Featured Post Today
print this page
Latest Post

Job Fair UIN Maliki Hadirkan 35 Perusahaan

jobfair uin 2

IMAKA MALANG - UIN Maliki Malang kembali menggelar Job Fair untuk kedua kalinya di sepanjang tahun 2014.

Bertempat di Gedung Sport Center Lt. 2, Job Fair ini berlangsung selama 2 hari berturut-turut (28-29/10). Kali ini, Job Fair berlangsung atas kerjasama dua fakultas, yakni Fakultas Ekonomi (FE) dan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek).

Job Fair ini diikuti oleh 35 perusahaan, antara lain Bank BTPN, BTPN Syariah, Indomaret, PT Artaboga Cemerlang, PT Charoen Pokphand, PT SIM, Hallo Malang, Gatramapan, JatimPark, Bank Danamon, PT Paros, NSS, Indocafe, dan sebagainya. Peserta pun tidak hanya datang dari mahasiswa atau alumni UIN Maliki saja, namun job fair ini juga diperuntukkan bagi kalangan umum. Menurut penanggung jawab job fair Dr. Achmad Sani Supriyanto, M. Si, perusahaan yang hadir juga banyak yang berasal dari luar Kota Malang. Ia pun mengimbuhkan bahwa panitia mempunyai target peserta sekitar 2000-an orang. “Ini merupakan sarana bagi para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Sekitar 2000 orang peserta yang ingin kami targetkan,” ungkap Bapak yang menjabat Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama FE tersebut. Dengan adanya job fair ini pula, ia mengimbuhkan, memudahkan kita untuk menjalin Mou dengan perusahaan-perusahaan yang hadir saat itu.

Tak hanya sampai disitu, hari berikutnya juga akan digelar tes bagi pelamar kerja sesuai kebijakan perusahaan masing-masing. Dilanjutkan dengan penuturan Dekan FE dan Saintek, saat ditemui Gema, masing-masing mengungkakan bahwa job fair ini bertujuan untuk memfasilitasi para mahasiswa dan alumni, khususnya alumni UIN dalam mencari peluang kerja. “Ini juga merupakan strategi proaktif untuk mendekatkan alumni dengan dunia kerja,” tuturnya. Apalagi momennya sangat tepat, beberapa hari setelah digelarnya wisuda. Ia pun berharap untuk job fair selanjutnya bisa menggandeng perusahaan internasional sebagai bebtuk mewujudkan Word Class University (WCU).

Senada dengan hal di atas, Dekan Fakultas Saintek Dr. Drh. Bayyinatul Muchtaromah, M. Si menjelaskan bahwa job fair ini memberikan informasi yang seluas-luasnya bagi para pencari kerja. Selain itu, ini dapat menjadikan peserta “Harapannya job fair selanjutnya bisa bekerja sama dengan pergurua tinggi lainnya, agar jaringannya semakin luas,” pungkasnya.

sumber : UIN Malang

0 komentar

Kreasi Baru Jejaring Sosial Buatan Mahasiswa UIN Maliki Malang

kwiku

IMAKA MALANG - Siapa yang tak kenal jejaring sosial di jaman yang serba teknologi ini? Facebook, twitter, atau jejaring sosial lainnya sudah menjadi teman dekat manusia di dunia.

Namun, perkembangan dunia maya tidak berhenti sampai di situ saja. Baru-baru ini contohnya, seorang mahasiswa jurusan Teknologi Informatika (TI) UIN Maliki Malang mampu berinisiatif untuk membuat satu jejaring sosial yang tak kalah menarik. Situs jejaring sosial itu bernama kwikku.com. Inilah paparan selengkapnya.

Hamdi, begitulah ia biasa disapa. Mahasiswa jurusan Teknik Informatika (TI) UIN Maliki Malang ini mulai banyak dikenal publik satu tahun belakangan ini. Pasalnya, ia telah berhasil menciptakan sebuah situs jejaring sosial yang tak kalah populernya dengan situs-situs jejaring sosial yang ada. Kwikku.com adalah situs yang berhasil ia ciptakan dengan tangannya sendiri.

Ketika ditemui di sela-sela kesibukannya di Fakultas Saintek, ia mulai bercerita tentang perjalanannya mengembangkan kwikku.com. Disambut dengan senyumnya yang ramah, Gema pun dipersilakan untuk wawancara. “Awalnya saya iseng blogging di dunia maya dengan memposting komik-komik dari berbagai bahasa yang kemudian saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Ternyata banyak yang megomentari layaknya obrolan,” jelas mahasiswa asal Ambon ini. Akhirnya, imbuh Hamdi, saya berinisiatif untuk membuat situs kwikku.com tersebut. Di awal perjalanannya mengembangkan kwikku.com, ia tak sendiri. Ia mengajak teman seperjuangannya, Ifa Alif.

Optimis dan yakin adalah bekal yang dibawa Hamdi untuk mempromosikan karyanya ini untuk dikenal di Indonesia. Ia ingin orang Indonesia mencintai produk asli. “Kenapa harus menggunakan produk luar kalau Indonesia bisa?” ungkap mahasiswa semester 7 ini. Ia mendedikasikan kwikku.com ini untuk Indonesia. Ia mengaku bahwa salah satu motivasi membesarkan kwikku.com ini ialah untuk membanggakan Indonesia.

Pro dan Kotra adalah hal yang lumrah. Begitu pun yang dialami Hamdi. Namun, ia terus berjuang untuk mempromosikan kwikku.com di kancah nasional. Sudah banyak ajang-ajang penghargaan yang ia dan timya ikuti. “Kwikku.com pernah meraih juara Jawa Timur di ajang Cakrawala Award,” tuturnya. Jejaring sosial ini memang terbilang unik. Karena kwikku.com merupakan jejaring sosial yang berbasis popularitas. Tak hanya itu, berselancar di kwikku.com pun dapat menggunakan bahasa lokal, seperti bahasa jawa.

Kini Hamdi menggandeng 10 orang sebagai tim pengolah kwikku.com. Tim tersebut menjadi 3 bagian, ada desain, koding, dan fitur yang berpusat di kantor kwikku.com yang terletak dekat alun-alun kota Malang. Walaupun tak pernah ada gaji, namun Hamdi dan timnya tetap bertekad menjadikan kwikku.com sebagai produk IT andalan Indonesia. Rasa memiliki-lah yang terus dipegang oleh tim kwikku.com untuk mengembangkan situs jejaring sosial ini.

Pengguna kwikku.com kini sudah mencapai sekitar 43.000 orang. Dan uniknya ini hanya berselang selama sekitar setahun sejak berdirinya kwikku.com, November 2013 lalu.  Berusaha untuk terus memberikan fitur-fitur berbeda dan menarik adalah komitmen dari kwikku.com. Bukan hanya status-status alay yang dijadikan headline, namun kwikku.com mempunyai program untuk meletakkan status yang berisi pengetahuan di atas headline. “Kami ingin pengguna kwikku.com lebih cerdas dan lebih produktif. Jadi tidak hanya bersifat hiburan saja,” papar mahasiswa kelahiran 18 Agustus 1993 ini. Ia pun berharap agar kwikku.com dapat diikuti oleh 95.000 pengguna aktif, dan kwikku.com meluas menjadi situs yang dapat diandalkan untuk berbisnis.

sumber : UIN Malang

0 komentar

UIN Maliki Lepas 1106 Wisudawan

wi8suda-18-okt

IMAKA MALANG - Gemuruh nyanyian kebangsaan Indonesia Raya pagi itu menggema di ruangan pertemuan gedung Sport Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebanyak 3500 wisudawan dan wali wisudawan serentak menyanyikan lagu Indonesia Raya (18/10).

Acara formal yang dimulai tepat pukul 08.00-12.00 WIB itu diwarnai wajah sumringah dan senyuman dari para wisudawan dan orang tua wali wisudawan. Dalam kesempatan itu, Rektor UIN Maliki Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo menyampaikan bahwa UIN Maliki tidak bertujuan untuk mencetak lulusannya menjadi PNS. Lebih dari itu, lulusan UIN Maliki harus menjadi pemimpin di setiap lini yang ada. Baik di ranah pemerintahan maupun swasta. “UIN Maliki menginginkan lulusannya menjadi pemimpin bukan PNS,” harapnya.

Rektor UIN Maliki menegaskan bahwa kelompok intelektual yang hari ini diwisuda telah berhak menyandang gelar sarjana sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing. Bagi wisudawan yang hari ini dikukuhkan untuk terus berkarya dan melakukan pengabdian serta menjaga tali silaturrahim dimanapun mereka berada. “Dengan ilmu yang telah diraih, maka gunakan itu untuk terus berkarya dan mengabdikan diri kepada masyaskat,” harapnya.

Menurut Prof. Mudjia, Era kompetisi saat ini manusia akan selalu dihadapkan pada dua pilihan yaitu menang atau kalah, dan tentunya semua orang ingin menang dan sukses dalam segala hal. “Keinginan itu harus dibarengi dengan perjuangan keras tanpa henti untuk mencapai cita-cita yang diharapkan,” ungkapnya serius.

Oleh karena itu, pak Rektor, mengajak para wisudawan untuk terus berjuang mancapai impian tersebut. Mahasiswa yang memiliki keinginan yang kuat dengan disertai usaha yang kuat akan memberikan modal bagi lulusan yang bisa dibanggakan untuk mengusi era saat ini.

sumber : UIN MALANG

0 komentar

WISUDA OKTOBER: Prosesi Simple Namun Penuh Makna

wisuda-oktober-2014

IMAKA MALANG - Rapat Terbuka Senat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun Ajaran 2014-2015 kembali digelar (18/10).

Bertempat di gedung terluas di Kampus Ulul Albab, Sport Center (SC) acara penuh makna ini berlangsung. Dihadiri oleh 1.106 wisudawan, ribuan wali wisudawan dan keluarga wisudawan dari seluruh pelosok nusantara bahkan luar negeri acara tahunan ini berlangsung dengan penuh khidmat. Acara yang menjadi tanda berakhirnya masa studi baik di jenjang D3, S1, S2, dan S3 ini bisa jadi hanya sekali seumur hidup.

Konsep integrasi yang ditawarkan oleh UIN Maliki Malang dalam mencetak kader bangsa selalu menjadi trend. Pasalnya konsep yang menggabungkan antara dua unsur penting dalam satu sosok karakter mahasiswa adalah hal urgen yang diperlukan untuk menghadapi era globalisasi. Kedua unsur tersebut adalah Ma’had al-Jami’ah sebagai basis kedalaman spiritual dan keagungan akhlak. Serta kampus sebagai basis pengembangan keluasan ilmu pengetahuan dan kematangan profesional. Integrasi kedua unsur ini ditambah dengan kemampuan bilingual akan menjadi senjata ampuh untuk menghadapi era globalisasi.

Jumlah wisudawan yang besar merupakan sebuah bentuk kesyukuran tersendiri bagi kampus yang dipimpin oleh Mudjia Rahardjo ini, namun di sisi lain juga terdapat sebuah masalah yang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Dengan jumlah wisuda yang banyak ini maka akan dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk merampungkan prosesi tahunan ini. “Maka dengan memperhatikan hal ini ada sebuah terobosan baru untuk wisuda Oktober 2014 ini, yaitu pemindahan tali kucir wisuda yang hanya dilakukan secara simbolis,” terang Abadi Wijaya, salah satu panitia Rapat Terbuka Oktober 2014. Sehingga pemindahan tali kucir ini akan diwakilkan kepada salah seorang wisudawan. Tentunya hal ini menjadi sebuah strategi baru panitia untuk memangkas waktu prosesi yang terlalu lama.

sumber : UIN Malang

0 komentar

Fakultas Ekonomi UIN Malang Siapkan Sumber Daya Ulul Albab

yudisium

Fakultas Ekonomi (FE) UIN Maliki Malang telah melepas mahasiswanya yang sudah berhasil menyelesaikan studi.

Tepat hari Rabu, FE melangsungkan yudisium bagi 130 mahasiswa, meliputi 53 orang dari jurusan Manajemen, 48 orang dari jurusan Akuntansi, dan 29 orang dari Program Diploma III Perbankan Syariah (15/10). Bertempat di Aula Rumah Singgah Pasca Sarjana UIN Maliki, yudisium ini dipimpin langsung oleh Dekan FE Dr. H. Salim Al Idrus, MM, M. Ag.

Dalam rangkaian yudisium ini, FE menghadirkan Dra. Umi Hidayati dari Universitas Negeri Malang (UM). Pembekalan yang ia sampaikan mengenai Menyiapkan Sumber Daya yang Ulul Albab. Menurutnya, hal-hal yang perlu disiapkan, yakni sikap, perilaku, dan performa untuk menjadi pelamar kerja yang mengetahui potensinya sendiri.

Tak hanya itu, dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, S. Ag, M. Si memberikan motivasi kepada peserta yudisium. Ia memberikan ilustrasi tentang filsafat sebuah pensil. Pensil bisa dimanfaatkan apabila sudah diraut dan dipegang dengan banyak jari. “Sama halnya dengan mahasiswa, bahwasanya sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja, ia harus melalui perkuliahan formal yang membutuhkan sebuah perjuangan,” ungkapnya. Ia pun mengimbuhkan bahwasanya belajar tidak cukup hanya di dunia perkuliahan saja, namun ketika di dunia kerja pun tetap belajar dari lingkungan sekitar, layaknya sebuah pensil yang harus diraut kembali ketika tumpul.

Jika melihat pencapaian prestasi mahasiswa FE, tampaknya tahun ini meningkat. Hal ini terbukti dengan hasil pencapaian IPK cumlaud yang lebih banyak daripada sebelumnya dari semua jurusan, yakni 5 orang dari jurusan manajemen, 24 orang dari jurusan akuntansi, dan 11 orang dari Prodi Diploma III Perbankan Syariah. Mahasiswa berprestasi terbaik pun dari program S1 FE ialah Habib Arizal Pratama dari jurusan akuntansi yang berhasil meraih IPK tertinggi di fakultas.

Di akhir wawancara, Ilfi pun berharap mahasiswa yang telah berhasil lulus bisa terserap di dunia kerja, bahkan juga menyerap tenaga kerja. “Tak hanya melamar pekerjaan, namun kami harap mereka bisa membuka lapangan pekerjaan dan menjadi enterpreneur sejati yang lebih kreatif. Dari situlah nantinya skill mereka akan terasah,” pungkasnya ketika ditemui Gema dikantornya.

sumber : UIN Malang

0 komentar

5 Hal yang Harus Dilakukan Orangtua Saat Bayi Menangis Tanpa Sebab

anak nangis

Bayi Anda sudah kenyang, sudah tidur, dan sudah mandi sekaligus wangi, lalu mengapa tak juga kunjung berhenti menangis? Jangan-jangan ada yang salah dengan perawatan yang Anda berikan.  

Tenang saja, Anda jangan langsung menyalahkan diri sendiri. Selama tangisan bayi tersebut tidak diikuti dengan keluhan medis yang terlihat pada fisik, maka bisa jadi bayi Anda tengah mencari perhatian. Berikut lima langkah dalam meredam tangisan tanpa sebab bayi yang baru lahir:

Berikan dot
Menurut penelitian, mengedot bisa membuat jantung bayi berdetak stabil, menenangkan perut dan kaki bayi yang bergerak serta menegang saat menangis. Disarankan untuk memberikan bayi dot atau jari Anda sendiri (pastikan dalam keadaan bersih dan steril), ini adalah cara umum untuk menghentikan tangis bayi yang pecah tanpa sebab.

Berikan pelukan dan kehangatan
Bayi yang baru lahir mengalami masa penyesuaian suhu tubuh dengan kondisi sekitar. Ini wajar terjadi, mengingat selama sembilan bulan bayi terproteksi dengan nyaman dalam kandungan ibu. Maka dari itu, saat bayi baru lahir terus menangis, padahal sudah menyusu dan tidur dengan cukup, ini tandanya mereka merasa kurang hangat atau nyaman dengan lingkungan sekitar. Disarankan untuk menyelimuti bayi dengan selimut yang tebal dan hangat agar kembali tenang. Selain itu, menimang sembari mendekapnya di dada dapat menciptakan rasa hangat dan menenangkan bayi dalam seketika.

Perdengarkan musik
Redakan tangis bayi Anda dengan menyalakan musik instrumental yang lembut, menyanyikan lagu nina bobo, dan menggendong bayi sembari ditimang-timang. Cobalah beberapa eksperimen dengan memperdengarkan sejumlah jenis musik untuk mengetahui mana yang dapat segera menenangkan bayi Anda.

Udara terbuka
Terkadang bayi menangis karena merasa bosan, maka dari itu cobalah untuk meredam jeritan tangis bayi Anda dengan cara membuka pintu kamar atau menggendongnya di udara terbuka. Saat melakukan hal itu, jangan lupa sembari bercerita mengenai lingkungan sekitar, entah langit yang berwarna biru, orang yang sedang sibuk berjalan, atau hal-hal lain yang terlihat kasatmata oleh Anda.

Pijatan
Umumnya bayi senang akan sentuhan tulus dan penuh kasih sayang dari orangtua dan saudara dekat lainnya. Anda tak perlu khawatir, apakah ini bakal membuat bayi Anda sakit atau salah urat, karena selama pijatan yang Anda berikan ringan, lembut, dan dilakukan secara perlahan, hal tersebut akan menciptakan rasa tenang pada bayi.

sumber : Kompas.

0 komentar

Di Jepang, Hubungan Orangtua-Anak Semakin Dekat berkat Pekerjaan Rumah Tangga

orangtua dan anak

Tugas rumah tangga atau pekerjaan domestik terkadang hanya dilakukan oleh orangtua atau malah dilimpahkan kepada asisten rumah tangga. Namun, di Jepang, pekerjaan domestik dimanfaatkan sebagai aktivitas yang mempererat hubungan antar-anggota keluarga.

Penulis buku Parenting Without Borders: Surprising Lessons Parents Around the World Can Teach Us, Christine Gross-Loh, mengisahkan mengenai pengalamannya tentang tradisi masyarakat Jepang yang memanfaatkan pekerjaan domestik untuk mempererat hubungan keluarga.

Gross-Loh bertemu dengan sang suami di pedesaan di pegunungan Jepang, saat keduanya menjadi mahasiswa di salah satu universitas di Jepang. Setelah berkeluarga, pekerjaan sang suami menuntut mereka untuk memboyong keluarganya dan menetap selama lima tahun di Negeri Sakura tersebut.

"Salah satu aspek budaya Jepang yang sangat membuat kami terkesan adalah betapa dekatnya hubungan keluarga. Kami menyadari, salah satu cara untuk dekat ialah dengan melibatkan anak-anak kami dalam pekerjaan domestik," ujar Gross-Loh seperti dikutip Parenting.

Lebih lanjut, Gross-Loh menjelaskan, orangtua dan guru di Jepang sangat percaya bahwa anak-anak mereka memiliki banyak kemampuan yang dapat memudahkan hidup kaum renta. Di Jepang, anak usia lima tahun diwajibkan untuk menyiapkan makanan untuk orangtua dan kakek nenek mereka.

"Guru anak saya secara rutin memberi tugas berupa menuliskan lima hal yang dilakukan anak untuk membantu keluarganya hari ini. Anak-anak Jepang menyiapkan bekal sekolahnya sendiri dan menyapu di rumah sepulang sekolah. Ini dilakukan setiap hari," ungkap Gross-Loh.

Menurut Gross-Loh, kedekatan dalam keluarga tidak hanya ditunjukkan dengan pelukan, rangkulan, atau menuliskan pesan pada bekal sekolah. Bagaimana anak mengerjakan tugas domestik adalah salah satu cara dalam membentuk kedekatan tersebut.

"Kami sama-sama memainkan peran untuk saling merawat satu sama lain, di mana pun kami berada," kata dia.

sumber : Kompas

0 komentar

Saintek Gelar Workshop Analis Statistik Bagi Mahasiswa

pamflet

IMAKA MALANG - Lagi, Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek ) adakan workshop bagi mahasiswa, kali ini yaitu workshop analisis statistik mahasiswa dengan mengusung tema Pelatihan Peningkatan Kemampuan Analisis Statistik di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang.

Acara bertempat di Auditorium Lt.4 Fakultas Saintek itu menghadirkan Dr. Sri Harini (Dosen Matematika UIN Maliki Malang) dan Dr. Suci Astutik (Dosen Prodi Statistika Universitas Brawijaya) sebagai pemeteri (11/10).

Pemateri pertama, Dr. Sri Harini menyamapikan tentang analisis regresi logistik dan stastitik non parametik. Wakil Dekan I Bidang Akademik itu menjelaskan mengenai penerapan langsung statistik non parametik yang terdiri dari uji bertanda wilcoxon, uji mann-whitney, anova kruskal wallis (RAL), dan anova friedman (RAK) dengan menggunkan aplikasi Predictive Analystiic Software (SPSS).  “Analisis statistik ini tidak hanya untuk memudah pembahasan uji coba penelitian tetapi uji untuk pre test uji coba sehingga hasil  penelitian yang kita dapatkan nantinya bisa memuaskan dan sesuai dengan teori yang ada,” terang dosen Matematika itu kepada seluruh audien.

Sementara pemateri kedua, Dr. Suci Astutik menjelaskan mengenai Multivariative Analysis of Variance (Manova) dengan SPSS, perbedaan pengunaan Manova dan Anova. Selanjutnya beliau menjelaskan mengenai konsep dasar manova yang terdiri dari manova untuk klasifikasi satu arah dan manova untuk klasifikasi dua arah.

sumber : UIN Malang

0 komentar

Habaib, Kiai dan Cendekiawan Gelar Forum Peduli Bangsa di UIN Maliki

ulama

GEMA—Lagi, Senin (13/10) suasana di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) mendadak berubah. Hal itu disebabkan para Habaib, Kiai, Ulama’ dan para Cendikiawan berkumpul di UIN Maliki untuk membahas persoalan bangsa yang terjadi baru-baru ini.

Misalnya saja banyaknya ormas Islam yang melakukan tindakan anarkis dan lain sebagainya.

Lebih dari 70 para ulama’ tersebut memadati gedung pertemuan Rektorat Lt.5. Pertemuan yang bertemakan forum peduli bangsa itu dibuka dengan lantunan shalawat dan tahlilan dan dilanjutkan dengan pembahasan seputar ukhwah islamiyah di Indonesia serta tugas para alim ulama’.

Hadir sebagai tamu keohormatan yaitu, Habib Soleh Al Jufri, KH. Ali Akbar, KH. Mahfudz Shobari, KH. Azwar Anas, Dr. M. Abdurrahman Al Idrus serta Rektor UIN Maliki Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo bererta para pejabat tinggi UIN Maliki lainnya.

Tepat pukul. 10.30 WIB, acara diskusi kebangsaan itu dibuka langsung oleh Prof. Dr. H. Mudjia. Melalui sambutan singkatnya, beliau menyampaikan seputar prestasi yang diraih UIN Maliki. kampus yang dibangun atas dasar dua budaya ini, yaitu budaya pesantren dengan budaya kampus menjadikan UIN Maliki sebagai satu-satunya kampus Islam terdepan di Indonesia. Untuk itu, UIN Maliki terus berupaya untuk mengembangkan program ma’had dan PKPBA serta Hai’ah Tahfidzil Quran (HTQ) UIN Maliki. “Sebagai Universitas, kampus ini mengembagnkan berbagai disiplin ilmu yang terbagi dalam enam fakultas,” urainya.

Saat ini, kata dia, UIN Maliki terus berupaya untuk mengembangkan kampus Islam ini untuk menjadi yang terdepan, untuk itu, dalam pertemuan ulama’ dan cendikiawan di UIN Maliki ini sekaligus mohon doa dan restunya dari para Habaib, Kiai dan para Alim Ulama’ agar cita-cita UIN Maliki menuju kampus kelas dunia atau yang akrab disebut World Class University (WCU) senantiasa dirahmati dan diberi kemudahan oleh Allah SWT. “Melalui forum Ulama’ ini saya memohon doa dan restunya agar UIN Maliki menjaidi kampus Islam terbaik dunia,” harapnya.

Sementara itu, Dr. M. Abdurrahman al Idrus dalam sambutannya mengajak semua para Ulama’ yang hadir untuk terus berupaya meningkatkan ukhwah Islamiyah antara umat Islam. Dewasa ini, umat islam telah dinodai dengan terjadinya pergolatan politik yang menyebabkan pecahnya persatuan umat Islam. Entah itu persoalan politik, soaisal budaya ataupun persoalan kelompok ormas Islam yang suka melakukan tidakan anarkis. “Tugas Ulama’ tidak hanya menyebarkasn hukum syariat Islam saja. Akan tetapi menjaga keutuhan dan keharmonisan tali persaudaraan antar umat juga menjadi tugas wajib para Ulama’” katanya.

Membiarkan umat terjerumus dalam kesesatan merupakan dosa besar, sehingga semua elemen tatanan masyarakat harus saling bekerjasama untuk memerangi ketidak benaran yang tengah terjadi, sehingga Ulama’ dan umat ada sinergitas yang tinggi untuk senantiasa menjadikan umat ini menuju umat yang baldatun toyibatun warobbun ghafur.  “Sekelompok umat Islam sudah pasti ada yang melakukan penyelewengan dan fitnah. Akan tetapi para Ulama tidak boleh bingung dan risau memikirkan persolan politik, dan perbedaan madzhab seperti itu, yang terpenting Ulama tetap saling menjaga keutuhan umat Islam agar tetap bersatu dalam kesatuan yang utuh,” pesannya.

sumber : UIN Malang

0 komentar
 
Support : Aditya Nusantara | Berita Terbaru | Berita Kampus
Copyright © 2014. IMAKA MALANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger