Kalender Layanan Online Semester Ganjil 2015/2016 dapat di download disini :
Kajian Publik LKP2M
Sebuah dilema besar menyelimuti bangsa ini, ketika pemerintah belum bisa menjawab dengan pasti bagaimana kesiapan indonesia dalam menghadapi ASEAN Comunity 2015 mendatang.
Hal inilah yang melatarbelakangi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa (LKP2M) untuk menggelar “Kajian Publik” yang bertemakan “Kesiapan Indonesia Menyongsong ASEAN COMUNITY 2015” (25/09).
Acara yang diadakan di ruag pertemuan Gedung DR. (HC) Ir. Soekarno Lt. 3 ini, merupakan rentetan acara Lustrum ke III UKM yang bergelut dalam bidang kajian dan penelitian ini. Selain itu, kegiatan tersebut mendatangkan Panelis yang sudah pakar dalam bidangnya, Sebut saja: Yuniarti Hidayah, S.P., S. E,.M.BUS (Pakar Ekonomi) dan Mukhamad Yahya, PH.D (Pakar Sosiologi). Turut hadir pula dalam acara itu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran se-Malang Raya dan Organisasi Ekstra UIN Maliki, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Keluarga Besar Mahasiswa Bidikmisi (KBMB) UIN Maliki, Ikatan Mahasiswa Muhammadiya (IMM), dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Dalam paparan materinya, Yuniarsih menjelaskan panjang lebar tentang peluang dan tantangan ekonomi indonesia mendatang ketika ASEAN Comunity sudah memamsuki negara ini. Ada 7 peluang yang harus dimanfaatkan oleh seluruh elemen masyarakat indonesia, diantaranya : Aliran modal, manfaat integrasi ekonomi, daya saing, negara tujuan investor, sektor jasa yang terbuka, pasar potensi dunia dan negara pengekspor.
Begitu pula dengan tantangan ekonomi haruslah diperhatikan. Pasalnya, tantangan inilah yang akan menjadi “bomerang” bagi bangsa ini, ketika seluruh elemen masyarakat tidak siap dengan hadirnya ASEAN Comunity. Tantangan tersebut adalah , daya saing Sumber Daya Manusia (SDM), Laju Inflasi, Dampak negatif arus modal yang lebih bebas serta peningkatan ekspor dan import.“Tantangan lainnya yang akan dihadapi oleh Indonesia adalah bagaimana mengoptimalkan peluang tersebut. Economic Community 2015 dapat menjadi kebangkitan kejayaan perekonomian Indonesia jika Indonesia mampu meningkatkan daya saingnya dan memanfaatkan peluang yang terbuka lebar di pasar ASEAN”, ungkap dosen fakultas ekonomi tersebut.
Beda halnya dengan Yahya, Pakar sosiologi dari UIN Maliki ini lebih menitikberatkan pada pembahasan sosial-budaya. Ia menganggap bahwa kesiapan bangsa ini untuk menghadapi ASEAN Comunity 2015 sangat rendah sekali. Hal ini dibuktikan dengan peringkat daya saing negara indonesia yang menempati peringkat ke 46 dibawah negara singapura, malaysia dan thailand. “Daya saing negara kita masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh budaya korupsi yang menjalar luas di sistem birokrasi negara dan keadaan sosial masyarakat yang sangat rendah”, ungkapnya.
Selain itu, dosen alumni salah satu universitas australia itu menambahkan, bahwa ada 4 langkah yang seharusnya ditempuh oleh masyarakat, kususnya mahasiswa untuk menghadapi ASEAN Comunity, yaitu Communication, creative thinking, critical thingking and culture colaboration. “menjadikan ASEAN COMUNITY sebagi peluang, mengutamakan bahasa, berfikir kreatif, dan berkolaborasi dalam budaya merupakan 4 langkah yang saya rekomendasikan untuk menyiapkan bangsa ini dalam menghadapi ASEAN COMUNITY 2015” tegasnya.
sumber : UIN Malang
Rektor : Jadikan Positive Psychology sebagai Ikon Psikologi UIN Maliki
Kemajemukan Nusantara dapat dilihat sebagai masalah ataupun peluang oleh berbagai pakar, begitupula pakar Psikologi tak mau ketinggalan, karena dimana ada manusia disana dibutuhkan keilmuan Psikologi.
Mengangkat tema The future of positive psychological assessment : Making a Difference Fakultas Psikologi UIN mengundang Mantan Sekretaris Jenderal Kementrian Agama RI, Bahrul Hayat sebagai pemateri. Tak kurang dari 500 mahasiswa, dosen dan bahkan rektor duduk fokus menyerap ilmu sampai puncak acara dalam Stadium Generale di Gedung Ir.H. Soekarno, lt.5. (29/09).
Dimoderatori fresh doctor bidang Psikometri, Ali Ridho menuturkan bahwa Psikologi baru mulai terkenal dua abad terakhir, karena membuat alat ukur di Psikologi tidak sepasti dan semudah di fisika ataupun matematika, mempelajari manusia sangatlah kompleks, karena setiap pribadi memiliki karakter berbeda. Karakter adalah bagian dalam diri kita yang kita keluarkan, Setan dan malaikat tidak kreatif karena mereka tidak memiliki pilihan. Sedangkan Manusia diciptakan kreatif karena memiliki pilihan, selalu mencoba untuk survive, saling mempertahankan satu sama lain dengan terus berkoneksi, ia adalah makhluk sosial.
“Selama 2 abad, psikologi berfokus pada sisi buruk manusia. Hal ini terjadi tak lain juga dikarenakan oleh peran media yang selalu meneror setiap orang dengan sisi kekerasan, dan banyak mindset negatif lain. Jadi kita selalu terkonstruk untuk berfikir negatif, hanya minoritas saja dari media yang menampilkan sisi kemuliaan atau positif manusia. Selain itu para psikolog dala publikasi penelitiannya, hampir 90% yang melihat sisi bad human serta terapi yang ada hanya diperuntukkan bagi orang-orang patologi,” jelas Bahrul Hayat, Doktor jebolan University of Chicago Amerika Serikat tersebut.
Selain itu, Ketua umum Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) tersebut juga menerangkan kalau Psikologi positif adalah keilmuan yang berfokus pada kekuatan kebahagiaan manusia. Seperti yang sering ada dalam doa kita setiap hari, Robbanaa aatinaa fii dunya khasanah yang secara tidak sadar khasanah adalah meminta good life in psychology every day
Happiness atau satisfaction terendah adalah kesenangan yang hedonistis dan puncaknya dalam konsep islam ketika telah rohmatan lil ‘alamiin.
Bapak yang juga didaulat menjadi Dewan pengawas LPDP juga menyampaikan bahwa prinsip dasar positive psychology seperti orang yang selalu positif dalam menghadapi apapun sama dengan orang yang kreatif karena ia mampu membuka pikiran dan hatinya, juga mau menerima pendapat orang lain. Karena senyum yang dipaksakan akan menghukum dirimu sendiri, karena secara fisiologis tubuh menolak itu. Hiduplah seperti roller coster, apapun rasamu ketika menaikinya, takut, kaget tapi diakhirnya kamu akan selalu bilang “Im happy”. Diantara 10 aspek positif psikologi yaitu; Joy, gratitude, serenity, hope, interest, pride, awe, inspiration, amusement dan Love.
Puncak acara, Bahrul memberikan penyemangat, Jika anda berani mengatakan “good bye” duka lara, maka Allah menyiapkan “hello” selamat datang pada bahagia. “Jika UIN Sunan Kalijaga memiliki ciri khusus dengan mampu menjelaskan keterkaitan antara psikis dan fisik dalam spirituality dan religiusitas, dan UIN Syarif Hidayatullah dengan ciri variabel terbanyak dan perkembangan kuantitatif riset dalam Psikologi, maka saya ingin Psikologi UIN Maliki Malang mampu mengembangkan psikologi positif sebagai skill khusus,” harap Bahrul. Dan setelahnya Rektor pun mendeklarasikan bahwa Psikologi UIN harus menjadi pusat perkembangan positive psychology di Indonesia.
sumber : UIN Malang
UIN Maliki Lepas 1106 Wisudawan
IMAKA MALANG - Gemuruh nyanyian kebangsaan Indonesia Raya pagi itu menggema di ruangan pertemuan gedung Sport Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebanyak 3500 wisudawan dan wali wisudawan serentak menyanyikan lagu Indonesia Raya (18/10).
Acara formal yang dimulai tepat pukul 08.00-12.00 WIB itu diwarnai wajah sumringah dan senyuman dari para wisudawan dan orang tua wali wisudawan. Dalam kesempatan itu, Rektor UIN Maliki Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo menyampaikan bahwa UIN Maliki tidak bertujuan untuk mencetak lulusannya menjadi PNS. Lebih dari itu, lulusan UIN Maliki harus menjadi pemimpin di setiap lini yang ada. Baik di ranah pemerintahan maupun swasta. “UIN Maliki menginginkan lulusannya menjadi pemimpin bukan PNS,” harapnya.
Rektor UIN Maliki menegaskan bahwa kelompok intelektual yang hari ini diwisuda telah berhak menyandang gelar sarjana sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing. Bagi wisudawan yang hari ini dikukuhkan untuk terus berkarya dan melakukan pengabdian serta menjaga tali silaturrahim dimanapun mereka berada. “Dengan ilmu yang telah diraih, maka gunakan itu untuk terus berkarya dan mengabdikan diri kepada masyaskat,” harapnya.
Menurut Prof. Mudjia, Era kompetisi saat ini manusia akan selalu dihadapkan pada dua pilihan yaitu menang atau kalah, dan tentunya semua orang ingin menang dan sukses dalam segala hal. “Keinginan itu harus dibarengi dengan perjuangan keras tanpa henti untuk mencapai cita-cita yang diharapkan,” ungkapnya serius.
Oleh karena itu, pak Rektor, mengajak para wisudawan untuk terus berjuang mancapai impian tersebut. Mahasiswa yang memiliki keinginan yang kuat dengan disertai usaha yang kuat akan memberikan modal bagi lulusan yang bisa dibanggakan untuk mengusi era saat ini.
sumber : UIN MALANG
WISUDA OKTOBER: Prosesi Simple Namun Penuh Makna
IMAKA MALANG - Rapat Terbuka Senat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun Ajaran 2014-2015 kembali digelar (18/10).
Bertempat di gedung terluas di Kampus Ulul Albab, Sport Center (SC) acara penuh makna ini berlangsung. Dihadiri oleh 1.106 wisudawan, ribuan wali wisudawan dan keluarga wisudawan dari seluruh pelosok nusantara bahkan luar negeri acara tahunan ini berlangsung dengan penuh khidmat. Acara yang menjadi tanda berakhirnya masa studi baik di jenjang D3, S1, S2, dan S3 ini bisa jadi hanya sekali seumur hidup.
Konsep integrasi yang ditawarkan oleh UIN Maliki Malang dalam mencetak kader bangsa selalu menjadi trend. Pasalnya konsep yang menggabungkan antara dua unsur penting dalam satu sosok karakter mahasiswa adalah hal urgen yang diperlukan untuk menghadapi era globalisasi. Kedua unsur tersebut adalah Ma’had al-Jami’ah sebagai basis kedalaman spiritual dan keagungan akhlak. Serta kampus sebagai basis pengembangan keluasan ilmu pengetahuan dan kematangan profesional. Integrasi kedua unsur ini ditambah dengan kemampuan bilingual akan menjadi senjata ampuh untuk menghadapi era globalisasi.
Jumlah wisudawan yang besar merupakan sebuah bentuk kesyukuran tersendiri bagi kampus yang dipimpin oleh Mudjia Rahardjo ini, namun di sisi lain juga terdapat sebuah masalah yang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Dengan jumlah wisuda yang banyak ini maka akan dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk merampungkan prosesi tahunan ini. “Maka dengan memperhatikan hal ini ada sebuah terobosan baru untuk wisuda Oktober 2014 ini, yaitu pemindahan tali kucir wisuda yang hanya dilakukan secara simbolis,” terang Abadi Wijaya, salah satu panitia Rapat Terbuka Oktober 2014. Sehingga pemindahan tali kucir ini akan diwakilkan kepada salah seorang wisudawan. Tentunya hal ini menjadi sebuah strategi baru panitia untuk memangkas waktu prosesi yang terlalu lama.
sumber : UIN Malang
