Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Benang Bintik Khas Kalteng

benang bintik

Berbekal pengalaman membatik dari sang ayah, Dimyati (65), dan pengalaman kerja di toko batik di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Anang Risqiyanto (35) asal Pekalongan, Jawa Tengah, melihat peluang mengembangkan produksi batik khas Kalimantan Tengah. Batik khas yang biasa dikenal dengan benang bintik Kalimantan Tengah.

”Sekitar tiga tahun saya bekerja pada bagian pewarna di toko batik. Penghasilan per bulan Rp 2 juta, sedangkan kebutuhan hidup kian bertambah. Saya mengundurkan diri dan mencoba usaha mandiri karena masih sedikit perajin batik di Palangkaraya. Umumnya batik Kalteng dipesan dan dijual di Kalimantan, tapi produksinya di Pekalongan,” kata Anang pada awal Februari 2014 lalu.

Pada tahun 2008, Anang bersama Paramita (24), istrinya, yang juga pernah bekerja di toko batik di Jalan Ahmad Yani, Palangkaraya, merintis usaha produksi batik dengan modal Rp 1,5 juta. ”Ada kenalan pedagang batik yang memberi kepercayaan kepada saya untuk membuat batik. Mereka meminjamkan 13 canting cap, sebuah ender atau wajan, dan 300 meter kain. Dengan upah Rp 17.000 per meter, saya mulai menabung untuk menambah modal,” ucap Anang yang datang ke Kalimantan tahun 2005.

Dari kerja sama sekitar dua tahun, produksi benang bintik Anang mulai dikenal orang. Anang pun memohon izin usaha ke kelurahan dan mendaftarkan usahanya ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangkaraya dengan nama usaha Kerajinan Benang Bintik Paramita.

”Sedikit demi sedikit saya bisa membeli canting cap serta menyisihkan uang untuk membeli tanah, juga rumah,” kata Anang yang sejak tahun 2008 mengontrak rumah untuk tempat tinggal dan usaha di Jalan Rajawali 08, Palangkaraya.

Setelah nama usahanya didaftarkan, kesempatan mengikuti pameran dan pelatihan pengembangan usaha mulai berdatangan. Anang mengikuti sejumlah pameran, antara lain Pameran Produk Unggulan Kalteng 2010 di Palangkaraya, Expo Kalteng 2011 di Palangkaraya, dan Pameran Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Batam, Kepulauan Riau, tahun 2010. ”Setiap kali pameran, pendapatan mencapai Rp 2 juta hingga Rp 7 juta. Pesanan terus meningkat,” ujarnya.

Sejak tahun 2008 hingga 2010, pemasukannya dalam sebulan berkisar Rp 12 juta hingga Rp 15 juta dengan rata-rata pendapatan bersih Rp 4 juta. Sejak mengikuti pameran tahun 2010, pemasukan Anang setiap bulan lebih dari Rp 20 juta dengan pendapatan bersih di atas Rp 6 juta.

”Memang tidak selalu mendapatkan sebanyak itu, tergantung pada jumlah pesanan yang ada. Dulu per bulan pesanan paling banyak sepanjang 300 meter. Setelah tahun 2010, pesanan kadang mencapai 500 meter hingga 1.000 meter per bulan,” kata ayah dua anak itu.

Kerja sama dengan ayah

Bahan baku, seperti kain dan canting, diperolehnya dari Jawa. Dia terus menjalin kerja sama dengan sang ayah di Pekalongan untuk mendapatkan bahan baku kain. ”Banyak desain khas Kalteng saya peroleh dari para pemesan. Mereka datang dan membawa desain dan motif, lalu saya sedikit modifikasi,” ujar Anang.

Desain itu lalu dikirimkan ke Pekalongan untuk dibuatkan canting cap. Harganya berkisar Rp 200.000 hingga Rp 300.000 setiap cap. ”Motif batang garing atau pohon kehidupan menjadi kekhasan dari batik Kalteng,” ujarnya. Anang juga mengembangkan desain batik berupa rumah betang, talawang, pusaran air, dan ikan.

Para pemesan antara lain pegawai instansi pemerintahan. Misalnya, pesanan seragam Musabaqah Tilawatil Quran Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2010 sepanjang 500 meter serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional sebanyak 250 meter pada tahun 2013. Selain itu, Kantor Pajak Palangkaraya memesan batik sepanjang 250 meter pada tahun 2013 dan Wanita Katolik Republik Indonesia sekitar 200 meter. Demikian juga Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia memesan 1.000 meter batik motif batang garing untuk seragam wali kota seluruh Indonesia.

Untuk menyelesaikan pesanan batik itu, setiap hari Anang dan Paramita dibantu seorang pekerja yang tinggal di rumah mereka. Kebutuhan hidup dan tempat tinggal dipenuhi Anang dan per bulan Anang memberi gaji bersih Rp 400.000. Saat pesanan lebih dari 500 meter, Anang memanggil dua karyawan lain dari Kabupaten Pulang Pisau, kampung halaman Paramita.

”Kadang kala mereka tinggal di sini tiga minggu sampai satu bulan, tergantung banyaknya pesanan dan rumitnya motif yang diminta,” kata Anang yang juga mempekerjakan seorang penjahit di sekitar rumahnya.

Sejumlah pelatihan diikuti Anang dan Paramita agar lebih tangguh dan berkualitas. Salah satunya, pelatihan kewirausahaan untuk industri kecil dan menengah yang diselenggarakan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia yang bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalteng pada Juni 2011.

Untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi masa kini, Anang juga mengikuti pelatihan situs web (website) industri kecil menengah enam daerah yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian pada September 2011. Ia juga mengikuti pelatihan pemasaran produk usaha kecil menengah (UKM) melalui internet yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Maret 2013 dan pelatihan pengeditan video untuk promosi produk UKM pada September 2013 yang diadakan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

”Dari pelatihan itu, saya diajari bagaimana mempromosikan usaha melalui Facebook dan website,” kata Anang, pemilik akun Facebook Benang Bintik Paramita sebagai media pemesanan batik.

Siap melatih

Dari hasil menabung sejak tahun 2008, Anang dan Paramita mampu membeli tanah seluas 600 meter persegi di Jalan Badak, Gang Kakap, Palangkaraya. Di sana, Anang sedang membangun rumah dan sekaligus tempat kerja untuk membatik. ”Sekitar enam bulan lagi rumah itu akan selesai. Saya berencana membuka pelatihan membatik bagi siapa pun yang berminat karena di sini sulit sekali mencari tenaga kerja yang terampil membatik,” kata Anang. Dia mengaku pernah memberikan pelatihan membatik selama dua hari kepada 40 ibu rumah tangga dalam Gerakan Organisasi Wanita di Kabupaten Pulang Pisau tahun 2010.

Selain kesulitan mencari tenaga kerja, Anang pun mengaku kesulitan mendapatkan modal dari sejumlah bank. ”Beberapa bank menawarkan pinjaman modal Rp 50 juta dengan jaminan sertifikat tanah. Hanya, saya belum punya tanah saat itu sehingga belum bisa mendapatkan pinjaman,” ungkapnya.

Dia bersyukur akhirnya bisa mendapat pinjaman Rp 10 juta dari Taspen dengan jaminan BPKB sepeda motor. ”Pinjaman ini untuk membeli kain sebagai persediaan,” ucapnya.

================
Bisnis Online yang Paling Banyak Bonusnya? klik disini
================

0 komentar

Kapan Waktu Terbaik Pelesir ke Belitung?

belitung

Wisata di Belitung identik dengan wisata bahari. Ya, Belitung memang kawasan kepulauan yang dikepung oleh lautan. Karena sebagian besar atraksi wisata yang ditawarkan adalah pantai dan laut, maka waktu terbaik untuk datang ke Belitung adalah dengan menghindari musim hujan.

Di musim hujan, laut cenderung tak bersahabat. Pun sekadar bersantai di tepi pantai pun susah. Selain hujan terus menerus, angin yang kencang dan gelombang tinggi bisa membahayakan perjalanan Anda melintasi laut. Musim keramau di antara bulan April hingga Agustus, merupakan pilihan terbaik untuk berkunjung ke Belitung. Terutama di bulan Mei hingga Juli.

Di bulan-bulan tersebut, laut tenang sehingga aman untuk melaut. Juga, langit cerah tanpa awan, yang tampak hanya langit biru. Tentu saja, matahari akan terasa lebih panas. Pertimbangkan juga dalam pemilihan hari. Hindari musim padat kunjungan atau masa liburan sekolah dan akhir tahun.

Belitung sudah menjadi destinasi wisata favorit di Indonesia. Sehingga di hari-hari libur, harga penginapan dan tiket pesawat melonjak tinggi.

Tak hanya harga yang menjadi mahal, tetapi ketersediaan kamar penginapan maupun kursi pesawat yang sulit dicari. Di musim liburan, hotel dan pesawat penuh. Begitu pula saat mencari mobil sewaan.

Hal sama juga berlaku untuk akhir pekan, apalagi jika akhir pekan yang panjang yaitu hari Jumat juga kebetulan libur. Jika memungkinkan, pergilah di hari kerja. Karena selain Belitung lebih sepi dari turis, harga juga lebih murah.

================
Bisnis Online yang Paling Banyak Bonusnya? klik disini
================

0 komentar

Taman Nasional Ujung Kulon Terbuka bagi Wisatawan

badak jawa

PANDEGLANG - Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Pandeglang, Banten, terbuka bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke kawasan tersebut, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

"Siapa pun boleh berkunjung ke kawasan TNUK, yang penting aturan yang ada dipatuhi demi kelestarian lingkungan," kata Kepala Balai TNUK Pandeglang, Haryono di Pandeglang, Kamis (27/2/2014).

TNUK merupakan habitat badak jawa atau badak bercula satu yang harus dipelihara kelestariannya, dan kawasan itu juga ditetapkan sebagai tempat eko wisata.

Namun, menurut Haryono, pengunjung yang datang ke taman nasional tersebut jangan berpikir untuk bisa dengan mudah melihat badak jawa yang merupakan hewan sangat dilindungi itu.

"Badak itu sulit ditemui. Hewan itu memiliki penciuman tajam, dan ketika mengetahui ada manusia datang mereka akan langsung melarikan diri," katanya.

Selain itu, lanjut Haryono, berdasarkan hasil monitoring hewan langka yang spesiesnya hanya ada di TNUK, tidak ada di negara lain itu, banyak melakukan aktivitas pada malam hari.

"Badak banyak beraktivitas pada malam hari. Pada siang hari justru kurang, ini berbeda dengan hewan lain seperti banteng," katanya.

Haryono juga menyatakan, berdasarkan hasil monitoring 2013, populasi badak jawa di TNUK sebanyak 58 ekor.

"Dari hasil monitoring yang kita lakukan selama 2013 diketahui kalau jumlah badak jawa yang hudup di kawasan TNUK 58 ekor, yakni delapan anak dan 50 ekor badak remaja dan dewasa," katanya.

Haryono memaparkan, dari delapan anak badak itu, sebanyak tiga di antaranya merupakan betina dan lima pejantan. Sedangkan dari 50 ekor badak jawa remaja dan dewasa, sebanyak 20 betina dan 30 jantan.

Teknik monitoring yang dilakukan untuk mengetahui populasi badak jawa, yakni dengan memasang kamera video di semenanjung kawasan TNUK.

"Sebanyak 120 unit kamera video kita pasang dalam kegiatan monitoring tersebut. Pemasangan dilakukan dengan mengikatnya pada batang pohon pada lokasi yang sering dilewati dan didatangi badak, seperti padang pengembalaan dan kubangan," katanya.

Kamera video yang dipasang sudah didesain sedemikian rupa sehingga bisa berfunsi pada malam hari, dan kalau ada gerakan di sekitarnya akan aktif dengan sendirinya.

0 komentar

Jembatan Ampera Dioptimalkan untuk Pariwisata

jembatanampera

PALEMBANG - Wali Kota Palembang Romi Herton mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan Jembatan Ampera untuk obyek wisata, sehingga nantinya tidak lagi dilalui kendaraan roda empat.

"Proses menuju Jembatan Ampera menjadi obyek wisata andalan kini sedang disiapkan dengan rencana pembangunan sarana penyeberangan lain yaitu Jembatan Musi IV dan VI," katanya di Palembang, Kamis (27/2/2014) ketika diminta tanggapan terkait dengan prediksi Jembatan Ampera hanya bertahan 10 tahun lagi.

Menurut Romi, jembatan yang menjadi bangunan bersejarah menghubungkan Kota Palembang dua bagian yakni Seberang Ulu dan Seberang Ilir itu merupakan "heritage" sehingga harus dipertahankan.

Pembangunan Jembatan Musi IV dan Musi VI menjadi langkah menuju realisasi optimalisasi jembatan yang dibangun tahun 1962 berfungsi sebagai obyek wisata.
Romi mengatakan, konsepnya jembatan yang kini masih menjadi andalan utama sarana penyeberangan dalam Kota Palembang tersebut akan menjadi area wisata, dengan disiapkan taman-taman dan fasilitas pendukung lainnya.

"Wisatawan maupun masyarakat Palembang bisa menikmati suasana dengan duduk santai atau memancing di jembatan itu," ujarnya.

Dia menjelaskan, nantinya hanya kendaraan bermotor roda dua yang diperbolehkan melintas. Sedangkan mobil sama sekali tidak boleh menyeberangi jembatan yang dibangun pada kepemimpinan Presiden Soekarno itu.

Romi menambahkan, pembangunan Jembatan Musi IV dijadwalkan mulai Juli dengan diawali pemasangan tiang pancang. "Pembangunan Jembatan Musi IV didanai APBN sedangkan pemkot dan pemprov berpartisipasi dalam pembebasan lahan," katanya.

0 komentar

Pantai Pandawa, Keindahan Tersembunyi di Bali Selatan

pantaipandawa

Memang sudah tidak diragukan lagi bahwa Pulau Bali menyimpan keindahan yang seakan tidak ada habisnya. Deretan kegiatan agama dan budaya telah dilengkapi dengan keindahan bentang alamnya yang memukau, terutama pantai.

Nah, apabila Anda sudah mengenal Pantai Kuta atau Pantai Dreamland, kini Anda perlu menyambangi satu lagi pantai yang begitu elok dan terus dikembangkan menjadi tujuan wisata bahari. Nama pantainya adalah Pandawa, dan kadang dikenal pula dengan nama Pantai Kutuh.

Pantai Pandawa berlokasi di Bali Selatan, tepatnya di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Dahulu pantai ini dikenal sebagai Secret Beach karena lokasinya yang berada di belakang tebing-tebing tinggi ditumbuhi oleh semak belukar.

Pantai yang hanya berjarak sekitar 3 km dari Nusa Dua ini sebenarnya sudah lama dikenal, tetapi karena akses menuju pantai cukup sulit menjadikan pantai ini sepi dari kunjungan wisatawan.

Melihat potensi keindahan yang dimiliki oleh pantai ini, beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Badung sudah membuka akses berupa jalan sepanjang lebih kurang 1,5 km menuju pantai yang melewati tebing-tebing kapur tinggi. Kondisi jalanan menuju lokasi pantai ini begitu unik dan megah karena diapit tebing-tebing yang telah dibelah.

Adapun nama Pantai Pandawa diambil dari nama tokoh pewayangan Panca Pandawa. Oleh karena itu, ketika memasuki kawasan pantai, Anda akan disambut oleh patung Pandawa Lima, yaitu Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Kelimanya diukir dengan indah dan, uniknya, patung-patung tersebut disimpan di dalam tebing-tebing kapur. Anda dapat melihat kelima patung tersebut secara bersamaan dan berurutan dari bawah pantai ke arah barat.

Keindahan pantainya sendiri tidak perlu diragukan lagi. Pesona pasir putihnya terhampar dari ujung ke ujung, airnya jernih dan bersih, serta deburan ombaknya mengalun di kejauhan. Harmonisasi berbagai keindahan tersebut siap menenteramkan hati Anda.

0 komentar
 
Support : Aditya Nusantara | Berita Terbaru | Berita Kampus
Copyright © 2014. IMAKA MALANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger