wawasan kepada anak sekolah dasar akan makna belajar. “Bahwasannya,  belajar tidak harus serius dan bukan suatu paksaan atau beban yang harus dipikul mereka. Tetapi belajar adalah kewajiban yang harus kita jalani dengan menyenangkan,” ungkap mahasiswa PGMI semester VI tersebut ketika diwawancarai melalui akun WhatsApp (WA), Rabu (31/3).

Anwar menegaskan keberadaan Rumah Bibit ini juga sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa. Khususnya mahasiswa calon guru untuk mengembangkan potensi mengajar mereka dalam pendidikan dasar pada anak-anak.  “Besar harapan saya untuk mengembangkan Rumah Bibit ini bisa berjalan sendiri seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam bidang pendidikan lainnya sebagai bukti pengabdian kami kepada dunia pendidikan,” pungkas Anwar optimis.

sumber : UIN Malang

0 komentar

Tim Robotic UIN Maliki Juara 1

Kata membanggakan itulah yang patut diucapkan kepada empat mahasiswa Jurusan Teknik Informatika (TI) Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Abd. Charis Fauzan, M. Aruman Hasmi, Syaifudin Anshori dan M. Nizar.

robotic-uin

Mereka telah memenangi kontes robotic yang diselenggarakan oleh Robotika UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung (22-24/4).

Tim robotic UIN Maliki Malang yang di wakili Ontaki 1 dan Ontaki 2 (Otomasi dan robotika UIN Maliki) mampu menjadi juara. Ontaki 1 meraih juara I kategori robot inovatif sedangkan Ontaki 2 meraih juara II dalam kategori kontes robot soccer. Tim Ontaki mampu menyisihkan para pesaingnya melalu robot rakitannya sendiri. Misalnya saja pesaing dari Institut Teknik Nasional Bandung, UIN SGD Bandung, dan UIN Makassar.

Tim Ontaki 1, Abd Charis Fauzan dan M. Aruman Hasmi yakin robotnya dapat mengatasi masalah yang ada pada masyarakat. Hal ini sesuai dengan kriteria dewan juri di ajang kontes robot nasional tersebut. “Alhamdulillah, Robot inovatif dengan konsep robot pemadam kebakaran ini, mampu menarik perhatian juri.” ujar M. Aruman Hasmi salah satu mahasiswa TI semester 4.

Untuk kategori kontes robot soccer sendiri. Tim Ontaki 2, Syaifudin Anshori dan M. Nizar melakukan kompetisi sepak bola antara robotnya dengan robot pesaingnya. Yang mampu memasukkan gol lebih banyak itulah pemenangnya. “ Pertandingan sepak bola robot lebih seru dibanding main play station,” ungkap salah satu pengendali robot soccer tersebut, Syaifudin Anshori.

Mahasiswa TI UIN Maliki. Pasalnya, materi robotik selama ini hanya didapat melalui komunitas ONTA (Otomasi dan Robotika). Hal ini telah membuktikan mahasiswa Teknik Informatika tidak hanya fokus pada pembelajaran yang di berikan jurusan, tetapi juga bisa berkembang di bidang lain.

“Untuk selanjutnya ONTA akan membuat dan mengembangkan robot terbang dan robot under water (red. penyelam). dan akan lebih meningkatkan kualitas robotic untuk mengikuti event-event di tingkat Nasional maupun Internasional,” ungkap Abd. Charis Fauzan.

sumber : UIN Malang

0 komentar

Mahasiswa Ekonomi Juarai di FoSSEI

fossei

Tim mahasiswa Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menorehkan prestasi.

Ukiran kebanggaan ini diperoleh dalam ajang Temu Ilmiah Regional JawaTimur (TEMILREG JATIM) 2015. Dalam gelaran Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) (5-7/3) di Universitas Airlangga Kampus B FakultasEkonomi dan Bisnis Surabaya.

Mereka adalah Muhammad Ghulam Islami, Syuhadak, dan Ihsan Kamil yang berhasil menyabet juara tulis tingkat Jawa Timur tersebut. Karya Tulis Ilmiah mereka mendapat predikat juara setelah menyisihkan saingan dari berbagai universitas di Jawa Timur. “Kami bersyukur atas kemenangan ini. Dan untuk saya pribadi, ini merupakan bahan belajar saya untuk lebih memahami Perbankan Syariah, jurusan saya,” kata Ihsan Kamil saat diwawancarai oleh reporter GEMA.

TEMILREG kali ini bertema “Revitalisasi Gaya Hidup Islami untuk Meningkatkan Pasang Pasar Indrustri Halal dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015”. Tema ini dilatarbelakangi oleh adanya pasar bebas ASEAN 2015 yang akan dihadapi Indonesia. Untuk itulah Association of Sharia Ekonomic Studies (AcSES) dan Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (HIMA EKIS) Universitas Airlangga mengambil sebuah tema besar tersebut.

Olimpiade Ekonomi Islam ini merupakan ajang se-Jawa Timur dan diikuti tim dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia, diantaranya Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Muhammadiyah Malang. Sehingga ajang bergengsi ini menjadi salah satu langkah ilmiah dan tindakan nyata akademisi untuk menghadapi pasar bebas ASEAN 2015. Dan UIN Maliki Malang memberikan kontribusi nyata dengan keluar sebagai juara dalam gelaran bergengsi ini.

sumber : UIN Malang

0 komentar

7 Mahasiswi PGMI Tampilkan Tari Kipas di Pendopo Kabupaten Malang

2pilih

FITK NEWS – Tujuh mahasiswi jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) yang tergabung dalam Sanggar Seni Bina Madrasah tampil memukau dengan membawakan sebuah tarian tradisional dalam acara Gumebyar Posdaya Kabupaten Malang di Pendopo Kabupaten Malang, (15/4) kemarin. Mereka adalah Nelly Rosita A, Annisa Noer Indah, Nurma Mega S, Evrida Eka P, Harir Arda F, Erna Maufidatus S, dan Ulfa Mahendra.

Saat mereka tampil, para undangan yang terdiri dari para rektor di dalam dan luar Malang, jajaran pejabat dan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kabupaten Malang pun sangat terhibur saat para penari cantik itu menari. Terbukti tepuk tangan tiada henti dari para undangan terdengar saat mereka tampil.

Koordinator Sie Pelatihan Sanggar Seni Bina Madrasah, Nelly Rosita A memaparkan jenis tari yang ditampilkan yaitu tari sekar kipas nusantara. Durasinya tarian tersebut membutuhkan waktu sekitar tujuh menit.

Mengapa memilih tari kipas? Nelly memaparkan tari tersebut lebih istimewa. Sebab mengkolaborasikan berbagai tari-tarian nusantara, seperti Bali, Topeng, Jaipong, Kipas sampai Topeng Malangan. ”Makanya lewat tari ini kami ingin memberikan nuansa keanekaragaman dan kekayaan budaya Indonesia,” kata Nelly.

Masih kata Nelly, untuk bisa menari dengan baik, timnya rutin melakukan latihan menari dua kali seminggu. Yaitu Senin dan Kamis. ”Jika ada undangan untuk tampil seperti sekarang ini, latihan biasanya kami lakukan setiap hari agar hasilnya tetap maksimal,” jelas mahasiswi semester 6 ini.

Sementara itu, salah satu penari Annisa Noer Indah menambahkan timnya juga sering tampil di berbagai event. Beberapa di antaranya Tarbiyah Award 2014, Pertemuan Rektor Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) se-Indonesia, Pertemuan Asosiasi Prodi PGMI se-Indonesia.

sumber : FITK UIN Malang

0 komentar

UIN Maliki Siapkan Full Day University

rektorr

GEMA-Impian UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membangun kampus III di Kecamatan Junrejo Kota Batu akan segera terwujud. Rasa optimis itu disampaikan Rektor UIN Maliki, Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si saat membuka acara sosialisasi dan persiapan audit di Aula Rektorat Lt.5 (16/4).

Prof. Mudji memaparkan sejumlah program UIN Maliki beserta prospek kedepannya. Salah satunya perancangan full day university di kampus 3. Kampus yang digadang-gadang akan menjadi percontohan itu akan membangun gedung perkuliahan, laboratorium dan gedung ma’had yang mampu menampung ribuan mahasiswanya untuk tinggal di ma’had selama empat tahun. “Saya ingin semua mahasiswa yang kuliah di UIN Maliki bisa tinggal di ma’had sampai lulus,” harapnya.

Sehingga, kata dia, mahasiswa UIN Maliki tidak hanya satu tahun saja tinggal di ma’had. Akan tetapi, mereka bisa kuliah sambil menggali ilmu di ma’had sampai lulus di bawah bimbingan para dewan kiai. “Ma’had sangat efektif untuk pengembangan bahasa, untuk itu, sistem di ma’had harus diperkuat,” tegasnya.

Mantan Wakil Rektor Bidang Akademik itu juga mengatakan bahwa UIN Maliki dikenal dengan ciri kahas bilingualnya. Untuk itu, program pengembangan bahasa harus terus di tingkatkan kualitasnya. Tidak hanya dari bahasanya saja, dari aspek program hafalan Alqurannya pun juga harus diperkuat. “Keberadaan Hai’ah Tahfidzil Qur’an (HTQ) di UIN Maliki juga harus dipertahankan dan dijaga dengan baik,” printahnya.

sumber : UIN Malang

0 komentar

Beasiswa Jadi Rebutan

beasiswa UIN

GEMA-Seperti tahun sebelumnya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendapat kucuran dan segar

yang bersumber dari DIPA untuk diberikan kepada 2000 mahasiswa yang berprestasi maupun mahasiswa yang kurang mampu. Kemahasiswa UIN Maliki Dr. H. Mujaid Kumkelo menegaskan bahwa, semua mahasiswa UIN yang memenuhi kriteria memiliki peluang untuk mengajukan program beasiswa tersebut (25/2).

Proses seleksi program beasiswa tersebut akan dilakukan penuh selektif dan transparan. Sehingga, tidak ada lagi istilah program beasiswa yang tidak tepat sasaran. Semua mahasasiswa memiliki hak untuk bertanya mengenai proses seleksi tersebut. “Semua akan dilakukan dengan transparan dan akuntabel sesuai dengan ketentuan dan formasi yang telah ditentukan,” katanya.

Sementara itu, Rektor UIN Maliki, Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo menghimbau agar proses seleksi program beasiswa untuk 2000 lebih mahasiswa berprestasi betul-betul dikawal dengan sebaik mungkin. Jangan sampai terjadi KKN di kampus ini, dan jika itu terjadi itu sangat tidak manusiawi dan mengambil hak orang lain yang semestinya itu untuk mereka yang membutuhkan. “Pemerintah telah memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi untuk itu gunakan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya,”tegasnya.

Masih kata Prof. Mudjia, semua mahasiswa yang mendapatkan beasiswa wajib memberikan kontribusi kepada negara. Bentuk konkritnya yaitu tekun dalam belajar dan jangan menjadi mahasiswa abadi di dalam kampus. “Pemerintah saat ini telah membuat kebijakan baru bahwa setiap mahasiswa S1 harus lulus maksimal semester 10, jika tidak maka DO,” tegasnya serius.

sumber : UIN Malang

0 komentar

Kampus II UIN Malang Harus Jadi Icon Pendidikan Kota Batu

icon-batu

GEMA-Seiring rencana pembangunan kampus II UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) yang berada di Desa Precet, Kec. Junrejo.

Kota Batu yang digadang-gadang akan menjadi salah satu Icon pendidikan di Kota Batu mendapat dukungan penuh dari Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso.

Punjul, sapaan akrab Punjul Santoso langsung menyambut hangat kedatangan tim pembangunan kampus II di kantornya. Maklum saja, rombongan yang berjumlah 10 orang itu sengaja melakukan silaturahim ke kantor Wawali itu juga untuk mensosialisasikan konsep pembangunan gedung Fakultas Ilmu Kesehatan.

Dalam pertemuan itu, Punjul meminta dalam pembangunan kampus II itu tetap memperhatikan keindahan dan kelestarian lingkungan. “Saya tahu bahwa lokasi yang hendak didirikan bangunan itu memiliki panorama yang sangat indah sekali,” ungkapnya.

Untuk itu, kata dia, konsep bangunannya harus disesuaikan dengan visi misi yang dicanangkan oleh Pemkot Batu yaitu  Batu sebagai sentra pendidikan pertanian dan pariwisata. Untuk itu, dengan adanya rencana pembangunan kampus II di kota Batu ini saya sangat senang sekali dan tentu saja sudah menjadi tugas pemerintah untuk mendukung segala upaya untuk pendirian lembaga pendidikan tingi tersebut. “Semoga dengan akan dibangunnya Kampus II UIN Malang di kota batu ini bisa meningkatkan kualitas pendidikan khusunya bagi generasi muda kota Batu kedepan,” harapnya.

sumber : UIN Malang

0 komentar

Mohamad Sobary: Ungkap Kearifan Pemikiran Gusdur

sobari

Penyampaian lugas dan disisipi humor, kearifan dan kebijakan pemikiran-pemikiran Gusdur kembali dikenalkan oleh Mohamad Sobari dalam dialog kebangsaan di gedung rektorat Lt-5 UIN Maliki, rabu (26/11).

Pria yang akrab dipanggil Kang Sobari tersebut diawal menyampaikan bahwa kegiatan dialog adalah moment kenduri untuk Gusdur. Maka patutlah seluruh element masyarakat hadir. Patut pula seluruh media mempublikasikan agar halayak tahu akan kearifan-kearifan Gusdur yang belum diungkap.

Masih dalam upaya mengangkat nilai-nilai mulia yang dibawa oleh Gusdur, budayawan sekaligus penulis buku tersebut mensosialisasikan akan segera dirilisnya sebuah film bertajuk A Living Hero. Film tersebut akan menceritakan segala kearifan dan kebijakan Gusdur yang belum sama sekali terungkap. “Secara mental anda harus siap mendengar dan menyaksikan kejutan-kejutan yang belum anda tahu dari Gusdur,” ungkap Pria kelahiran Bantul tersebut.

Selanjutnya pria yang pernah menjabat sebagai pemimpin Kantor Berita Antara tersebut mengutip sebuah ungkapan, “Makamkanlah dirimu di tanah yang tidak dikenal.” Ia  menjelaskan, sejatinya sosok Gusdur adalah orang yang menanamkan dan menghibahkan jiwanya untuk kelompok-kelompok yang tidak dikenal. Gusdur memberi perlindungan kepada kelompok-kelompok minoritas. “Gusdur menyalakan lilin ditengah masyarakat yang dipinggirkan di Negeri ini,” tambahnya.

Selanjutnya, kata Sobari, Gusdur lebih sering mengahabiskan waktu di forum dari pada di rumah. Gusdur lebih mengutamakan kepentingan umat dari pada kepentingan keluarga. Perlu diketahui, sebelum menjabat sebagai presiden, Gusdur sudah sering mengikuti forum-forum internasional. Pernah dalam satu forum internasional Gusdur mengungkapkan “Jangan bicara lagi soal moralitas, karena di dunia sudah tidak ada moralitas.” Hal itu diungkapkan Gusdur ditengah forum yang tengah membincangkan berbagai problem moralitas di dunia.

“Bagaimana melihat kebesaran Gusdur pada masa kepemimpinannya,” masih ungkap Sobari. Meski Gusdur sudah tidak lagi menyampaikan orasi-orasi kepemimpinan di panggung nasional, Gusdur tetap menyampaikan nilai-nilai kemanuasiaan di panggung masyarakat. Selain itu, cermin kebesaran Gusdur terlihat pada kelapangan hati yang dimiliki. Bagaimana Gusdur menerima kekalahan dengan damai dan bagaimana Gusdur menerima cacian dan cercaan dengan tanpa dendam. “Kalau kita bangga menerima kesuksesan, anak kecil pun bisa. Tetapi jika ada seorang pemimpin besar dihina dan dilecehkan tetap bisa berlapang hati, apakah semua orang bisa,” ungkap Sobari.

Gusdur disetiap pemikiran dan kebijakannya, masih lanjut Sobari, adalah wujud dari kajian entitas ruhaniah ayat-ayat suci. Pemikiran Gusdur selalu melawan bentuk kemapanan, yaitu melawan dengan menempatkannya pada sesuatu yang semestinya. Pria kelahiran 7 Agustus tersebut juga menyampaikan bahwa dalam proses pendidikan harus ada pemikiran mengguncang, dan itu bisa didapat dari sosok Gusdur. “Untuk kepentingan rakyat Indonesia, mari inisiatif-inisiatif seperti ini didukung,”ajaknya diakhir dialog.

sumber : UIN Malang

0 komentar

Fakultas Ekonomi Gelar 2nd Annual International Conference

konferensi-ekonomi

Fakultas Ekonomi kembali gelar konferensi internasional (3-4/12). Ekonomi adalah bagian dari kehidupan terpenting dalam masyarakat.

Pemikiran tentang perbaikan sistem dan perkembangan ekonomi menjadi bahan diskusi yang selalu hangat untuk diperbincangkan. Kegiatan internasional ini dilaksanakan di gedung rektorat lantai 5. Konferensi yang menghadirkan speaker tingkat internasional ini adalah kali kedua setelah tahun 2013 silam. Dihadiri oleh seluruh mahasiswa dan dosen-dosen Fakultas Ekonomi, kegiatan ini berlangsung dengan baik dan lancar.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh M. Zainuddin selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga. “Kampus ini menerapkan sitem integrasi yang mengkolaborasikan kekuatan spiritual dan juga keluasan ilmu pengetahuan,” tuturnya. Tentunya konsep integrasi ini diharap mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas, tidak hanya di bidang akademik namun juga di bidang spiritual. Wakil Rektor I ini juga menyampaikan bahwa setiap mahasiswa wajib untuk tinggal di ma’had selama 1 tahun, yaitu semester pertama dan kedua. Hal ini merupakan bentuk aplikasi dari sistem integrasi tersebut. Sehingga diharapkan dalam waktu setahun mereka mampu memahami dan menghayati konsep ini.

Konferensi internasional pagi ini (3/12) menghadirkan 2 pematari asal negeri Jiran, Malaysia. Mereka adalah Prof. Muhammad Sobri Minai dan Prof. Yusnidah Ibrahim. Kedua profesor ini berasal dari Universitas Utara Malaysia (UUM). Konferensi yang bertemakan “The Development of Syariah Economics” ini akan membahas tentang perkembangan ekonomi islam di dunia. Pasalnya dengan berbagai fenomena yang telah terjadi menjadikan kegiatan ekonomi tidak stabil. Sehingga diharapkan dengan adanya konferensi ini akan didapat berbagai solusi dan wawasan baru untuk menghadapi hal tersebut.

sumber : UIN Malang

0 komentar

Dari 35 PT hanya 3 PTAIN Terakreditasi A

mansur

Di Indonesia sudah ratusan perguruan tinggi berdiri kokoh turut membantu mencerdaskan generasi bangsa ini.

Akan tetapi, dari 35 PTAIN yang terdaftar di Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) hanya ada 3 PTAIN yang terakreditasi A yaitu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (25/11).

Sementara itu PTAIN yang meraih nilai akreditasi B juga hanya tiga, yaitu UIN Syarif Kasim Riau, UIN Alauddin Makasar, dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry Aceh. Sedangkan sisanya 47 PTAIN ada yang mendapat akreditasi C. Namun, mayoritas tak terakreditasi.

Data tersebut diungkapkan salah satu anggota BAN-PT Prof. Dr. Ir. Mansur Ma’shum dalam acara Quality Islamic Higher Education for Global Competitiveness hasil kerjasama UIN Maliki Malang dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. “Dari tiga PTAIN yang mendapatkan akreditasi A hanya UIN Maliki dan UIN Syarif Hidayatullah yang jadi member asosiasi internasional,” ungkapnya.

Kegiatan yang diikuti 40 Rektor dari PTAIN/PTAIS se-Indonesia itu telah dibuka mulai 24 November lalu dan berakhir Selasa (26/11). Mansur menjelaskan bahwa member internasional yang dimaksudkan adalah ISESCO, lembaga pendidikan di bawah naungan negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). “Terhitung sejak 2014 ini dua kampus besar tersebut UIN Maliki Malang dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah menjadi member ISESCO, dan semoga ini bisa menjadi semangat dan teladan bagi perguruan tinggi lainnya,” harap mantan dosen Universitas Mataram tersebut dalam sambutannya.

sumber : UIN Malang

0 komentar

Perluas Jaringan Internasional UIN Rencanakan Gandeng Tiongkok

unesco

Sejak UIN Maulana Malik Ibrahim menjadi member Islamic Educationl, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) kampus berlogo ulul albab ini terus melebarkan jaringan kerjasamanya dengan 150 perguruan tinggi kelas internasional (26/11).

Kali ini, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo terus berupaya untuk menjadikan kampus UIN manjadi kampus bertaraf internasional. Dengan torehan prestasi yang telah dicapai UIN Maliki mulai dari Institusi terakreditasi A, layanan BLU terbaik di tingkat PTAIN se-Indonesia, jumlah mahasiswa asing terbanyak ditambah lagi UIN Maliki telah resmi menjadi member di UNESCO. Hal ini membuktikan bahwa UIN Maliki layak menjadi kampus Internasional. “Saya sangat yakin upaya menuju WCU bisa terwujud jika PTAIN mau bekerja keras dan mempersiapkan secara matang,” ungkanya disela-sela konfrensi International Conference On Quality Islamic Higher Education di century park Jakarta.

Tidak hanya itu, ada banyak faktor pendukung yang harus dipersiapkan oleh perguruan tinggi yaitu kurikulum yang memenuhi standar mutu, SDM dosen yang tinggi, serta terus berupaya meningkatkan pelayanan dan terus memperluas jaringan bersekala nasional hingga internasional. “Akses ke perguruan tinggi mancanegara diyakini mampu meningkatkan daya saing perguruan tinggi tersebut,” ungkapnya yakin.

Dalam waktu dekat, UIN Maliki akan melakukan kerjasama dengan Republik Rakyat Tiongkok. Bentuk kerjasama yang dilakukan UIN Maliki saat ini beraneka ragam, mulai persoalan akademik, kuliah tamu, pertukaran dosen dan pelajar hingga kebudayaan. “Dengan terbukanya akses internasional diharapkan bisa memberikan peluang kepada semua lulusan UIN Maliki,” harapnya.

sumber : UIN Malang

0 komentar

PTAI Harus Berstandar Internasional

menteri-agama-lukman-hakim-bersama-rektor-uin

Melalui International Conference on Quality Higher Education  yang diselenggarakan oleh UIN Malang dan UIN Jakarta mulai 24-26 November 2014 memberi harapan cerah bagi civitas akademika Perguruan Tinggi Islam (PTAI).

Konferensi yang dihadiri lebih dari 100 peserta yang berasal dari seluruh PTAI se Indonesia dan para pemateri dari badan akreditasi tingkat asia pasifik, asia tenggara, serta BAN PT.

Konferensi itu menghasilkan kesepakatan untuk bersama-sama meningkatkan kualitas Perguruan Tinggi Islam agar mampu untuk berkompetisi dan setara dengan Perguruan Tinggi tingkat dunia. Hal ini seperti disampaikan oleh Prof. Komaruddin Hidayat yang merupakan rektor UIN Jakarta mengungkapkan keprihatinannya tentang pendidikan Islam dinegeri yang mayoritas muslim ini. “Malu, kita sebagai negara muslim terbesar tidak punya Perguruan Tinggi Islam kelas dunia layaknya Al-Azhar, kita masih kalah dengan Malaysia yang punya Perguruan Tinggi Islam bagus,” ujar Rektor yang masa jabatannya beberapa bulan lagi.

Keprihatinan ini yang mendasari diadakannya konferensi seperti ini guna menyamakan persepsi terkait standarisasi Internasional yang ditetapkan oleh badan akrerditasi tingkat ASEAN maupun dunia. “Melalui konferensi seperti ini sudah sepatutnya kita bergerak bersama baik melalui kampus, pemerintahan, dan segala elemen yang mendukung untuk kemajuan kampus Islam di Indonesia. Mari kita jadikan kampus Islam di Indonesia sebagai pusat peradaban dunia,” sambung Prof. Komaruddin dengan semangat.

sumber : UIN Malang

0 komentar
 
Support : Aditya Nusantara | Berita Terbaru | Berita Kampus
Copyright © 2014. IMAKA MALANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger