Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

5 Hal yang Harus Dilakukan Orangtua Saat Bayi Menangis Tanpa Sebab

anak nangis

Bayi Anda sudah kenyang, sudah tidur, dan sudah mandi sekaligus wangi, lalu mengapa tak juga kunjung berhenti menangis? Jangan-jangan ada yang salah dengan perawatan yang Anda berikan.  

Tenang saja, Anda jangan langsung menyalahkan diri sendiri. Selama tangisan bayi tersebut tidak diikuti dengan keluhan medis yang terlihat pada fisik, maka bisa jadi bayi Anda tengah mencari perhatian. Berikut lima langkah dalam meredam tangisan tanpa sebab bayi yang baru lahir:

Berikan dot
Menurut penelitian, mengedot bisa membuat jantung bayi berdetak stabil, menenangkan perut dan kaki bayi yang bergerak serta menegang saat menangis. Disarankan untuk memberikan bayi dot atau jari Anda sendiri (pastikan dalam keadaan bersih dan steril), ini adalah cara umum untuk menghentikan tangis bayi yang pecah tanpa sebab.

Berikan pelukan dan kehangatan
Bayi yang baru lahir mengalami masa penyesuaian suhu tubuh dengan kondisi sekitar. Ini wajar terjadi, mengingat selama sembilan bulan bayi terproteksi dengan nyaman dalam kandungan ibu. Maka dari itu, saat bayi baru lahir terus menangis, padahal sudah menyusu dan tidur dengan cukup, ini tandanya mereka merasa kurang hangat atau nyaman dengan lingkungan sekitar. Disarankan untuk menyelimuti bayi dengan selimut yang tebal dan hangat agar kembali tenang. Selain itu, menimang sembari mendekapnya di dada dapat menciptakan rasa hangat dan menenangkan bayi dalam seketika.

Perdengarkan musik
Redakan tangis bayi Anda dengan menyalakan musik instrumental yang lembut, menyanyikan lagu nina bobo, dan menggendong bayi sembari ditimang-timang. Cobalah beberapa eksperimen dengan memperdengarkan sejumlah jenis musik untuk mengetahui mana yang dapat segera menenangkan bayi Anda.

Udara terbuka
Terkadang bayi menangis karena merasa bosan, maka dari itu cobalah untuk meredam jeritan tangis bayi Anda dengan cara membuka pintu kamar atau menggendongnya di udara terbuka. Saat melakukan hal itu, jangan lupa sembari bercerita mengenai lingkungan sekitar, entah langit yang berwarna biru, orang yang sedang sibuk berjalan, atau hal-hal lain yang terlihat kasatmata oleh Anda.

Pijatan
Umumnya bayi senang akan sentuhan tulus dan penuh kasih sayang dari orangtua dan saudara dekat lainnya. Anda tak perlu khawatir, apakah ini bakal membuat bayi Anda sakit atau salah urat, karena selama pijatan yang Anda berikan ringan, lembut, dan dilakukan secara perlahan, hal tersebut akan menciptakan rasa tenang pada bayi.

sumber : Kompas.

0 komentar

Semarak Memilih untuk Indonesia Baru bagi Mahasiswa

Ayo_Memilih

IMAKA MALANG - Masih hangat pesta demokrasi pemilu legislatif yang dirayakan oleh seluruh rakyat Indonesia, kemarin (9/4) baik di tingkat nasional, provinsi, kota, maupun daerah. Pemilih tidak hanya dari orang tua saja, namun juga dari para pemuda. Tak terkecuali mahasiswa Psikologi UIN Maliki Malang yang juga turut meramaikan pencoblosan. Seperti yang dialami oleh Vina Audina Danty, yang ditemui PsychoNews pada kamis 10 April 2014, menyatakan bahwa. “Saya datang ke TPS daerah Araya sekitar jam 8 sama Papa dan Mama. Saya mencoblos sudah dua kali, yang pertama saat pemilihan walikota Malang dan yang kedua sekarang ini”, ujar mahasiswi Psikologi semester IV ini. Ia menyebutkan bahwa pemuda sekarang-lah yang nantinya akan memimpin Indonesia, sehingga untuk memulai hal tersebut ia ingin suaranya tersalurkan terlebih dahulu dengan adanya pemilu ini. Lebih lanjut, Vina juga menjelaskan “Alasan saya mencoblos karena pengen suara saya tersalurkan, dan nasib bangsa kan nantinya ada di tangan anak muda”, kata gadis asal Malang ini.

Antusiasme pemilu tak hanya terlihat dari penduduk asli Malang saja, namun juga dari mahasiswa rantau yang berkuliah di UIN Maliki Malang, Banan Muthohharoh Zain misalnya. Mahasiswi asal Lampung ini juga ikut serta memeriahkan pesta demokrasi kemarin. Di kesempatan yang sama, Banan menceritakan usahanya agar dapat mencoblos meski harus pindah TPS. “Awalnya itu ngurus ke KPU Kota Malang, menyerahkan foto kopi KTP dan KTM, serta mengisi biodata. Lalu pada 1 April disuruh download form A5 di akun Twitter @kpumalangkota. Kemudian form itulah yang dibawa ke TPS.” Karena merupakan pemilih pindahan, Banan harus mengantre lama untuk dapat mencoblos. “Sampai di TPS jam 11 lewat, mencoblosnya sekitar jam setengah satu”, ungkap mahasiswi berkaca mata ini.

Vina berharap agar anggota dewan terpilih dapat terhindar dari korupsi dan menjadi lebih baik dari sebelumnya. “Harapannya, anggota dewan nggak korupsi dan jadi lebih baik lagi pokoknya”, ungkapnya. Pernyataan tersebut diamini oleh Banan yang mengharapkan hal serupa. “Selain itu, semoga kitanya lebih diperhatikan lagi (oleh anggota PDR)”, tambah Banan.

Sudah seharusnya rakyat Indonesia menggunakan hak pilihnya dalam pemilu dan sebaiknya tidak bersikap apatis demi kemajuan bangsa ini. Kehadiran pemilih dengan mencoblos, membuktikan bahwa kita sudah berperilaku pro-sosial terhadap Negara ini. “Meskipun sulit, tapi harus tetap semangat memilih!”, tutup keduanya hampir berbarengan sambil menyodorkan kepalan tangan tanda semangat.

0 komentar
 
Support : Aditya Nusantara | Berita Terbaru | Berita Kampus
Copyright © 2014. IMAKA MALANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger