Featured Post Today
print this page
Latest Post

E-Filling: Permudah Wajib Pajak dengan E-Fin

tax-center

IMAKA MALANG - Tax Center UIN Maliki bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah (Kanwil) III Jatim menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Bendahara Mahir Pajak (4/3).

Bertempat di ruang rapat gedung Ir. H. Soekarno Lt. 3, pelatihan tersebut tak hanya dihadiri bendahara, namun turut hadir pula Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), staff keuangan, dan wakil dekan 2 bidang admininstrasi umum.

Direktur Tax Center UIN Maliki Malang Sri Andriani memaparkan bahwa kegiatan tersebut merupakan program Tax Center untuk memperkenalkan pajak pada mahasiswa, masyarakat, dan khususnya kepada para wajib pajak.

“Maka, kami berinisiatif untuk memberikan pelatihan ini agar lembaga atau pihak yang berkecimpung dengan pengeluaran keuangan dapat memahami pajak secara detail,” tutur wanita yang akrab disapa Bu Andri tersebut.

Kegiatan dibuka oleh Kabiro Keuangan UIN Maliki H. Slamet. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat.

“Agar tidak sering terjadi kesalahpahaman, maka kegiatan ini sangatlah penting,” ujar dosen statistik tersebut pada peserta. Ia juga menyarankan agar selanjutnya dapat dilaksanakan pelatihan serupa di tempat yang lebih representatif.

Sosialisasi dan pelatihan tersebut berlangsung selama satu hari dengan mendatangkan pemateri dari DJP Kanwil III Jatim Fuadi.

Fuadi menyampaikan poin penting tentang Surat Pemberitahuan (SPT) masa Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21 dan pasal 26. Tak hanya itu saja, pada sesi kedua, Fuadi memperkenalkan sistem pajak yang baru, yakni E-filling.

E-filling ini merupakan terobosan baru untuk menyampaikan SPT tahunan  melalui internet,” ungkap Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Malang tersebut.

Terobosan tersebut dibuat untuk memudahkan wajib pajak serta hemat biaya dan waktu. Saat pelatihan pun, peserta dengan dibimbing oleh pemateri membuat e-Fin.

E-Fin merupakan nomor identitas wajib pajak bagi pengguna e-filling,” jelasnya.

Di akhir wawancara, Sri Andriani berharap agar masyarakat, khususnya sivitas akademika UIN Maliki lebih sadar pajak.

0 komentar

Film Pertama Karya Mahasiswa Fakultas Humaniora

sinematografi-04042014

IMAKA MALANG - Suasana Home Theatre Fakultas Humaniora (21/3) tampak ramai dipenuhi penonton. Kali ini fakultas Humaniora mengadakan agenda kegiatan yakni malam apresiasi Karya Peserta Workshop Film & Cinematography yang sebelumnya telah berlangsung workshop selama lima hari, mulai senin hingga jumat (17-21 Maret 2014).

Acara penampilan karya kali ini dihadiri oleh pemateri workshop Film & Cinematography, yakni Icang S Tisnamiharja, Barly Juan F, Susilo Priyo, Servo Caesar Prayoga, peserta workshop, dan dekanat fakultas Humaniora, serta puluhan undangan dari kalangan dosen maupun mahasiswa.

Kegiatan kali ini adalah pertama kali diadakan di kampus ulul albab (UIN Maliki Malang). Di awal acara penonton disuguhi film yang berjudul “Nol Rupiah”, dan sela-sela acara Servo Caesar Prayoga selaku pemateri Workshop, yakni sebagai editor film & sinematografi menyempatkan untuk menghibur penonton yang hadir dengan keahlian beatbox-nya.

Gemuruh tepuk tangan pun meramaikan acara. Selanjutnya, penampilan karya peserta workshop pun diputar, mulai dari film fiksi, film dokumenter, dan video klip. “Karya-karya film ini merupakan karya para peserta workshop Film & Cinematography sendiri,” jelas Icang S Tisnamiharja, selaku pemateri bagian produksi.

Selain itu, dekan Fakultas Humaniora, Dr. Hj. Isti'adah, M.A menuturkan bahwa acara workshop ini merupakan acara yang luar biasa dan baru pertama kali diadakan di UIN Maliki Malang, khususnya Fakultas Humniora, beliau mengungkapkan agar nantinya ilmu yang sudah diterima dan didapatkan oleh peserta workshop dapat diamalkan dan diaktualisasikan selanjutnya.

0 komentar

Semarak Memilih untuk Indonesia Baru bagi Mahasiswa

Ayo_Memilih

IMAKA MALANG - Masih hangat pesta demokrasi pemilu legislatif yang dirayakan oleh seluruh rakyat Indonesia, kemarin (9/4) baik di tingkat nasional, provinsi, kota, maupun daerah. Pemilih tidak hanya dari orang tua saja, namun juga dari para pemuda. Tak terkecuali mahasiswa Psikologi UIN Maliki Malang yang juga turut meramaikan pencoblosan. Seperti yang dialami oleh Vina Audina Danty, yang ditemui PsychoNews pada kamis 10 April 2014, menyatakan bahwa. “Saya datang ke TPS daerah Araya sekitar jam 8 sama Papa dan Mama. Saya mencoblos sudah dua kali, yang pertama saat pemilihan walikota Malang dan yang kedua sekarang ini”, ujar mahasiswi Psikologi semester IV ini. Ia menyebutkan bahwa pemuda sekarang-lah yang nantinya akan memimpin Indonesia, sehingga untuk memulai hal tersebut ia ingin suaranya tersalurkan terlebih dahulu dengan adanya pemilu ini. Lebih lanjut, Vina juga menjelaskan “Alasan saya mencoblos karena pengen suara saya tersalurkan, dan nasib bangsa kan nantinya ada di tangan anak muda”, kata gadis asal Malang ini.

Antusiasme pemilu tak hanya terlihat dari penduduk asli Malang saja, namun juga dari mahasiswa rantau yang berkuliah di UIN Maliki Malang, Banan Muthohharoh Zain misalnya. Mahasiswi asal Lampung ini juga ikut serta memeriahkan pesta demokrasi kemarin. Di kesempatan yang sama, Banan menceritakan usahanya agar dapat mencoblos meski harus pindah TPS. “Awalnya itu ngurus ke KPU Kota Malang, menyerahkan foto kopi KTP dan KTM, serta mengisi biodata. Lalu pada 1 April disuruh download form A5 di akun Twitter @kpumalangkota. Kemudian form itulah yang dibawa ke TPS.” Karena merupakan pemilih pindahan, Banan harus mengantre lama untuk dapat mencoblos. “Sampai di TPS jam 11 lewat, mencoblosnya sekitar jam setengah satu”, ungkap mahasiswi berkaca mata ini.

Vina berharap agar anggota dewan terpilih dapat terhindar dari korupsi dan menjadi lebih baik dari sebelumnya. “Harapannya, anggota dewan nggak korupsi dan jadi lebih baik lagi pokoknya”, ungkapnya. Pernyataan tersebut diamini oleh Banan yang mengharapkan hal serupa. “Selain itu, semoga kitanya lebih diperhatikan lagi (oleh anggota PDR)”, tambah Banan.

Sudah seharusnya rakyat Indonesia menggunakan hak pilihnya dalam pemilu dan sebaiknya tidak bersikap apatis demi kemajuan bangsa ini. Kehadiran pemilih dengan mencoblos, membuktikan bahwa kita sudah berperilaku pro-sosial terhadap Negara ini. “Meskipun sulit, tapi harus tetap semangat memilih!”, tutup keduanya hampir berbarengan sambil menyodorkan kepalan tangan tanda semangat.

0 komentar

FITK melakukan perubahan alamat domain dan tampilan website

tampilan-web-fitk-uin-malang-baru

IMAKA MALANG - Sebagai implikasi perubahan nama Fakultas Tarbiyah yang sekarang menjadi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), FITK telah melakukan penyelarasan alamat domain dengan nama fakultas yang baru. Perubahan alamat ini juga berbarengan dengan update tampilan website FITK yang benar-benar baru dengan konten yang akan selalu diusahakan untuk semakin ditingkatkan. 

Perubahan alamat / domain website FITK ini sangat disadari akan mempengaruhi ranking webometric website fakultas dan mungkin juga webometric universitas. Akan tetapi proses ini tetap harus dilakukan mengingat penggunaan nama FITK sudah dilakukan oleh semua Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri. Mindset masyarakat pun akan nama FITK akan berubah dimana FITK bukan lagi Fakultas yang hanya membuka prodi pendidikan agama akan tetapi dengan hadirnya kata Keguruan pada nama FITK diharapkan membuka pengetahuan masyarakat bahwa Fakultas ini juga membuka prodi pendidikan umum.  

Segala usaha yang dilakukan ini tentunya tidak luput dari segala kekurangan, masukan dan saran yang membangun sangat  kami butuhnya demi kemajuan dan peningkatan pelayanan FITK kepada civitas dan juga masyarakat. Perubahan alamat website FITK dari http://tarbiyah.uin-malang.ac.id menjadi http://fitk.uin-malang.ac.id  dan juga perubahan tampilan website FITK diharapkan akan mudah diterima dan membawa dampak positif bagi civitas akademika Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. 

Kunjungi Website FITK Baru

0 komentar

Satu Dasawarsa: Wacanakan Pemimpin Negeri, Mantapkan WCU

satu-dasawarsa-uin

IMAKA MALANG - Tepat satu dasawarsa UIN Maliki turut mewarnai dunia pendidikan di Indonesia. Integritas lembaga selalu dimatangkan oleh segenap civitas akademika. Prestasi pun selalu silih berganti menghampiri lembaga ini. Baik kepemimpinan pada periode Imam Suprayogo hingga kepemimpinan Mudjia Rahardjo sekarang ini. Prestasi mulai dari akreditas institusi dengan nilai A, masuk dalam kategori BLU terbaik se-Indonesia, Jumlah mahasiswa asing terbanyak dari setiap PTAI, hingga peringkat ke-1 Webometrik PTAIN se-Indonesia. Kampus yang terintegrasi dengan pendidikan ma’had ini sekarang semakin yakin dalam mewujudkan lembaga yang bertaraf internasional (WCU).

Dalam momentum satu dasawarsa ini pula, kampus ulul albab menggelar seminar nasional pada Sabtu (5/4) di gedung rektorat Lt-5. Diskusi antar jajaran dosen dan segenap mahasiswa dalam seminar tersebut turut menghadirkan pakar politik ternama. Pertama, Ramlan Surbakti pakar politik dari UNAIR Surabaya, Fachry Ali dan J. Kristiadi yang keduanya merupakan pengamat politik dari Jakarta. Diskusi tersebut mengangkat topik Menakar Peluang Para Calon Presiden dan Masa Depan Bangsa. Topik seminar tersebut sebagai tanggapan terhadap pemilu tahun ini.

“Selain memiliki kompetensi akademik yang matang, mahasiswa harus tanggap terhadap dunia politik yang hangat di negeri ini,” ungkap Mudjia Rahardjo dalam sambutannya. Rektor kelahiran Blitar tersebut menegaskan bahwa mahasiswa pada lima tahun yang akan datang akan turut mewarnai dunia politik. Maka seyogyanya mahasiswa mampu memahami perpolitikan yang sedang terjadi. Sehingga kedepan mampu berkecimpung dan patut menjadi kandidat pemimpin negeri ini.

Salah satu pemateri J. Kristiadi mengatakan bahwa sosok pemimpin ideal di mata masyarakat sekarang adalah mereka yang tidak segan berbaur dalam masyarakat. Berbaur dalam artian tanggap terhadap polemik yang terjadi di masyarkat. Mendengar aspirasi rakyat dan lekas merealisasikannya. Tidak heran jika masyarakat memandang dan mengidolakan satu calon presiden yang mempunyai kapabilitas tersebut. “Modal pencitraan diri yang baik dan jelas kinerjanya, juga menjadi salah satu hal yang perlu dimiliki oleh setiap calon presiden sekarang ini,” ungkapnya.

0 komentar

60 Persen Siswa SD tidak Percaya Pancasila

timja-mpr-ri

IMAKA MALANG - Baru kali ini Prof. Dr. Hj. Istibsjaroh Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI 2009-20014 perwakilan dari Tim Kerja Kajian Sistem Ketatanegaraan Indonesia (Timja) MPR RI menggelar Dengar Pendapat Umum, di UIN Maliki Malang (3/4).

Kegiatan jajak pendapat yang mengundang perwakilan mahasiswa se Malang itu khusus mendiskusikan tujuh isu pokok tentang ketatanegaraan di Indonesia. Sebelum Istibsjaroh menyampaikan gagasannya. Rektor UIN Maliki mengawalinya dengan isu terbaru tentang Pancasila.

Menurut Prof. H. Mudjia Rahardjo, dewasa ini berdasarkan hasil penelitian di Jakarta, 60 persen anak-anak SD sudah tidak percaya lagi terhadap Pancasila. Padahal pancasila merupakan asas negara Indonesia. “Ironisnya, pancasila saat ini hanya digunakan sebagai “ornamen” untuk menghiasi ruangan di sekolah dan instansi pemerintah saja,” keluhnya sedih.

Tak hanya itu, kata dia, Indonesia sudah menjadi negara kapitalis. Oleh karena itu, pancasila yang menjadi pondasi negara NKRI ini jangan sampai terkikis dan tergerus arus global. “Kita saat ini tidak lagi berperang melawan penjajah. Akan tetapi, kewajiban kita untuk terus membangun kualitas SDM generasi bangsa agar pemuda Indonesia menjadi lebih baik,” harapnya tegas.

Untuk mewujudkan itu, kata Guru Besar bidang Sosiolinguistik, maka generasi bangsa ini harus tetap perpegang teguh pada empat pilar yaitu, pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka tunggal ika. “Jika empat pilar itu betul-betul kita jaga, saya yakin bangsa Indonesia kedepan akan semakin kokoh dan kuat,” ungkapnya.

Sementara itu,  Istibsjaroh menilai bahwa untuk menjadikan generasi bangsa ini semakin kuat setidaknya generasi muda harus tetap menjaga lima prinsip pancasila. Runtuhnya nilai pancasila di masyarakat disebabkan efek globalisasi, sistem yang tidak mendukung, kurangnya pendidikan kebangsaan dan lemahnya pertahanan dan keamanan.

Upaya yang seharusnya dilakukan, kata Ketua DPD RI, setidaknya ada sepuluh aspek yaitu, menata kembali sistem ketatanegaraan Indonesia melalui UUD 45, revitalisasi nilai-nilai pancasila, pembenahan sistem hukum yang adil, pengembangan SDM secara merata, dan menciptakan sistem politik yang demokratis. “Jika itu melekat pada jiwa generasi bangsa ini, insyaallah Indonesia akan semakin maju dan kuat,” pungkasnya.

0 komentar

MPR RI Angkat Tujuh Isu Kemasyarakatan

7-isu-pokok

IMAKA MALANG - Sebagai kampus unggulan, UIN Maliki Malang patut diperhitungkan oleh berbagai institusi dalam menjalin hubungan kerjasama, tak terkecuali lembaga tinggi negara. Hal itu terbukti dengan digandenganya kampus berakreditasi A ini oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR- RI) untuk menggelar Dengar Pendapat Umum Tim Kerja Kajian Sistem Ketatanegaraan Indonesia, Kamis (3/4).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gedung Soekarno lt. 5 itu mengusung tema Tujuh Isu Pokok Aspirasi Masyarakat Tentang Sistem Ketatanegaraan Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI 2009-20014 yang juga anggota MPR-RI Prof. Dr. Hj. Istibsjaroh, MA., hadir sebagai pemateri utama. Dua pemateri lainnya yaitu Rektor UIN Maliki Prof. Dr. H. Mudjia Raharjo, M. Si., dan Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. H. M. Zainuddin, MA.

Kegiatan yang berlangsung hampir empat jam itu berlangsung hangat dan hidup dengan adanya tanya jawab oleh peserta yang berasal dari praktisi ketatanegaraan Universitas Merdeka Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, UIN Maliki, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Malang, dan juga aktivis mahasiswa intra ataupun ekstra kampus.

0 komentar

Sosialisasi Beasiswa, Prioritas Bagi yang Kurang Mampu

agus-maimun

IMAKA MALANG - UIN Maliki melalui Bagian Kemahasiswaan mengadakan acara sosialisasi beasiswa bagi mahasiswa S1. Acara yang dihadiri oleh Kepala Bagian (Kabag) Kemahasiswaan Mujaiz Kumkelo tersebut mampu menyedot ratusan mahasiswa yang antusias untuk mengakses informasi terkait beasiswa (28/3).

Bertempat di Lt.5 Gedung Rektorat, dalam sambutannya Mujaiz memaparkan bahwa berdasarkan amanat konstitusi, negara mengalokasikan 20 persen anggarannya untuk pendidikan. Dana itu dikelola sedemikian rupa, salah satunya dialokasikan untuk beasiswa.

“Manfaatkan sebaik mungkin kesempatan ini untuk meningkatkan prestasi kalian,” pesan doktor lulusan Universitas Brawijaya Malang tersebut.

Sementara Kepala Sub. Bagian Kesejahteraan (Kasubbag) mahasiswa Nasikhuddin memaparkan bahwa  untuk tahun 2014 ini terjadi pengurangan jumlah penerima dan nominal yang diterima, akibat dari pemilu yang menuntut pemerintah mengurangi anggaran di berbagai bidang.

“Kalau tahun lalu kuotanya 1984 dengan nominal 2 juta per mahasiswa, tahun ini hanya 1540 dengan nominal 1,2 juta per mahasiswa,” ujarnya.

Beasiswa tahun 2014 ini dikhususkan untuk mereka yang dinyatakan kurang mampu secara ekonomi. Dengan demikian, sangat membantu mahasiswa yang kurang mampu untuk meringankan biayanya.

“Prioritas kita memang bagi mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi dan pemerataan bagi mahasiswa yang belum mendapatkan beasiswa,” sambungnya.

0 komentar

Hasil Akreditasi Institusi Wilayah Jatim

Akreditasi Institusi Jatim

No. Perguran Tinggi No.SK Tgl.SK Nilai Skor Tgl. Daluwarsa Status Daluwarsa
1 Institut Teknologi Sepuluh Nopember 015/SK/BAN-PT/Akred/PT/I/2014 16-01-2014 A 368 16-01-2019 masih berlaku
2 Universitas Airlangga 024/SK/BAN-PT/Akred/PT/I/2014 16-01-2014 A 371 16-01-2019 masih berlaku
3 Universitas Brawijaya 030/SK/BAN-PT/Akred/PT/I/2014 16-01-2014 B 357 16-01-2019 masih berlaku
4 Universitas Hang Tuah 011/BAN-PT/Ak-III/Inst/II/2012 17-02-2012 C 290 17-02-2017 masih berlaku
5 Universitas Islam Malang 072/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013 21-02-2013 B 314 21-02-2018 masih berlaku
6 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang 032/SK/BAN-PT/Akred/PT/I/2014 16-01-2014 A 364 16-01-2019 masih berlaku
7 Universitas Kristen Petra 021/SK/BAN-PT/Akred/PT/I/2014 16-01-2014 A 363 16-01-2019 masih berlaku
8 Universitas Muhammadiyah Malang 074/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013 21-02-2013 A 364 21-02-2018 masih berlaku
9 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo 006/BAN-PT/Ak-III/Inst/II/2012 10-02-2012 C 254 10-02-2017 masih berlaku
10 Universitas Narotama 037/SK/BAN-PT/Akred/PT/I/2014 16-01-2014 B 306 16-01-2019 masih berlaku
11 Universitas Negeri Surabaya 077/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013 21-02-2013 B 325 21-02-2018 masih berlaku
12 Universitas Surabaya 064/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013 21-02-2013 B 345 21-02-2018 masih berlaku
0 komentar

Susah Gak Sih Cari Duit Di Internet ?

internet-marketing-tips

Cari Duit Di Internet itu SEBENERNYA MIRIP Kaya anda CARI DUIT Diluaran sana. Hanya kalo DI INTERNET Itu Media PROMOSINYA GLOBAL. Sehingga Kenapa Di Internet itu PENGHASILANNYA Lebih BESAR Dan LEBIH CEPAT.

Secara KONSEPNYA Sama. Anda bisa menjual PRODUK. Produk itu bisa berupa BARANG atau INFORMASI Seperti TRAINING ONLINE, PANDUAN BELAJAR ONLINE, Dan lainnya. Atau Anda juga bisa menjual JASA Seperti DESIGN WEB, SEO, Pasang Iklan dan lainnya bisa!..

Jadi Secara UMUM Hampir sama dengan DUNIA OFFLINE.. Jadi Jangan ANEH Lagi kalo misalkan di INTERNET Bisa hasilin UANG Itu rasanya JANGGAL Dan ANEH.

PADAHAL Sama-sama aja… Toh yang JUAL / BELI Sama-sama ORANG. Bukan MENDADAK UANG Tiba-tiba Ada di REKENING Kita TANPA ALASAN!..

Tapi Memang Ada CARA / TEKNIKNYA Supaya MEMAKSIMALKAN PROFIT yang Didapat.. Tapi Secara Garis Besar, PROSESNYA Hampir sama dengan DUNIA OFFLINE.

Silahkan klik disini

0 komentar
 
Support : Aditya Nusantara | Berita Terbaru | Berita Kampus
Copyright © 2014. IMAKA MALANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger