Kalender Layanan Online Semester Ganjil 2015/2016 dapat di download disini :
Kajian Publik LKP2M
Sebuah dilema besar menyelimuti bangsa ini, ketika pemerintah belum bisa menjawab dengan pasti bagaimana kesiapan indonesia dalam menghadapi ASEAN Comunity 2015 mendatang.
Hal inilah yang melatarbelakangi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa (LKP2M) untuk menggelar “Kajian Publik” yang bertemakan “Kesiapan Indonesia Menyongsong ASEAN COMUNITY 2015” (25/09).
Acara yang diadakan di ruag pertemuan Gedung DR. (HC) Ir. Soekarno Lt. 3 ini, merupakan rentetan acara Lustrum ke III UKM yang bergelut dalam bidang kajian dan penelitian ini. Selain itu, kegiatan tersebut mendatangkan Panelis yang sudah pakar dalam bidangnya, Sebut saja: Yuniarti Hidayah, S.P., S. E,.M.BUS (Pakar Ekonomi) dan Mukhamad Yahya, PH.D (Pakar Sosiologi). Turut hadir pula dalam acara itu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran se-Malang Raya dan Organisasi Ekstra UIN Maliki, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Keluarga Besar Mahasiswa Bidikmisi (KBMB) UIN Maliki, Ikatan Mahasiswa Muhammadiya (IMM), dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Dalam paparan materinya, Yuniarsih menjelaskan panjang lebar tentang peluang dan tantangan ekonomi indonesia mendatang ketika ASEAN Comunity sudah memamsuki negara ini. Ada 7 peluang yang harus dimanfaatkan oleh seluruh elemen masyarakat indonesia, diantaranya : Aliran modal, manfaat integrasi ekonomi, daya saing, negara tujuan investor, sektor jasa yang terbuka, pasar potensi dunia dan negara pengekspor.
Begitu pula dengan tantangan ekonomi haruslah diperhatikan. Pasalnya, tantangan inilah yang akan menjadi “bomerang” bagi bangsa ini, ketika seluruh elemen masyarakat tidak siap dengan hadirnya ASEAN Comunity. Tantangan tersebut adalah , daya saing Sumber Daya Manusia (SDM), Laju Inflasi, Dampak negatif arus modal yang lebih bebas serta peningkatan ekspor dan import.“Tantangan lainnya yang akan dihadapi oleh Indonesia adalah bagaimana mengoptimalkan peluang tersebut. Economic Community 2015 dapat menjadi kebangkitan kejayaan perekonomian Indonesia jika Indonesia mampu meningkatkan daya saingnya dan memanfaatkan peluang yang terbuka lebar di pasar ASEAN”, ungkap dosen fakultas ekonomi tersebut.
Beda halnya dengan Yahya, Pakar sosiologi dari UIN Maliki ini lebih menitikberatkan pada pembahasan sosial-budaya. Ia menganggap bahwa kesiapan bangsa ini untuk menghadapi ASEAN Comunity 2015 sangat rendah sekali. Hal ini dibuktikan dengan peringkat daya saing negara indonesia yang menempati peringkat ke 46 dibawah negara singapura, malaysia dan thailand. “Daya saing negara kita masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh budaya korupsi yang menjalar luas di sistem birokrasi negara dan keadaan sosial masyarakat yang sangat rendah”, ungkapnya.
Selain itu, dosen alumni salah satu universitas australia itu menambahkan, bahwa ada 4 langkah yang seharusnya ditempuh oleh masyarakat, kususnya mahasiswa untuk menghadapi ASEAN Comunity, yaitu Communication, creative thinking, critical thingking and culture colaboration. “menjadikan ASEAN COMUNITY sebagi peluang, mengutamakan bahasa, berfikir kreatif, dan berkolaborasi dalam budaya merupakan 4 langkah yang saya rekomendasikan untuk menyiapkan bangsa ini dalam menghadapi ASEAN COMUNITY 2015” tegasnya.
sumber : UIN Malang
Rektor : Jadikan Positive Psychology sebagai Ikon Psikologi UIN Maliki
Kemajemukan Nusantara dapat dilihat sebagai masalah ataupun peluang oleh berbagai pakar, begitupula pakar Psikologi tak mau ketinggalan, karena dimana ada manusia disana dibutuhkan keilmuan Psikologi.
Mengangkat tema The future of positive psychological assessment : Making a Difference Fakultas Psikologi UIN mengundang Mantan Sekretaris Jenderal Kementrian Agama RI, Bahrul Hayat sebagai pemateri. Tak kurang dari 500 mahasiswa, dosen dan bahkan rektor duduk fokus menyerap ilmu sampai puncak acara dalam Stadium Generale di Gedung Ir.H. Soekarno, lt.5. (29/09).
Dimoderatori fresh doctor bidang Psikometri, Ali Ridho menuturkan bahwa Psikologi baru mulai terkenal dua abad terakhir, karena membuat alat ukur di Psikologi tidak sepasti dan semudah di fisika ataupun matematika, mempelajari manusia sangatlah kompleks, karena setiap pribadi memiliki karakter berbeda. Karakter adalah bagian dalam diri kita yang kita keluarkan, Setan dan malaikat tidak kreatif karena mereka tidak memiliki pilihan. Sedangkan Manusia diciptakan kreatif karena memiliki pilihan, selalu mencoba untuk survive, saling mempertahankan satu sama lain dengan terus berkoneksi, ia adalah makhluk sosial.
“Selama 2 abad, psikologi berfokus pada sisi buruk manusia. Hal ini terjadi tak lain juga dikarenakan oleh peran media yang selalu meneror setiap orang dengan sisi kekerasan, dan banyak mindset negatif lain. Jadi kita selalu terkonstruk untuk berfikir negatif, hanya minoritas saja dari media yang menampilkan sisi kemuliaan atau positif manusia. Selain itu para psikolog dala publikasi penelitiannya, hampir 90% yang melihat sisi bad human serta terapi yang ada hanya diperuntukkan bagi orang-orang patologi,” jelas Bahrul Hayat, Doktor jebolan University of Chicago Amerika Serikat tersebut.
Selain itu, Ketua umum Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) tersebut juga menerangkan kalau Psikologi positif adalah keilmuan yang berfokus pada kekuatan kebahagiaan manusia. Seperti yang sering ada dalam doa kita setiap hari, Robbanaa aatinaa fii dunya khasanah yang secara tidak sadar khasanah adalah meminta good life in psychology every day
Happiness atau satisfaction terendah adalah kesenangan yang hedonistis dan puncaknya dalam konsep islam ketika telah rohmatan lil ‘alamiin.
Bapak yang juga didaulat menjadi Dewan pengawas LPDP juga menyampaikan bahwa prinsip dasar positive psychology seperti orang yang selalu positif dalam menghadapi apapun sama dengan orang yang kreatif karena ia mampu membuka pikiran dan hatinya, juga mau menerima pendapat orang lain. Karena senyum yang dipaksakan akan menghukum dirimu sendiri, karena secara fisiologis tubuh menolak itu. Hiduplah seperti roller coster, apapun rasamu ketika menaikinya, takut, kaget tapi diakhirnya kamu akan selalu bilang “Im happy”. Diantara 10 aspek positif psikologi yaitu; Joy, gratitude, serenity, hope, interest, pride, awe, inspiration, amusement dan Love.
Puncak acara, Bahrul memberikan penyemangat, Jika anda berani mengatakan “good bye” duka lara, maka Allah menyiapkan “hello” selamat datang pada bahagia. “Jika UIN Sunan Kalijaga memiliki ciri khusus dengan mampu menjelaskan keterkaitan antara psikis dan fisik dalam spirituality dan religiusitas, dan UIN Syarif Hidayatullah dengan ciri variabel terbanyak dan perkembangan kuantitatif riset dalam Psikologi, maka saya ingin Psikologi UIN Maliki Malang mampu mengembangkan psikologi positif sebagai skill khusus,” harap Bahrul. Dan setelahnya Rektor pun mendeklarasikan bahwa Psikologi UIN harus menjadi pusat perkembangan positive psychology di Indonesia.
sumber : UIN Malang
UIN Maliki Lepas 1106 Wisudawan
IMAKA MALANG - Gemuruh nyanyian kebangsaan Indonesia Raya pagi itu menggema di ruangan pertemuan gedung Sport Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebanyak 3500 wisudawan dan wali wisudawan serentak menyanyikan lagu Indonesia Raya (18/10).
Acara formal yang dimulai tepat pukul 08.00-12.00 WIB itu diwarnai wajah sumringah dan senyuman dari para wisudawan dan orang tua wali wisudawan. Dalam kesempatan itu, Rektor UIN Maliki Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo menyampaikan bahwa UIN Maliki tidak bertujuan untuk mencetak lulusannya menjadi PNS. Lebih dari itu, lulusan UIN Maliki harus menjadi pemimpin di setiap lini yang ada. Baik di ranah pemerintahan maupun swasta. “UIN Maliki menginginkan lulusannya menjadi pemimpin bukan PNS,” harapnya.
Rektor UIN Maliki menegaskan bahwa kelompok intelektual yang hari ini diwisuda telah berhak menyandang gelar sarjana sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing. Bagi wisudawan yang hari ini dikukuhkan untuk terus berkarya dan melakukan pengabdian serta menjaga tali silaturrahim dimanapun mereka berada. “Dengan ilmu yang telah diraih, maka gunakan itu untuk terus berkarya dan mengabdikan diri kepada masyaskat,” harapnya.
Menurut Prof. Mudjia, Era kompetisi saat ini manusia akan selalu dihadapkan pada dua pilihan yaitu menang atau kalah, dan tentunya semua orang ingin menang dan sukses dalam segala hal. “Keinginan itu harus dibarengi dengan perjuangan keras tanpa henti untuk mencapai cita-cita yang diharapkan,” ungkapnya serius.
Oleh karena itu, pak Rektor, mengajak para wisudawan untuk terus berjuang mancapai impian tersebut. Mahasiswa yang memiliki keinginan yang kuat dengan disertai usaha yang kuat akan memberikan modal bagi lulusan yang bisa dibanggakan untuk mengusi era saat ini.
sumber : UIN MALANG
WISUDA OKTOBER: Prosesi Simple Namun Penuh Makna
IMAKA MALANG - Rapat Terbuka Senat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun Ajaran 2014-2015 kembali digelar (18/10).
Bertempat di gedung terluas di Kampus Ulul Albab, Sport Center (SC) acara penuh makna ini berlangsung. Dihadiri oleh 1.106 wisudawan, ribuan wali wisudawan dan keluarga wisudawan dari seluruh pelosok nusantara bahkan luar negeri acara tahunan ini berlangsung dengan penuh khidmat. Acara yang menjadi tanda berakhirnya masa studi baik di jenjang D3, S1, S2, dan S3 ini bisa jadi hanya sekali seumur hidup.
Konsep integrasi yang ditawarkan oleh UIN Maliki Malang dalam mencetak kader bangsa selalu menjadi trend. Pasalnya konsep yang menggabungkan antara dua unsur penting dalam satu sosok karakter mahasiswa adalah hal urgen yang diperlukan untuk menghadapi era globalisasi. Kedua unsur tersebut adalah Ma’had al-Jami’ah sebagai basis kedalaman spiritual dan keagungan akhlak. Serta kampus sebagai basis pengembangan keluasan ilmu pengetahuan dan kematangan profesional. Integrasi kedua unsur ini ditambah dengan kemampuan bilingual akan menjadi senjata ampuh untuk menghadapi era globalisasi.
Jumlah wisudawan yang besar merupakan sebuah bentuk kesyukuran tersendiri bagi kampus yang dipimpin oleh Mudjia Rahardjo ini, namun di sisi lain juga terdapat sebuah masalah yang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Dengan jumlah wisuda yang banyak ini maka akan dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk merampungkan prosesi tahunan ini. “Maka dengan memperhatikan hal ini ada sebuah terobosan baru untuk wisuda Oktober 2014 ini, yaitu pemindahan tali kucir wisuda yang hanya dilakukan secara simbolis,” terang Abadi Wijaya, salah satu panitia Rapat Terbuka Oktober 2014. Sehingga pemindahan tali kucir ini akan diwakilkan kepada salah seorang wisudawan. Tentunya hal ini menjadi sebuah strategi baru panitia untuk memangkas waktu prosesi yang terlalu lama.
sumber : UIN Malang
Fakultas Ekonomi UIN Malang Siapkan Sumber Daya Ulul Albab
Fakultas Ekonomi (FE) UIN Maliki Malang telah melepas mahasiswanya yang sudah berhasil menyelesaikan studi.
Tepat hari Rabu, FE melangsungkan yudisium bagi 130 mahasiswa, meliputi 53 orang dari jurusan Manajemen, 48 orang dari jurusan Akuntansi, dan 29 orang dari Program Diploma III Perbankan Syariah (15/10). Bertempat di Aula Rumah Singgah Pasca Sarjana UIN Maliki, yudisium ini dipimpin langsung oleh Dekan FE Dr. H. Salim Al Idrus, MM, M. Ag.
Dalam rangkaian yudisium ini, FE menghadirkan Dra. Umi Hidayati dari Universitas Negeri Malang (UM). Pembekalan yang ia sampaikan mengenai Menyiapkan Sumber Daya yang Ulul Albab. Menurutnya, hal-hal yang perlu disiapkan, yakni sikap, perilaku, dan performa untuk menjadi pelamar kerja yang mengetahui potensinya sendiri.
Tak hanya itu, dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, S. Ag, M. Si memberikan motivasi kepada peserta yudisium. Ia memberikan ilustrasi tentang filsafat sebuah pensil. Pensil bisa dimanfaatkan apabila sudah diraut dan dipegang dengan banyak jari. “Sama halnya dengan mahasiswa, bahwasanya sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja, ia harus melalui perkuliahan formal yang membutuhkan sebuah perjuangan,” ungkapnya. Ia pun mengimbuhkan bahwasanya belajar tidak cukup hanya di dunia perkuliahan saja, namun ketika di dunia kerja pun tetap belajar dari lingkungan sekitar, layaknya sebuah pensil yang harus diraut kembali ketika tumpul.
Jika melihat pencapaian prestasi mahasiswa FE, tampaknya tahun ini meningkat. Hal ini terbukti dengan hasil pencapaian IPK cumlaud yang lebih banyak daripada sebelumnya dari semua jurusan, yakni 5 orang dari jurusan manajemen, 24 orang dari jurusan akuntansi, dan 11 orang dari Prodi Diploma III Perbankan Syariah. Mahasiswa berprestasi terbaik pun dari program S1 FE ialah Habib Arizal Pratama dari jurusan akuntansi yang berhasil meraih IPK tertinggi di fakultas.
Di akhir wawancara, Ilfi pun berharap mahasiswa yang telah berhasil lulus bisa terserap di dunia kerja, bahkan juga menyerap tenaga kerja. “Tak hanya melamar pekerjaan, namun kami harap mereka bisa membuka lapangan pekerjaan dan menjadi enterpreneur sejati yang lebih kreatif. Dari situlah nantinya skill mereka akan terasah,” pungkasnya ketika ditemui Gema dikantornya.
sumber : UIN Malang
Cucu Petani Jadi Wisudawan Terbaik IPB
Berhasil menamatkan studi dan meraih gelar sarjana merupakan sebuah kepuasaan tersendiri bagi seorang mahasiswa. Apalagi ditambah dengan gelar lulusan terbaik yang dianugerahkan pada proses wisuda.
Kebanggan tersebut yang dirasakan oleh salah seorang wisudawan terbaik Institut Pertanian Bogor (IPB) pada wisuda periode Juni 2014, yakni Ahmad Solikhin. Lulusan terbaik Fakultas Kehutanan IPB itu mengaku, prestasi yang diraihnya saat ini menjadi bukti jika keterbatasan finansial bukan penghalang untuk memberikan hasil terbaik.
"Sebagai cucu dari seorang petani, keterbatasan finansial selama menempuh kuliah di IPB bukan menjadi halangan untuk mencapai mimpi. Karena di kampus pertanian ini tersedia banyak beasiswa," ujar Ahmad, seperti dikutip dari siaran pers, Senin (30/6/2014).
Selama mengikuti perkuliahan di IPB, dia mendapatkan banyak ilmu. Terutama untuk bidang studi yang digelutinya, yaitu pertanian tropika. Oleh karena itu, Ahmad berharap dapat mengaplikasikan semua ilmu yang diperoleh untuk menghadapi berbagai persoalan di masyarakat kelak.
"Tidak hentinya, ilmu dan teknologi di bidang pertanian tropika terutama kehutanan yang diberikan selama di IPB, telah membuka mata saya lebar-lebar akan eksistensinya di Indonesia dan dunia. Sebagai sarjana, merupakan kesempatan emas untuk mengamalkan ilmu dan skill yang dimiliki kepada masyarakat," ungkapnya.
Kebersamaan dengan segenap civitas academica IPS selama beberapa tahun terakhir merupakan kesempatan berharga bagi Ahmad. Selain itu, wadah untuk mengukir prestasi secara akademik dan non-akademik, lingkungan sosial IPB juga memberikan banyak pengalaman berharga baginya.
"IPB telah banyak memberikan warna dan arti dalam kehidupan saya. Nuansa kampus yang religius, fasilitas belajar mengajar yang memadai, keragaman budaya, dan keaktifan organisasi mahasiswa telah banyak memberikan kesempatan untuk memperoleh ilmu, pengalaman, dan skill yang luar biasa. Selama di IPB, moral saya dididik untuk menerapkan kejujuran, misalnya ujian tidak mencontek dan memiliki integritas yang baik," tutup Ahmad.
Raeni, Wisudawan Terbaik Unnes & Becak Sang Ayah
SEMARANG - Datang ke lokasi wisuda bersama orangtua tercinta adalah tradisi bagi para wisudawan di berbagai kampus. Bagi Raeni, ini berarti menumpang becak yang digenjot sang ayah, Mugiyono.
Tidak ada raut malu di wajah wisudawan terbaik di Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu. Raeni tersenyum sumringah di atas becak sang ayah hingga ke lokasi wisuda. Pemandangan ini pun menyita perhatian para keluarga wisudawan dan puluhan wartawan di kampus Unnes.
Gadis berkerudung ini lulus dari jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) Unnes. Sejak semester pertama, peraih Bidikmisi ini membuktikan, keterbatasan ekonomi bukan halangan meraih prestasi. Dia beberapa kali meraih nilai indeks prestasi (IP) sempurna, 4,00. Hingga akhir masa studinya, Raeni mempertahankan prestasi tersebut dan mengantongi nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) akhir 3,96.
Lulus kuliah S-1 bukan berarti perjalanan Raeni terhenti. Faktanya, Raeni menunjukkan tekad baja agar bisa menikmati masa depan yang lebih baik dan membahagiakan keluarganya.
"Selepas sarjana, saya ingin melanjutkan kuliah lagi. Penginnya melanjutkan (kuliah) ke Inggris. Ya, kalau ada beasiswa lagi," kata Raeni seperti dinukil dari laman Unnes.
Sang ayah pun mendukung sepenuh hati keinginan Alumnus SMK 1 Kendal yang ingin menjadi guru itu. Bahkan, Mugiyono rela mengajukan pensiun dini dari perusahaan kayu lapis agar mendapatkan pesangon.
Sebagai gantinya, Mugiyono pun mulai mengayuh becak sejak 2010. Setiap hari, dia mangkal di Kelurahan Langenharjo, Kendal; tidak jauh dari rumahnya.
"Sebagai tukang becak, penghasilan saya tidak menentu, sekira Rp10 ribu hingga Rp50 ribu. Karena itu, saya juga bekerja sebagai penjaga malam sebuah sekolah dengan gaji Rp450 ribu per bulan," ujar Mugiyono.
Menurut Rektor Unnes, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum., pencapaian Raeni membuktikan, anak dari keluarga kurang mampu tidak memiliki halangan untuk bisa berkuliah dan berprestasi. Salah satu contohnya adalah Raeni.
Tidak hanya itu, Fathur meyakini, dalam waktu dekat, kaum dhuafa akan bangkit melalui pendidikan. Keyakinan Fathur cukup masuk akal mengingat setiap tahun ada 50 ribu mahasiswa tidak mampu yang menerima Bidikmisi. Unnes sendiri menyalurkan setidaknya 1.850 Bidikmisi setiap tahun dan menyediakan 26 persen dari total jumlah mahasiswa mereka untuk para siswa dari keluarga tidak mampu.
"Kami sangat bangga dengan apa yang diraih Raeni. Anak-anak dari keluarga miskin akan segera tampil menjadi kaum terpelajar baru. Mereka akan tampil sebagai eksekutif, intelektual, pengusaha, bahkan pemimpin republik ini," kata Fathur.
sumber : Kompas
Lilik, Anak Petani yang Lulus Cumlaude
SURABAYA - Semakin banyak pemuda Indonesia yang berhasil mematahkan ungkapan keterbatasan ekonomi menjadi penghambat berprestasi. Lilik Endrawati menambah panjang daftar tersebut. Berasal dari keluarga petani, dia berhasil menambatkan pendidikan sarjana di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Lilik mengaku tidak pernah menyangka bisa mendapatkan peringkat terbaik di tingkat Fakultas Ilmu Sosial (FIS) pada wisuda Unesa kali ini. Dia berhasil meraih gelar S.Sos dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,74 dengan predikat cumlaude.
Meski meraih peringkat terbaik, Lilik justru selalu mengingatkan diri untuk rendah hati dan bersyukur atas prestasi tersebut. "Kunci suksesnya karena usaha dan doa. Terutama doa orangtua saya di sana," kata Lilik, seperti dikutip dari laman Unesa.
Gadis berkulit sawo matang itu meraih gelar sarjana dengan skripsi yang berjudul "Analisis Diskursus Media pada Kasus Hubungan Seks Incest" dengan masa kuliah delapan semester. Sadar penghasilan orangtuanya sebagai petani pas-pasan, mahasiswa asal Tuban itu mencari sendiri biaya untuk perkuliahannya.
Bekerja untuk memenuhi biaya kuliah serta tekun belajar untuk meraih nilai terbaik tidak menghentikan Lilik untuk aktif dalam organisasi. Selama kuliah ia juga aktif dalam beberapa organisasi yakni sekertaris Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) FIS dan pengelolahan jurnal ilmiah tingkat prodi Sosiologi.
Dia percaya, keterlibatan dalam organisasi dapat membentuk karakter diri yang bermanfaat ketika kelak terjun ke dunia kerja. "Kita harus menimba ilmu juga dalam bidang organisasi untuk menambah pengalaman pribadi dan membentuk karakter diri," urai dara kelahiran 17 Juli 1991 itu.
sumber : Okezone
SBMPTN: Kompetisi Meraih Kursi di PTN
IMAKA MALANG - Enam ratus ribu lebih calon mahasiswa berlomba memperebutkan kursi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) kali ini digelar di 43 PTN secara serempak. Kesemuanya terbagi dalam empat wilayah. UIN Maliki masuk dalam wilayah tiga bersama 16 PTN di Jatim. Pada pelaksanaanya di Kampus Hijau, turut hadir meninjau kegiatan tersebut yaitu Hidayat Nur Wahid mantan Ketua MPR RI, Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Mujdia Rahadjo beserta pejabat kampus, dan Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Dr. Yogi Sugito berserta jajaran dosen UB (17/6).
Dari sekian ribu peserta SBMPTN di UIN Maliki, ada yang datang dari pulau Borneo kalimantan. Sebut namanya Dina (18), calon mahasiswi ini ikut seleksi diantar oleh ayahnya. Ayahnya yang berprofesi sebagai PNS tersebut harus mengambil cuti untuk men-support putrinya agar lulus dalam seleksi ini. “Kami rela pergi jauh dari Kalimantan, berharap putri saya bisa masuk di PTN,” ungkap ayah Dina.
Pada kesempatan SBMPTN ini Dina memilih dua jurusan yaitu Farmasi dan Informatika di UIN Malang. Pada seleksi ini, Dina harus melalui dua tahap seleksi yaitu Tes Kemampuan Dasar Akademik (TKDA) dan Tes Kemampuan Dasar Sains dan Teknologi (TKD Saintek). “Entah lulus ataupun tidak, pastinya saya hanya bisa berusaha. Selebihnya saya kembalikan kepada Allah,” ungkapnya.
Listrik Hijau dari Limbah Tebu
JAKARTA - Jeli. Itulah kunci inovasi. Satu kata inilah yang mendorong lahirnya teknologi energi terbarukan dari tanah Yogyakarta.
Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) ini jeli melihat potensi dari limbah tebu yang banyak mereka temui. Melalui serangkaian penelitian, Rivandi Pranandita Putra, Agustinus Wahyu Krisnanta dan Latiful Muttaqin pun menyulap limbah tebu tersebut menjadi sumber energi terbarukan dalam bentuk biobriket limbah ampas tebu dengan enceng gondok (Biolatek).
Sang Ketua Tim, Rivandi, memaparkan, jika diolah, limbah ampas tebu masih berpotensi menjadi sumber energi alternatif. Dalam satu kilogram limbah ampas tahu saja masih ada setidaknya 2,5 persen gula senilai 1.825 kkal. Jika mencampurnya dengan sumber biomassa lain, maka nilai kalor ampas tebu tersebut dapat meningkat. Rivandi dkk memilih enceng gondok sebagai campuran.
"Melihat luasnya perkebunan tebu di Indonesia yang akan terus bertambah seiring dengan gerakan swasembada gula nasional, pemanfaatan limbah ampas gula ini tentu menjadi potensi baru pengembangan energi di tanah air," kata Rivandi, seperti dinukil dari laman UGM, Selasa (29/4/2014).
Menurut Rivandi, biobriket dari ampas tebu dan enceng gondok ini dimanfaatkan sebagai sumber energi rumah tangga dan industri. Dia berharap, suatu saat biobriket dapat juga menjadi sumber energi bagi pembangkit listrik.
"Semoga biobriket ini dapat mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian bahan bakar fosil dan mewujudkan Indonesia mandiri energi," tuturnya.
Tidak hanya aplikatif, inovasi Biolatek juga diganjar sebagai juara dalam lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional MIPA Road to Scientific Paper and Seminar (MARSS) 2014, belum lama ini. Dalam kegiatan yang dipusatkan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tersebut, Rivandi dkk berhasil meraih juara II dan unggul dari 80 tim lainnya dari berbagai kampus di Tanah Air.
===============
Sudah banyak bisnis online menawarkan hasil melimpah dengan syarat cari downline terlebih dahulu. Bisnis online yang kami tawarkan berbeda dan tidak perlu cari downline. Cukup sekali daftar dan rasakan manfaatnya. Klik disini
Biogas Bisa Jadi Bahan Bakar Kendaraan Bermotor
JAKARTA - Biogas merupakan sebuah alternatif energi dengan memanfaatkan limbah yang biasa digunakan oleh warga setempat sebagai bahan bakar untuk keperluan memasak. Padahal, jika diproses lebih lanjut, biogas ternyata bisa menghasilkan listrik dan menggerakkan mesin.
Oleh karena itu, sejumlah peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang tergabung dalam grup riset 'Sains untuk Rakyat' melakukan serangkaian riset dan uji coba pengolahan biogas dalam tahapan lebih lanjut. Mereka ialah Wiratni, Aswati Mindaryani, Imam Prasetyo, Teguh Ariyanto, dan Jayan Sentanuhady.
Grup ini didukung oleh Anies Mutiari dari LIPI Bandung untuk pengembangan unit pilot purifikasi biogas dan Daniel Tanto dari UD Santosa Teknik Klaten yang menjadi mitra dalam modifikasi generator listrik dan mesin-mesin industri kecil untuk dioperasikan menggunakan biogas.
Melalui riset tersebut, Wiratni dan kawan-kawan bertekad menjadikan biogas sebagai pengganti bahan bakar konvensional, baik bensin maupun solar untuk menggerakkan mesin-mesin pada industri kecil. Selain itu, tim juga bermaksud untuk mengonversi biogas menjadi listrik dan menjadikan biogas sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.
Hal tersebut diwujudkan dengan membuat sebuah sistem purifikasi dan penyimpanan biogas dalam kemasan tabung atau tangki. "Dengan dikemas dalam tabung bisa lebih meningkatkan nilai jual biogas dan mudah dalam pendistribusiannya ke berbagai daerah," ujar Wiratni, seperti disitat dari situs UGM, Jumat (25/4/2014).
Sebelum dilakukan penyimpanan biogas dalam tabung atau penggunaan lain, misalnya sebagai bahan bakar generator listrik, terlebih dulu dilakukan pemurnian atau purifikasi. Mengapa harus dimurnikan dulu?
Wiratni menjelaskan, dalam biogas terkandung sekitar 50-60 persen metana yang merupakan bahan bakar. Sementara 40 persen sisanya adalah senyawa-senyawa pengotor, seperti karbondioksida, uap air, dan hidrogen sulfida.
"Gas-gas pengotor tersebut tidak bisa terbakar dan menurunkan nilai kalor biogas, bahkan menimbulkan korosi (karat) sehingga harus dihilangkan dulu sebelum biogas dipakai untuk pembangkit listrik atau dikompresi untuk disimpan dalam tabung," ungkapnya.
Dia menyebut, kontrol terhadap unsur-unsur dalam biogas sangat diperlukan agar diperoleh kadar metana (CH4) yang maksimal dan kandungan karbondioksida seminimal mungkin. Sistem purifikasi yang dikembangkan oleh grup riset 'Sains untuk Rakyat' mampu memurnikan biogas hingga kadar metana di atas 80 persen.
"Hasil terbaik dari proses pemurnian yang pernah diperoleh menghasilkan kadar metana hingga 95 persen, tetapi kami masih menguji reproducibility dari hasil ini. Efisiensi penyimpanan dan pemanfaatannya mencapai dua kali lipat biogas yang tidak dimurnikan dengan baik," papar Wiratni.
Proses purifikasi biogas, kata Wiratni, dilakukan menggunakan resin yang dapat memisahkan karbondioksida dan hidrogen sulfida dari biogas dengan mekanisme pertukaran ion. Dengan demikian, alat purifikasi dapat dibuat ringkas dan hampir tanpa cairan sehingga dalam melakukan pemeliharaan tidak terlalu sulit atau repot terhadap kemungkinan terjadi kebocoran.
"Perawatan hanya dengan melakukan penambahan air secara berkala untuk sekadar membasahi permukaan resin. Karbondioksida dalam biogas akan terikat secara fisis dan mudah untuk dilepaskan kembali jika resin sudah jenuh (proses regenerasi resin)," urainya.
Kemudian, lanjutnya, resin yang telah dipakai perlu dilakukan regenerasi dengan larutan basa. Jika alat ini dipasang di lokasi peternakan, regenerasi dapat dilakukan dengan mencuci resin menggunakan urin sapi.
"Untuk saat ini masih dilakukan sejumlah pengujian di laboratorium untuk mengoptimalkan unit alatnya supaya dapat dibuat satu paket dengan genset biogas yang sudah banyak beredar di masyarakat," kata Wiratni.
===============
Sudah banyak bisnis online menawarkan hasil melimpah dengan syarat cari downline terlebih dahulu. Bisnis online yang kami tawarkan berbeda dan tidak perlu cari downline. Cukup sekali daftar dan rasakan manfaatnya. Klik disini
Hasil Akreditasi Institusi Wilayah Jatim
| No. | Perguran Tinggi | No.SK | Tgl.SK | Nilai | Skor | Tgl. Daluwarsa | Status Daluwarsa |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 015/SK/BAN-PT/Akred/PT/I/2014 | 16-01-2014 | A | 368 | 16-01-2019 | masih berlaku |
| 2 | Universitas Airlangga | 024/SK/BAN-PT/Akred/PT/I/2014 | 16-01-2014 | A | 371 | 16-01-2019 | masih berlaku |
| 3 | Universitas Brawijaya | 030/SK/BAN-PT/Akred/PT/I/2014 | 16-01-2014 | B | 357 | 16-01-2019 | masih berlaku |
| 4 | Universitas Hang Tuah | 011/BAN-PT/Ak-III/Inst/II/2012 | 17-02-2012 | C | 290 | 17-02-2017 | masih berlaku |
| 5 | Universitas Islam Malang | 072/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013 | 21-02-2013 | B | 314 | 21-02-2018 | masih berlaku |
| 6 | Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang | 032/SK/BAN-PT/Akred/PT/I/2014 | 16-01-2014 | A | 364 | 16-01-2019 | masih berlaku |
| 7 | Universitas Kristen Petra | 021/SK/BAN-PT/Akred/PT/I/2014 | 16-01-2014 | A | 363 | 16-01-2019 | masih berlaku |
| 8 | Universitas Muhammadiyah Malang | 074/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013 | 21-02-2013 | A | 364 | 21-02-2018 | masih berlaku |
| 9 | Universitas Muhammadiyah Sidoarjo | 006/BAN-PT/Ak-III/Inst/II/2012 | 10-02-2012 | C | 254 | 10-02-2017 | masih berlaku |
| 10 | Universitas Narotama | 037/SK/BAN-PT/Akred/PT/I/2014 | 16-01-2014 | B | 306 | 16-01-2019 | masih berlaku |
| 11 | Universitas Negeri Surabaya | 077/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013 | 21-02-2013 | B | 325 | 21-02-2018 | masih berlaku |
| 12 | Universitas Surabaya | 064/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013 | 21-02-2013 | B | 345 | 21-02-2018 | masih berlaku |
