Gandeng SEAMOLEC, UB Gelar Workshop PJJ

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau yang lebih dikenal dengan distance learning saat ini memang sedang menjadi alternatif pilihan bagi perguruan tinggi negeri / swasta (PTN/PTS) dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Baik secara prinsip maupun penerapannya menjadi sebuah pertimbangan penting ketika di era sekarang proses pembelajaran berbasis TIK sendiri merupakan salah satu bagian pengembangan model mata kuliah. Dengan latar belakang inilah, Universitas Brawijaya (UB) bekerjasama dengan SEAMOLEC menggelar acara workshop pengembangan bahan ajar program pendidikan jarak jauh bagi seluruh dosen fakultas di UB, Senin hingga Rabu (28 - 30/10) di ruang pertemuan lt 1, Hotel Savana.

SEAMOLEC sendiri merupakan salah satu pusat pendidikan dibawah naungan the Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) yang berkecimpung dalam bidang riset dan pengembangan, pelatihan teknologi dan informasi, berbagi keahlian dan sumber daya di dalam dan luar regional Asia Tenggara dalam bidang pendidikan terbuka dan jarak jauh. Sejatinya institusi yang didirikan pada 27 Februari 1997 ini mengemban visi dan misi untuk membantu negara-negara anggota SEAMEO dalam mengidentifikasi masalah-masalah pendidikan dan menemukan solusi melalui system pendidikan jarak jauh.

Dalam workshop hari pertama tersebut, Dina Mustafa selaku perwakilan dari Universitas Terbuka (UT) memaparkan perlunya prinsip dan penerapan dalam sistem PJJ yang terintegrasi dengan teknologi informasi. Lewat penerapan instruksional yang jelas dengan menggunakan berbagai metode dan media yang mendorong keaktifan pengguna dalam belajar, diharapkan PJJ menjadi media yang lebih fleksibel terhadap pengajar maupun mahasiswanya. "Dengan persiapan yang matang, para peserta didik dapat mengembangkan kemampuan mengorganisasikan kegiatan belajaranya sendiri dan menimbulkan feedback bagi dirinya untuk membuat respon yang benar pula. Tentunya dengan penerapan akomodasi pemilihan waktu, cara dan sumber bahan belajar yang telah ditetapkan," ujarnya.

Tugas dosen dalam sistem PJJ sendiri juga terbagi dalam tiga tahap. Yang pertama yaitu, perencanaan yang meliputi peta kompetensi, GBPP, rancangan SPJJ, bahan ajar, media serta perangkat soal. Kedua adalah melaksanakan dan membimbing mahasiswa sesuai dengan bahan ajar yang telah diberikan. Dan ketiga adalah penilaian yang meliputi evaluasi hasil belajar dan mata kuliah. Diharapkan dengan ketiga proses ini, mahasiswa tidak sekedar memahami maupun mengerti materi yang diberikan. Melainkan mereka mampu menjelaskan, menerapkan, menganalisis, mengidentifikasi atau bahkan mekreasi materi tersebut. Selain media tutorial seperti , simulasi, gambar video ataupun audio, nantinya para dosen akan menciptakan e-modul yang dapat diunduh oleh para mahasiswa sebagai bahan ajar.

Pada hari kedua, peserta mendapatkan pelatihan mengenai pengembangan video dan web based materials termasuk pengembangan naskah untuk satu topik mata kuliah, didampingi oleh Abu Bakar bersama tim dari SEAMOLEC. Dan dilanjutkan dengan proses praktikum (uploading) serta evaluasi hasil pengembangan pada hari ketiganya.

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Aditya Nusantara | Berita Terbaru | Berita Kampus
Copyright © 2014. IMAKA MALANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger