Featured Post Today
print this page
Latest Post

Lilik, Anak Petani yang Lulus Cumlaude

Lilik

SURABAYA - Semakin banyak pemuda Indonesia yang berhasil mematahkan ungkapan keterbatasan ekonomi menjadi penghambat berprestasi. Lilik Endrawati menambah panjang daftar tersebut. Berasal dari keluarga petani, dia berhasil menambatkan pendidikan sarjana di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Lilik mengaku tidak pernah menyangka bisa mendapatkan peringkat terbaik di tingkat Fakultas Ilmu Sosial (FIS) pada wisuda Unesa kali ini. Dia berhasil meraih gelar S.Sos dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,74 dengan predikat cumlaude.

Meski meraih peringkat terbaik, Lilik justru selalu mengingatkan diri untuk rendah hati dan bersyukur atas prestasi tersebut. "Kunci suksesnya karena usaha dan doa. Terutama doa orangtua saya di sana," kata Lilik, seperti dikutip dari laman Unesa.

Gadis berkulit sawo matang itu meraih gelar sarjana dengan skripsi yang berjudul "Analisis Diskursus Media pada Kasus Hubungan Seks Incest" dengan masa kuliah delapan semester. Sadar penghasilan orangtuanya sebagai petani pas-pasan, mahasiswa asal Tuban itu mencari sendiri biaya untuk perkuliahannya.

Bekerja untuk memenuhi biaya kuliah serta tekun belajar untuk meraih nilai terbaik tidak menghentikan Lilik untuk aktif dalam organisasi. Selama kuliah ia juga aktif dalam beberapa organisasi yakni sekertaris Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) FIS dan pengelolahan jurnal ilmiah tingkat prodi Sosiologi.

Dia percaya, keterlibatan dalam organisasi dapat membentuk karakter diri yang bermanfaat ketika kelak terjun ke dunia kerja. "Kita harus menimba ilmu juga dalam bidang organisasi untuk menambah pengalaman pribadi dan membentuk karakter diri," urai dara kelahiran 17 Juli 1991 itu.

sumber : Okezone

0 komentar

Dari Apem ke Kursi Dokter Gigi

Setyaningsih

YOGYAKARTA - Kalau dilihat dari harganya, Rp1.000, kue apem sangatlah murah. Tapi bagi Setyaningsih, penganan khas yang dibuat dari tepung beras itu menjadi motivasinya dalam meraih gelar dokter gigi.

Ning, begitu dia akrab disapa, akan segera mewujudkan mimpinya tersebut. Saat ini, dia sedang menjalani pendidikan profesi dokter gigi (koasistensi) di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Sekarang baru jalan delapan bulan, pendidikannya tinggal tujuh bulan lagi," ujar Ning, seperti dilansir laman UGM, Senin (30/6/2014). 

Gadis 22 tahun itu kuliah di FKG UGM melalui jalur Program Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM) UGM tahun 2009. Serupa dengan Bidikmisi, mahasiswa yang diterima lewat PBUTM juga tidak perlu membayar uang kuliah hingga akhir masa studi.

Masykuri (74), sang ayah hanyalah buruh tani. Dan Painem (64), sang ibu, menjual kue apem berkeliling pasar di Salatiga, Jawa Tengah. Penghasilan kedua orangtuanya tentu sangat tidak mencukupi kebutuhan hidup Ning selama kuliah. Ning masih harus dibantu saudara-saudaranya untuk memenuhi biaya makan dan sewa kos.

Gadis berkerudung ini teringang pesan sang ayah agar dia tidak memikirkan biaya, yang penting adalah sekolah. Tidak jarang, kata Ning, orangtuanya harus meminjam uang ke tetangga untuk membiayai kebutuhan sekolah anak-anaknya. Pernah juga sang ayah menebang pohon kelapa di belakang rumah dan dijual untuk membayar uang sekolah.

Kerja keras dan kesungguhan orangtua menyekolahkan anak-anaknya inilah yang memotivasi Ning untuk melakukan yang terbaik. Dia mampu lulus menjadi Sarjana Kedokteran Gigi dalam waktu tiga tahun 10 bulan.

Selain Ning, tiga kakaknya juga berhasil meraih gelar sarjana dan satu orang memegang gelar diploma.

"Hanya satu yang tidak selesai kuliah dan dua orang lainnya hanya tamat SMA," imbuh gadis yang ingin menjadi dokter spesialis itu.

Ning mengaku, beasiswa dari UGM sangat meringankan beban ayah dan ibunya. Namun, Ning tidak hanya mengandalkan beasiswa. Dia juga mengajar les tiga kali seminggu untuk membantu kebutuhan sehari-harinya.

Di usia senjanya, sang ayah pun lebih banyak beristirahat di rumah. Sementara ibunya masih menjajakan ratusan kue apem seharga Rp1.000 per biju di pasar Salatiga.

"Kalo pulang ke rumah, saya sering membantu ibu buat apem," ujar Ning.

sumber : http://kampus.okezone.com/read/2014/06/30/373/1005852/dari-apem-ke-kursi-dokter-gigi

0 komentar

UM-PTAIN: Calon Mahasiswa Peminat UIN Maliki Naik Hingga 20%

um-ptain-uin-maliki 

IMAKA MALANG - Kesekian kalinya, UIN Maliki turut serta menjadi panitia penyelenggara ujian seleksi mahasiswa baru.

Ujian Masuk Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (UM-PTAIN) kali ini, serempak diselenggarakan oleh STAIN, IAIN, dan UIN se-Indonesia. Tercatat 1889 calon mahasiswa yang mengikuti seleksi ujian di Kampus Ulul Albab. Tercatat pula 3563 peserta diseluruh Indonesia yang berminat untuk masuk di Kampus Hijau ini. “Dari sekian ribu peserta yang terdaftar dan mengikuti ujian di UIN Maliki, hanya 526 calon mahasiswa yang akan diterima,” papar Ketua Biro Akademik Kampus (BAK) Nur Chalidah (24/6).

Wanita kelahiran Malang tersebut juga memaparkan bahwa pada tahun ini, peminat Kampus Ulul Albab naik kisaran 20% dari tahun sebelumnya. Persentase tersebut diperoleh dari setiap data yang tercatat pada semua jalur seleksi. Baik jalur SNMPTN, SBMPTN, UM-PTAIN, Mandiri Tertulis, dan Mandiri Prestasi. “Sekian banyak jurusan yang ada di kampus ini, Jurusan Farmasi paling banyak peminatnya,” paparnya pula.

Iffi (18th) salah satu peserta UM-PTAIN mengutarakan bahwa sudah kedua kalinya mengikuti ujian seleksi masuk perguruan tinggi. Pertama mengikuti seleksi jalur SBMPTN, dan terahir mengikuti ujian seleksi UM-PTAIN. Calon mahasiswi lulusan MAN Pesanggaran Banyuwangi tersebut juga memaparkan bahwa disetiap ujian seleksi yang diikutinya, ia memilih untuk masuk di UIN Maliki. “Pada jalur SBMPTN, saya memilih Jurusan Farmasi dan Arsitektur UIN Maliki dan jalur ini pun sama,” urainya. Ia juga menuturkan bahwa pilihannya pada UIN Maliki atas dasar keinginan sendiri dan atas pertimbangan ma’had yang ada di dalamnya.

0 komentar

Gebyar Haflah Muwada’ah Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah

gebyar muwadaah

IMAKA MALANG - Kemeriahan event Muwada’ah Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah selalu mewarnai tiap penampilan kreratifitas mahasantri.

Penataan panggung yang luas dan megah serta gemerlap lampu yang tertata turut memberi kesan husus pada setiap mahasantri. Haflah besar yang dimulai sejak pukul 17:00 wib hingga 01:30 wib dini hari tersebut disajikan, ditampilkan oleh mahasantri dan untuk mahasantri. Moment penanda akhirnya kegiatan akademik ditahun 2013-2104 tersebut diikuti oleh Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, seluruh pengasuh Ma’had Al-Jami’ah dan segenap civitasa akademika Ma’had (13/6).

Acara di penghujung tahun akademik tersebut tampilkan dua puluh lebih konsep dan ragam kreatifitas seni. Nyanyian lagu, shalawat, tari budaya, ragam musik, teatrikal, seni silat, lawak, paduan suara dan yang lainnya satu persatu ditampilkan. Suasana Gedung Sport Center (SC) pun menjadi gemerlap. Setelah seluruh kreatifitas seni tampil, suasana sorak-sorai seluruh mahasantri pun seketika menjadi hening. Nyanyian lagu Melly Guslaw “Bunda” oleh team paduan suara yang dilanjut dengan lantunan puisi dari salah satu mahasantri-wati membuat seluruh mahasantri terharu.

Puisi yang merupakan kisah hidup asli mahasantri yang bernama Muslimah terlantun penuh penghayatan. Mahasiswi tersebut hidup yatim piatu sejak belia. Kesulitan hidup dan perjuangannya dalam menempuh pendidikan terkemas apik dan terlantun dalam sebuah puisi yang sangat menyentuh. Tak heran di penghujung acara Rektor Kampus Ulul Albab tersentuh untuk memberi beasiswa kepadanya. Selepas lantunan puisi yang dibawakan oleh Muslimah, nyanyian lagu “Rumah Kita” kembalikan ruang SC menjadi ramai. “Lebih baik disini, Rumah kita disini, Segala nikmat dan anugerah yang kuasa, Semuanya ada disini,” lantunan lagu God Bless menggaung di seluruh ruangan. Seluruh pengisi acara bernyanyi bersama di atas panggung dan disambut oleh seluruh mahasantri.

0 komentar

Tunai Keberkahan Setelah Enam Belas Tahun Dedikasikan Diri untuk UIN Maliki

hadiah umrah

Mendapat hadiah utama umrah ke tanah suci dalam kegiatan jalan sehat memperingati satu dasawarsa UIN Maliki sudah tentu menjadi harapan semua peserta yang hadir dan mengikuti kegiatan jalan sehat tersebut.

Namun, kali ini hadiah tersebut jatuh pada Slamet Mujiono (58) salah satu karyawan UIN Maliki. Seperti apakah kisahnya, berikut laporannya.

Harap-harap cemas dirasa oleh lima ribu lebih peserta Jalan Sehat UIN Maliki. Sinar matahari mulai terasa panas, namun semua peserta jalan sehat tetap sabar dan berharap kupon undiannya mendapatkan hadiah utama umrah ke tanah suci Makkah.  Meski yang diperebutkan hanya satu tiket saja. Namun, semua peserta extra sabar menunggu undian itu berlangsung. Semua peserta fokus pada nomor kuponnya masing-masing.

Meski begitu, keberuntungan mendapatkan hadiah utama tersebut hanya akan diperoleh untuk orang saja. Dan hadiah utama jalan sehat kali ini pun memihak pada salah satu karyawan umum kampus hijau. Panggil saja Slamet Mujiyono (58), warga Sukun Gempol RT 14/09 Malang. Karyawan UIN Maliki yang sehari-harinya bertugas menjaga kebersihan kampus UIN Maliki ini telah mendedikasikan dirinya di UIN Maliki selama enam belas tahun lamanya. “Saya bekerja di UIN Malang ini sudah enam belas tahun lamanya, tujuh tahun menjadi security dan sekarang menjadi cleaning service,” ungkapnya.

Saya yakin, kata suami Siti Julaikha, ini berkah dari profesi yang telah saya jalani selama ini. Ia juga menuturkan bahwa pada malam harinya bapak dari tiga anak itu bermimpi didatangi anak-anak kecil. “Mungkin itu firasat kalau saya akan mendapat rezeki yang tidak terduga ini. Selebihnya tidak ada firasat apapun” ungkapnya sembari tersenyum lebar.

Sejujurnya saya masih bingung, apakah mengambil tiket perjalan umrah atau meminta uang tunainya saja. Akan tetapi, saat ini saya sangat mengharapkan hadiah tersebut bisa saya terima dalam bentuk uang tunainya saja. Pasalnya, saya sebagai kepala keluarga yang sudah tidak mudah lagi ini dengan dikarunia tiga anak dan meninggal satu memiliki beban tanggung jawab yang berat.

Anak saya yang nomor dua saat ini duduk di banku SMK dan yang nomor tiga masih PAUD, tentunya mereka semua membutuhkan dana untuk biaya makan dan sekolah. Selama ini gaji yang saya hasilkan hanya cukup untuk dimakan sekeluarga saja, selebihnya jika pulang kerja dari UIN Malang saya masih berusaha mencari keberuntungan melalui jual beli motor bekas yang rusak untuk diperbaiki dan dijual kembali. “Usaha itu pun tidak tiap hari ada, jadi penghasilannya juga tidak menentu,” ungkapnya.

Semoga saja, panitia mau mengerti tentang kebutuhan saya sebagai kepala rumah tangga saat ini. Rencananya, jika hadiah tersebut bisa saya terima dalam bentuk uang tunai maka hasilnya tersebut akan saya tabungkan untuk persiapan anak saya untuk kuliah, sisanya lagi untuk membangun tempat shalat dan mensedekahkan kepada anak yatim piatu. “Jika uangnya saya terima, Insyaallah akan saya gunakan untuk sabaikmungkin,” tuturnya.

0 komentar

Satu Dasawarsa Hari Jadi UIN Maliki, Sabet Dua Penghargaan Rekor Muri

rekor muri uin

IMAKA MALANG - Dalam rangka ulang  tahun satu dasawarsa  UIN Maliki Malang menuju World Class University (WCU), UIN Maliki berhasil pecahkan dua rekor muri sekaligus. Penghargaan tersebut diberikan kepada UIN Maliki Malang karena  berhasil menggelar Bedah Buku 24 Jam Non Stop dan kepada Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Mudjia Raharjo sebagai pengagas ide bedah buku tersebut (14/6).

Sebanyak 12 buku yang dibedah dalam waktu 24 jam non stop  dengan setiap sesinya berdurasi 2 jam. Buku yang dibedahpun dari berbagai disiplin keilmuan, mulai dari keislaman, ekonomi, psikologi, syariah, ketatanegaraan, metode pembelajaran, hingga sains dan teknologi dan lainnya. Para Penulisnya juga merupakan beberapa tokoh yang terkenal dan dari berbagai golongan dan daerah. Salah satunya yaitu Politikus Indonesia sekaligus  Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tahun 1997-1999, Harmoko. Selain itu, buku dari Wakil Rektor I, Dr.H.M.Zainudin,MA yang berjudul Pluralisme Agama juga turut dibedah.

Tepat pukul 19.00 penyerahan rekor muri diberikan kepada UIN Maliki Malang dan Pimpinan UIN Maliki Malang, Prof. Mudjia Raharjo. Dalam sambutanya, Rektor kampus ulul albab itu mengatakan bahwa pemecahan rekor muri bedah buku selama 24 jam non stop ini untuk pertama kalinya diadakan.

“Selain itu buku yang dibedahpun dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan dari penulis dengan latar belakang yang berbeda,” terangnya.

Lanjutnya, terima kasih kepada seluruh panitia yang terlibat yang berhasil mensukseskan acara tersebut. Sementara dari pihak muri mengatakan bahwa ini merupakan pemecahan rekor muri pertama yang berhasil membedah buku dari berbagai keilmuan yang tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia.

0 komentar

SBMPTN: Kompetisi Meraih Kursi di PTN

ujian sbmptn2

IMAKA MALANG - Enam ratus ribu lebih calon mahasiswa berlomba memperebutkan kursi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) kali ini digelar di 43 PTN secara serempak. Kesemuanya terbagi dalam empat wilayah. UIN Maliki masuk dalam wilayah tiga bersama 16 PTN di Jatim. Pada pelaksanaanya di Kampus Hijau, turut hadir meninjau kegiatan tersebut yaitu Hidayat Nur Wahid mantan Ketua MPR RI, Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Mujdia Rahadjo beserta pejabat kampus, dan Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Dr. Yogi Sugito berserta jajaran dosen UB (17/6).

Dari sekian ribu peserta SBMPTN di UIN Maliki, ada yang datang dari pulau Borneo kalimantan. Sebut namanya Dina (18), calon mahasiswi ini ikut seleksi diantar oleh ayahnya. Ayahnya yang berprofesi sebagai PNS tersebut harus mengambil cuti untuk men-support putrinya agar lulus dalam seleksi ini. “Kami rela pergi jauh dari Kalimantan, berharap putri saya bisa masuk di PTN,” ungkap ayah Dina.

Pada kesempatan SBMPTN ini Dina memilih dua jurusan yaitu Farmasi dan Informatika di UIN Malang.  Pada seleksi ini, Dina harus melalui dua tahap seleksi yaitu Tes Kemampuan Dasar Akademik (TKDA) dan Tes Kemampuan Dasar Sains dan Teknologi (TKD Saintek). “Entah lulus ataupun tidak, pastinya saya hanya bisa berusaha. Selebihnya saya kembalikan kepada Allah,” ungkapnya.

0 komentar

Job Fair Sukses, Pelamar Membludak

Job Fair UIN Malang

IMAKA MALANG - Sebanyak 36 perusahaan ikut serta dalam kegiatan job fair yang diadakan di lapangan utama UIN Maliki Malang.

Kegiatan yang dijadwalkan dua hari itu (18-19/6) menyedot ribuan pelamar, buktinya sejak hari pertama dibuka ribuan pengunjung yang hadir tampak memadati 36 stan job fair.

Rektor UIN Maliki Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo menjelaskan bahwa acara job fair ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan memeriahkan satu dasawarsa UIN Maliki menuju world class university. Selain itu, job fair ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi para sarjana khususnya lulusan UIN Maliki dalam mencari pekerjaan yang di inginkan. “Job fair ini tidak lain untuk menjembatani antara pelamar dengan pihak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, kata dia, selain job fair panitia juga mengadakan layanan Job Training Center (JTC) sebagai bekal bagi mahasiswa yang hendak turun dalam dunia kerja, sehingga mereka akan lebih siap saat berada di perusahaan. “JTC merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan pelatihan serta lowongan kerja di perusahaan,” terangnya.

Sementara itu, Direktur PM Organizer sebagai event organizer (EO) pada job fair UIN Maliki Malang Totok Budi H SE, kegiatan job fair yang kali pertama di gelar di UIN Maliki dinilai cukup sukses. Pasalnya, pelamar yang hadir di stand job fair mencapai ribuan pelamar. Selain itu, perusahaan yang ikut dalam event ini pun bermacam-macam, mulai dari yang bertaraf nasional hingga internasional. “Peluang kerja yang dibuka oleh perusahaanpun beraneka ragam diantaranya yaitu teller bank, kepala cabang, supervisor, marketing, hingga manajer oprasional,” ungkapnya.

Untuk proses seleksi karyawan, kata dia, pihak perusahaan yang ikut dalam job fair ini akan melakukan proses seleksi di perusahannya masing-masing. Mengingat jumlah pelamar yang cukup banyak membuat pihak perusahaan juga tidak bisa melakukan proses tes tulis dan interview di stand job fair. “Di stand pendaftaran, perusahaan hanya melakukan input data dari para pelamar job fair saja, untuk proses seleksai akan dilaksanakan di perusahaannya masing-masing,” tandasnya.

0 komentar

Upacara Satu Dasawarsa, Rektor Anugerahkan Penghargaan ke Tiap Fakultas

penghargaan rektor uin

IMAKA MALANG - Upacara yang dikemas dalam apel pagi satu dasawarsa UIN Maliki pagi ini (21/6) berlangsung khidmat. Pertama kali dalam sejarah UIN melakukan apel memperingati ulang tahun kampus ulul albab ini karena sebelumnya dilakukan sidang senat terbuka untuk memperingatinya.

Dalam sambutannya Rektor UIN Maliki Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M. Si memaparkan kilas balik UIN Maliki selama sepuluh tahun ini. Banyak prestasi yang telah kita raih seperti akreditasi A dan BLU terbaik se Indonesia. Kebersamaan dan kekeluargaan yang selama ini telah kita bangun mari sama-sama kita jaga demi kelancaran proses pendidikan yang ada di kampus ini. Semua elemen harus bekerjasama dalam meneruskan cita-cita UIN Maliki. “Nilai kebersamaan dan kekeluargaan itu menjadi sangat penting karena dengan itu kita mampu bekerja secara nyaman serta memperoleh hasil sebagaimana yang kita harapkan bersama,” pesan Rektor kepada hadirin yang hadir.

Menurut Prof. Mudji selama 10 tahun  sejak kampus ini menjadi UIN telah mengukir sejarah dalam pendidikan di negeri ini. Menjadi Perguruan Tinggi Islam terbaik di Indonesia dan memiliki mahasiswa asing terbanyak merupakan sebagian bukti eksistensi kampus ulul albab ini. Sejarah telah menghantarkan kita pada perubahan yang patut kita syukuri. “Kita patut berterima kasih kepada para pendahulu kita yang telah membesarkan kampus ini, terima kasih kepada Prof. Imam Suprayogo yang selama ini berjuang keras membawa perubahan besar dalam sejarah pendidikan UIN Maliki,” sambung Rektor yang sebelumnya menjabat Wakil Rektor I di masa Prof Imam.

Dalam kesempatan itu juga Rektor menganugrahkan penghargaan kepada setiap Fakultas. Penghargaan diberikan berdasarkan berbagai kategori. Tarbiyah sebagai Fakultas dengan jumlah doktor terbanyak, Psikologi sebagai Fakultas teraktif dalam melaksanakan kegiatan, Humaniora sebagai Fakultas dengan jumlah kerjasama luar negeri terbanyak, Sains dan Teknologi sebagai Fakultas dengan tata ruang terbaik, Syari’ah sebagai Fakultas dengan gelar Double Degree, serta Ekonomi sebagai Fakultas wirausaha terbanyak.

0 komentar

Rektor Targetkan Semua Prodi di UIN Terakrerditasi A

uin

IMAKA MALANG - Dalam rangka menyongsong Asian Economic Community UIN Maliki saat ini terus berupaya melakukan persiapan visitasi untuk akreditasi bagi sejumlah Program Studi yang masih terakreditasi B. Untuk sementara, Prof. Mudjia menghimbau agar di tingkat program sarjana S1 tidak menambah prodi baru. Sehingga, bisa lebih fokus untuk mengembangkan dan meningkatkan disektor kualitas lulusan mahasiswa UIN Maliki (10/6).

Dia menyadari, untuk meningkatkan kualitas output mahasiswa UIN Maliki tentunya tidak mudah, hal ini diperlukan kerja sama, kerja keras, dan keuletan dari seluruh elemen di perguruan tinggi ini. Upaya ini tidak lain hanyalah untuk menyiapkan lulusan kita yang unggul sehingga mereka mampu bersaing di kancah nasional hingga internasional. “Saya yakin sekali mahasiswa UIN Malang sanggup bertarung di arena (persaingan, red) yang sangat luas,” ungkapnya yakin.

Untuk menyiapkan itu, kata dia, tentunya harus disertai dengan kualitas pendidikan yang diberikan. Dan salah satu alat untuk mengukur mutu terhadap pelayanan pendidikan di UIN Maliki melalui badan akreditasi nasional. Sehingga, diharapkan semua prodi di UIN Maliki bisa menembus akreditasi A. “Prodi yang ada saat ini kita kelola dengan baik dan saya berharap semua prodi di UIN terakreditasi A, dan tidak hanya itu, kalau bisa UIN Malang bisa menembus level akreditasi tingkat Internasional,” harapnya.

Jadi, tambah dia, prodi yang saat ini sudah terakerditasi A bisa bisa diajukan untuk proses akreditasi ditingkat internasional, sehingga ijazahnya dapat digunakan di level internasional. “Itu penting sekali untuk mengokohkan prodi agar diterima di kancah internasional,” ungkapnya.

0 komentar
 
Support : Aditya Nusantara | Berita Terbaru | Berita Kampus
Copyright © 2014. IMAKA MALANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger