Featured Post Today
print this page
Latest Post

Perpustakaan UIN Maliki Launching Tiga Sistem Unggulan

libcat-dab-unicat

Pustakawan perpustakaan UIN Maliki Malang mengoptimalkan pelayanan serta manajemen.

Dengan sistem pengelolaan yang terintegrasi atau Integrated Library Management System telah diterapkan Library Catalog (Libcat), Union Catalog (Unicat), dan SMS Reminder. Ketiga sistem layanan tersebut disosialisasikan dalam workshop Pengembangan Teknologi dan Informasi Perpustakaan, Kamis(3/9).

Wakil Kepala Perpustakaan UIN Maliki Malang, Mufid meyakinkan bahwa semua sistem layanan tersebut akan  memudahkan mahasiswa dalam mengakses semua informasi perpustakaan. Melalui sistem Libcat, mahasiswa dapat mengetahui semua jenis buku yang tersedia di perpustakaan.

“Tanpa harus ke perpustakaan, semua informasi terkait jumlah pinjaman buku, masa peminjaman, denda buku, dan sejarah peminjaman bisa diketahui melalui internet,” terang alumni Universitas Indonesia tersebut.

Lebih dari itu, lanjut Mufid, dengan sistem Unicat(catalog induk) semua informasi buku di perpustakaan fakultas maupun pasca sarjana bisa didapat dengan mudah. “Katalog Induk tersebut menjadi pintu utama dalam proses akses setiap buku di semua perpustakaan kampus ini,” tegasnya.

Masih dalam rangka mempermudah akses informasi perpustakaan, Mufid juga mengenalkan sistem layanan SMS Reminder. Layanan SMS tersebut akan memberikan informasi kilat terkait status keanggotaan, jumlah peminjaman buku, masa peminjaman, dan jumlah denda buku melalui SMS.  “Semoga pemanfaatan sistem layanan Libcat, Unicat, dan SMS Reminder bisa dimaksimalkan oleh mahasiswa,” harapnya.

Di akhir, Mufid mengatakan agar mahasiswa melakukan registrasi keanggotaan ke perpustakaan pusat terlebih dahulu. Setelah terdaftar, pemustaka bisa mengakses informasi di website libcat.uin-malang.ac.id dan unicat.uin-malang.ac.id. “Cukup datang ke perpustakaan pusat, staf perpustakaan akan melayani proses registrasi dengan baik,” pungkasnya.

sumber : http://uin-malang.ac.id

1 komentar

Humaniora Semakin Optimis Buka Jurusan Televisi dan Film

humaniora

Keinginan Humaniora untuk mendirikan Jurusan Televisi dan Film semakin optimis. Kemarin (26/8) sebanyak sepuluh orang dari para pejabat, dosen dan karyawan Humaniora melakukan studi banding di Program Studi Televisi dan Film (PSTF) Fakultas Sastra Universitas Jember (Unej). Para pejabat Fakultas Sastra Unej pun sangat welcome dengan kedatangan tamu dari UIN Maliki ini.

Istiadah, Dekan Fakultas Humaniora mengantakan ingin belajar kepada Unej yang telah berhasil mendirikan Prodi Televisi dan Film. “Kita ingin meniru Unej, sebab kita saat ini ibarat anak baru gede (ABG) yang lagi semangat untuk mendirikan jurusan/prodi ini, meskipun saya agak ‘ngeri’ bila mendirikannya” ujar ibu lulusan perguruan tinggi di Autralia ini.

Pantas saja Istiadah mengatakan ‘ngeri’, pasalnya mendirikan jurusan tersebut membutuhkan dana yang besar terutama untuk peralatannnya. Seperti yang dikatakan Syamsul mantan Dekan Fakultas Sastra, bukan hanya alatnya yang mahal, tetapi juga perijinannya yang lama juga. “Tidak cukup 3 sampai 5 bulan, tapi bisa 4 tahun untuk mendapatkan Surat Keputusan Pendirian Prodi Televisi dan Film,”tegasnya.

Sebab, tambahnya, banyak syarat yang harus dipenuhi, seperti tenaga pengajar yang ahli dibidangnya dan harus dari Magister. “Itu yang problem yang terberat harus kita penuhi seperti yang diatur oleh Kemenristek,”ujarnya.

“Lantas bagaimana Unej bisa melaluinya?” tanya Muzakki, Wakil Dekan II Humaniora kepada Lilik Slamet. Lilikpun langsung tidak menjawabnya, namun menyerahkan kepada Dwi Haryanto Kepala Lab. Peralatan Prodi STF untuk menjawabnya. “Dalam syarat pengajuan proposal yang paling penting adalah outputnya (capaian), mau dibawa ke mana, untuk apa hasilnya pendirian prodi tersebut”, terang Dwi. Jadi ruang studio praktek , tambahnya , memang harus tersedia, namun output itulah yang lebih diutamakan.

Oleh karena itu kata Istiadah dengan optimis, studi banding ke Unej bisa jadi pintu pembuka untuk kerja sama lebih lanjut. Pasalnya Unej termasuk yang gigih untuk memperjuangkan pendirian jurusan tersebut.

Bahkan, sebagaimana keterangan dari Kaprodinya, A Lilik Slamet, prodinya telah memenangkan banyak festival, seperti film IRIS yang menjadi film favorit dalam Temu Karya Mahasiswa TV dan Film se-Indonesia. Oleh karena itu Prodi ini tambahnya, telah mengalahkan popularitas Fakultas Kedokteran i Unej yang awalnya jadi favorit para mahasiswa. Senada juga dilontarkan Syamsul, menurutnya prodi ini diluar prediksi, meskipun membutuhkan peralatan yang mahal, tapi ternyata mahasiswa sudah memiliki alat-alat sendiri.

Lebih-lebih dalam dua tahun ini, kata Albert Tallapessy Pembantu Dekan 1 Fakultas Sastra, mahasiswa yang masuk di Prodi ini adalah 1 ; 42. “Jadi luar biasa minat mahasiswa, saya sendiri tidak tahu apa yang jadi daya tarik prodi ini sejak dibentuk 2010 silam,” ujarnya. Sampai saat ini, sambung beliau, mahasiswanya mencapai 328 dan 10 tenaga pengajar.

sumber : http://uin-malang.ac.id

1 komentar

OPAK FE dihadiri Dirjen Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyakat Desa (PPMD)

opak-ekonomi

Untuk membuka wacana akademik dan memberikan inspirasi bagi mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan panitia OPAK menghadirkan nara sumber yang kompeten dan berbobot. Untuk pertama kalinya Orientasi Pengenalan Mahasiswa Baru (OPAK) Fakultas Ekonomi UIN Malang menghadirkan tokoh-tokoh nasional.

Dalam kegiatan yang mengusung jargon “membangun paradigma generasi ekonomi yang kritis, responsive, dan berjiwa nasionalis berlandaskan ulul albab, Fakultas Ekonomi dan panitia OPAK manghadirkan 2 (dua) narasumber yaitu Dirjen Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyakat Desa (PPMD), Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, yaitu Prof. Erani Yustika, SE, M.Sc, Ph.D. Selain sebagai Dirjen Prof. Erani juga sebagai salah satu dosen dan Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang, juga sebagai pakar ekonomi kelembagaan. Sementara itu Pemateri yang kedua adalah bapak H. Edy Rumpoko, selain sebagai pengusaha sekaligus sebagai Walikota Batu.

mengisi acara OPAK Fakultas Ekonomi.
Acara yang dikemas secara “talk show” ini adalah membedah buku karya Prof. Erani, tentang ekonomi kelembagaan terutama menyoroti masalah pembangunan pedesaan. Dalam acara yang dimoderatori oleh Dr. H. Achmad Sani, SE, M.Si, dimulia jam 12.30 sampai 14.00 Wib. Dalam pemaparannya Dirjen PPMD banyak berbicara bagaimana mewujudkan kedaulantan ekonomi Negara. Negara hadir untuk menjamin peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Masih menurut beliau untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi, maka konsep Nawa Cita Presiden Joko Widodo menjadi acuan dalam melandasi segala kebijakan pemerintah, termasuk kementerian Desa dan Pembangunan Daerah tertinggal Republik Indonesia. Pembangunan harus dimulai dari pesisir, pedesaan yang merupakan kantong-kantong ekonomi, dan penyumbag segala kebutuhan dasar (pangan) bagi masyarakat perkotaan. Karena itu pembangunan infrastruktur dan sarana irigasi menjadi bagian kebijakan prioritas dalam pembangunan ekonomi nasional mahzab Joko Widodo. Beliau juga menekankan perlunya para mahasiswa untuk ikut membangun desanya masing-masing setelah kelak menjadi sarjana, agar tidak banyak menumpuk di perkotaan. Sebagai “Agent of Change” pembangunan, maka seharusnya segala potensi, pemikiran dan pengalaman yang dimiliki mampu untuk membantu dan mewarnai pembangunan ekonomi di pedesaan. Dari desa swasembada pangan dan kedaulatan ekonomi dapat terwujud, dan dari desa pulalah juga krisis pangan, serta kehancuran ekonomi akan terjadi.

Sementara itu Walikota Batu, H. Edy Rumpoko, memaparkan bagaimana kepemimpinan beliau selama lebih dari 9 tahun memimpin Kota Batu. Dalam masa kepemimpinanya Kota Batu yang semula hanya bagian kecamatan dari Kabupaten Malang, yang hanya seluas Kota Malang, telah disulap menjadi salah satu Kota tujuan wisata terbaik di Indonesia. Dalam pemaparanya selama tahun 2014, kunjungan wisatawan ke kota batu mencapai 3,5 juta lebih, naik signifikan dari tahun 2013 yang hanya sejumlah 3,1 juta. Kenaikan ini menjadikan kota batu sebagai salah satu ikon kota pariwisata yang paling diminati dan menjadi daerah destinasi tujuan utama pariwisata di Indonesia.

Dalam pemaparanya lebih lanjut pria yang dikenal sebagai pendiri klub sepakbola Arema ini juga memberikan anjuran, bahwa seoran pemimpin itu harus tahu betul bagimana kondisi sosial, ekonomi masyakatnya. Pemimpin itu jangan hanya duduk di kursi empuk menikmati kursinya, dan hanya menunggu laporan dari para stafnya. Akan tetapi harus ikut terjun langsung melihat kondisi masyarakat, kalau perlu tidur di rumah warga yang terpencil. Pemimpin juga harus berani membuat kebijakan yang pro rakyat, dan cepat merespon dan memberikan solusi yang terbaik demi mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan merata bagi masyarakat banyak.

Dekan Fakultas Ekonomi UIN Malang, Dr. H. Salim Al Idrus, MM, M.Ag, merasa senang menerima kedatangan tamu-tamu “istimewa”, karena baru pertama kali ini OPAK Fakultas Ekonomi menghadirkan narasumber yang “istimewa”, yaitu Dirjen Kementrian Desa dan Walikota Batu. Harapan beliau ini adalah modal utama untuk membuka jalinan kerjasama yang lebih luas, terutama antara Kementerian Desa RI dengan Fakultas Ekonomi UIN Malang. Dengan digulirnya anggaran per desa tahun 2015, yang mencapai 1 Milyar lebih perdesa, maka tidak mudah bagi aparat desa untuk mengelola keuangan tersebut. Maka peran perguruan tinggi khususnya Fakultas Ekonomi UIN Malang, sangatlah diperlukan untuk mendampingi dan melatih aparat desa dalam pengelolaan anggaran keuangan yang akuntable dan transparan sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan daerah yang baik.

Hal senada juga dikatakan oleh Dr. H. Achmad Sani, SE, M.si yang juga sebagai Wakil Dekan III, bahwa Fakultas Ekonomi telah mempunyai pengalaman dalam pendampingan masyarakat terutama dalam pengelolaan keuangan daerah. Apalagi kita juga mempunyai Jurusan Akuntansi, yang digawangi oleh dosen-dosen kompeten dalam pengelolaan keuangan daerah. Bahkan beberapa dosen telah menjadi nara sumber dan trainer dalam pengelolaan keuangan yang tergabung dalam Ikatan Ahli Akuntansi (IAI). Harapan kedepan Fakultas Ekonomi UIN Malang dapat menangkap peluang bekerjasama dengan Kementrian Desa untuk ikut serta dalam program pendampingan Desa, terutama bagaimana melatih aparat desa untuk dapat mengelola dana desa beserta pelaporannya yang agar lebih transparan dan akuntable.

sumber : http://uin-malang.ac.id

1 komentar

World Pharmacist Day Perdana di UIN Maliki

farmasiday

Tahun lalu (26/11) Jurusan Farmasi UIN Malang resmi menjadi anggota Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) wilayah Jatim Bali. Hal itu disimbolkan dengan disematkannya lencana keanggotaan ISMAFARSI pada perwakilan Kampus Hijau, Neneng Fadiah Idzni, pada Latihan Kepemimpinan dan Menejemen Mahasiswa Farmasi tingkat 2 (LKMMF 2) di Universitas Airlangga. Tahun ini, Jurusan Farmasi diamanahkan untuk mengadakan acara tahunan World Pharmacist Day (WPD) yang akan dilaksanakan pada (19-20/9) mendatang.

Event perdana jurusan yang telah berdiri tiga tahun ini berisi Seminar dan Konsultasi Informasi Obat (KIO). Seminar mengusung tema Pharmacy is not About Drug. Menurut Ketua Pelaksana, Ratih Hefia, tema ini menguak sisi lain dari seorang farmasis bahwa mereka tak selalu berhubungan dengan obat dan resep. “Seorang farmasis tidak hanya suatu profesi yang terjun pada produksi obat-obatan saja melainkan mereka juga bisa memberikan penyuluhan, bekerja di dinas kesehatan, konsultan kesehatan, bahkan pengusaha dan pebisnis di bidang kesehatan dengan lisensi resmi,” tambahnya.

Seminar yang rencananya akan dilaksanakan di Rektorat Lt.5 menghadirkan Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Dra. Arofa Idha, Apt. M.FarmKlin, dan Asisten Administrasi Sekda Kabupaten Malang, Dra. Mursyidah, Apt. M.Kes.

Selain itu, Ratih melanjutkan, kegiatan lainnya akan dilaksanakan di Car Free Day (CFD) untuk memberikan penyuluhan dan informasi kepada masyarakat mengenai cara penggunaan vitamin. Ia berharap masyarakat mengerti dan memahami cara penggunaan kedua obat itu, efek sampingnya bagi tubuh, kontraindikasi, dan jenis-jenis lain dari vitamin.

Sehingga, masih kata Ratih, masyarakat bisa melakukan pengobatan sendiri yang berpedoman pada 5 tepat. “Yaitu tepat obat, tepat dosis, tepat bahan sediaan obat, tepat cara dan waktu pemberian obat, serta tepat penderita,” jelas mahasiswa angkatan pertama Jurusan Farmasi ini.

Kegiatan ini akan dihadiri oleh mahasiswa Farmasi seluruh Indonesia khususnya universitas yang tergabung dalam ISMAFARSI Jatim Bali rayon Malang. Selain itu, Badan Pengurus Harian (BPH) dan Staf Ahli ISMAFARSI Jatim Bali turut meramaikan dan mendukung terlaksananya kegiatan tahunan ini.

sumber : http://uin-malang.ac.id

1 komentar

Rektor UIN Malang Kenalkan Kampus III Saat Temu Wali

temu-wali

Telah menjadi tradisi bahwa di setiap penerimaan mahasiswa baru, UIN Maliki Malang selalu mengadakan agenda temu wali mahasiswa.

Agenda yang selalu disandingkan dengan Wisuda Tahfiz al Quran tersebut digelar di gedung Sport Center, Sabtu (29/8). Acara tersebut dihadiri lebih dari tiga ribu wali mahasiswa baru. Para dekan dari semua fakultas juga turut hadir di kursi terdepan.

Tidak hanya sebagai agenda penyambung silaturahmi, dalam agenda tersebut rektor dan mudir mahad juga mengenalkan kampus UIN Malang beserta program-programnya. Dalam sambutan pertama, Isroqunnajah sebagi mudir mahad menyampaikan bahwa belajar Bahasa Arab di sekolah atau madrasah dirasa belum cukup memuaskan. Oleh sebab itu, pengelola kampus memformat siapapun yang belajar di kampus ini wajib mendapat pembelajaran intensif Bahasa Arab yakni PPBA.

“80 mahasiswa baru di tahun pertama ketika diadakannya program intensif Bahasa Arab, ternyata mampu menjawab soal-soal pascasarjana pada waktu itu,” ucap Isroqunnajah.

Disamping itu, ia juga memperkenalkan mahad yang telah berdiri di kampus tersebut. Ia menyampaikan bahwa terdapat 12 kiai dan dosen yang juga tinggal di lingkungan mahad dan siap untuk mendidik dan membimbing para mahasiswa selama 24 jam.

Dalam sambutan Rektor, Mudjia Raharjo memperkenalkan UIN Maliki Malang sebagai World Class University kepada para wali mahasiswa. Hal ini dikarenakan banyak dari mahasiswa UIN Malang berasal dari luar negeri, serta banyak mendatangkan dosen dari luar negeri. Banyaknya kegiatan internasional, memiliki kerjasama dengan banyak negara, dan terakreditasi internasional juga menjadi bagian tang penting. Prof Mudji juga menyampaikan bahwa UIN Malang adalah salah satu kampus terbaik di Indonesia karena prestasinya.

“Kampus UIN Malang termasuk 21 universitas terbaik di Indonesia dan berada di posisi ke-empat sebagai universitas terbaik di jawa timur berdasarkan data dari pemerintah,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, orang nomor wahid di UIN Malang tersebut juga turut memperkenalkan kampus II dan kampus III UIN Malang yang saat ini dalam proses pembangunan. “Jika anda melihat kampus III dari atas pesawat maka akan terbaca lafal basmalah,” jelasnya bangga.

“Saat saya ditanya oleh Pak Menteri mengapa kampus III didesain seperti itu, karena saya berharap agar setiap orang yang belajar, bekerja, dan berkunjung seperti halnya temu wali kali ini, mendapat naungan dari ayat-ayat Allah,” paparnya.

Dalam sambutan wali mahasiswa yang diwakili oleh Nur Akhid yang juga merupakan salah satu direktur pasca sarjana di salah satu universitas di Indonesia, ia menyampaikan bahwa menyekolahkan putra putrinya di kampus ini bukanlah pilihan yang salah, karena kampus ini memiliki banyak ulama yang siap mendidik putra putri mereka menjadi ulama dan intelek yang profesional. Di samping itu juga karena kampus ini adalah salah satu kampus terbaik di Indonesia.

sumber : http://uin-malang.ac.id

1 komentar

UIN Maliki Bangun 50 Ruang Kuliah

peletakan-batu-oleh-sekjen

Upaya UIN Maliki menambah sarana dan prasarananya untuk menunjang proses akademik di perguruan tinggi ber logo Ulul Albab ini terus dilakukan.

Salah satunya yaitu penambahan 50 ruang perkuliahan yang terletak di barat jalan gedung UIN Maliki tepatnya di jalan Sunan Muria. Pembangunan gedung perkuliahan yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Sekjen Kemenag RI Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si bersama Rektor UIN Maliki Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si, Wakil Rektor I Dr. H. Zainuddin, MA, serta para dekan dan tokoh masyarakat setempat (16/8).

Dalam kesempatan itu, Sekjen Kemenag Nur Syam berharap dengan adanya penambahan sarpras tersebut UIN Maliki bisa terus berkembang dan maju serta menelurkan bibit unggul demi kemajuan bangsa ini. Menurut mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya itu yang kini menjadi UIN Surabaya kondisi bangsa Indonesia tengah mengalami pelemahan rupiah, nilai dolar yang menembus angka 14.000 per 1 USD nya membuat pemerintah harus melakukan banyak terobosan dan penghematan anggaran. “Anggaran dalam kementerian saja dipangkas hingga 90 T begitu juga dalam sektor pendidikan dan yang lainnya,” tuturnya.

Meski anggaran dipangkas, masalah sarpras tidak boleh diabaikan begitu saja. Pasalnya, sarpras dalam perguruan tinggi sangatlah penting untuk menunjang kemajuan dan peningkatan mutu di perguruan tinggi. “Teriring doa semoga proses pembangunan 50 ruang kuliah ini dapat berjalan dengan lancar aman dan semua para pekerja selamat, serta mampu memberikan manfaat yang luas,” doanya.

Sementara itu, Rektor UIN Maliki meminta dukungan sepenuhnya kepada pemerintah untuk senantiasa mendukung program-program yang dicanangkan oleh UIN Maliki. Pasalnya, dari hasil data peminat calon mahasiswa baru tahun 2015 ini mengalami peningkatan derastis. “Selama ini pemerintah selalu berharap kepada UIN Maliki untuk menerima mahasiswa sebanyak mungkin. Akan tetapi kami masih terkendala persoalan kapasitas ma’had yang hanya mampu menampung 3500 mahasiswa saja,” ungkapnya.

Tahun 2015, kata Prof. Muji, jumlah peminat camaba mencapai puluhan ribu. Jurusan farmasi saja calon mahasiswa yang mau masuk ke UIN Maliki satu kursi direbutkan oleh 18 orang. “Itu artinya peminat farmasi di UIN Maliki sudah mencapai 1:18,” ungkapnya.

Meningkatnya peminat camaba untuk masuk ke UIN Maliki memang tidak sebanding dengan kapasitas yang dimiliki oleh UIN Maliki saat ini. Untuk itu, semoga pemerintah bisa membantu upaya UIN Maliki untuk melakukan pengembangan kampus III yang terletak di desa Precet, Junrejo Kota Batu. “Di atas lahan seluas 100 hektar tersebut yang 30 persen akan dibangun gedung fakultas ilmu kesehatan dan kedokteran,” paparnya.

Usai melakukan peletakan batu pertama sebagai simbolis, Sekjen Kemenag RI Nur Syam di daulat menjadi pembicara dalam kuliah umum di Gedung Sport Center UIN Maliki. sebanyak 3500 mahasiswa baru mengikuti kuliah umum tersebut hingga selesai.

sumber : http://uin-malang.ac.id

0 komentar

UIN Maliki Kibarkan Merah Putih di Mahameru

hut-ri-70

Nasionalisme pada negara adalah hal yang lazim, namun cara mengungkapkkannya berbeda-beda. Seperti yang terjadi di kalangan para pendaki gunung. Kemarin pada tanggal 17 Agustus 2015 ratusan, bahkan ribuaan pendaki Gunung Semeru merayakan HUT ke-70 Kemerdekaan RI di puncak Mahameru (3.676 mdpl).

Meski hal itu urung dilakukan, karena larangan dari Pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) untuk naik ke Mahameru dengan alasan gunung semeru masih dalam status waspada II (level II). Wal hasil seluruh pendaki terpaksa merayakannya dengan pengibaran sang saka Merah Putih di kaki Gunung Semeru alias di Pos Kalimati yang berada 2700 meter dari permukaan laut (mdpl). Kalimati adalah areal camp yang hanya berjarak 2,7 km ari puncak Mahameru atau enam jam perjalanan sampai ke puncak.

Tak terkecuali tim UIN Maliki Malang yang berjumlah dua puluh (20) orang yang terdiri dari dosen, karyawan, dan mahasiswa melakukan ekpedisi Semeru untuk merayakanan HUT ke-70 Kemerdekaan RI di Kalimati.

Awalnya niat tim UIN Maliki tetap bersikukuh untuk naik ke puncak Mahameru pada pukul 01.00 pagi. Namun saat akan naik, pihak relawan dari TNBTS, menyarankan untuk tidak melanjutkan niat tersebut. Pasalnya pihak pihak TNBTS tidak bertanggungjawab bila terjadi hal-hal yang membahayakan nyawa pendaki.

Sebagaiama info lima hari sebelumnya, Gunung Semeru ditutup total untuk proses pencarian korban yang meninggal di puncak Mahameru. Sebab ada pendaki asal Universitas Pasundan, Dania Agustina Rahman (19) meninggal dunia di puncak Mahameru akibat tertimpa bongkahan batu.

“Jadi kami tidak mengijinkan semua pendaki untuk naik di puncak Mahameru”, tegas Saver, istilah relawan yang ikut menjaga Gunung Semeru. Tim UIN Maliki pun tak kecewa, tetap bersemangat, meski harus merayakan penghormatan ke Sang Merah Putih di Kalimati. Pasalnya perjuangan menuju Kalimati juga tidaklah mudah.

Untuk bisa tiba di Kalimati, Tim UIN Maliki harus berjalan melewati perjalanan sejauh 15 km, serta medan yang berkelok-kelok, naik-turun. Tapi semuanya terbayarkan dengan panorama yang sangat elok dikaki gunung semeru, apalagi melihat keindahan Danau Ranu Kumbolo yang sangat eksotis. “Saya sangat bersemangat untuk sampai ke puncak Mahameru, apalagi momennya tepat pada HUT ke-70 Kemerdekaan RI,” ujar Ria Anisatus Sholihah, salah satu karyawan Fakultas Syaria’ah yang sudah ketiga kalinya ke Gunung Semeru.

Menurut Sugeng Listyo Prabowo, wakil rektor II, ide ekspesdisi ke Gunung Semeru muncul usai membaca salah sartu majalah yang ada di pesawat saat flying dari Jakarta-Malang.”Saya terinspirasi setelah membaca ulasan tentang traveling ke Gunung Semeru disalah satu media yang disediakan dikursi pesawat’’, ujarnya kepada Gema. Keesokan harinya dosen yang gemar gowes ini langsung berkoordinasi dengan Mapala Tursina untuk ekpedisi ke Gunung Semeru untuk memperingati HUT ke-70 di Puncak Mahameru.

Gayung pun bersambut, dan terkumpul dua puluh (20) orang yang siap berangkat mengikuti ekpedisi sejarah ini. ‘Wah ini tantangan baru, saya sudah siap mental dan fisik untuk sampai ke summit attact puncak Mahameru,”ujar Suyanto, salah satu karyawan UIN Malang yang hobby gowes ini.

sumber : http://uin-malang.ac.id/

1 komentar

Buku Terbitan UIN-Maliki Press Jadi Rujukan Pesantren

santri

UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus mendorong para dosen untuk selalu menghasilkan karya tulis.

Baik yang diterbitkan dalam bentuk buku maupun jurnal terakreditasi dan internasional. Untuk publikasi dalam bentuk buku, kampus yang memiliki jargon Ulul Albab ini telah memfasilitasi melalui Unit Penerbitan atau yang lebih sering dikenal dengan UIN-Maliki Press.

Buku-buku yang diterbitkan UIN-Maliki Press memiliki tema yang beragam, sesuai dengan disiplin keilmuan para dosen yang tersebar di berbagai fakultas/program studi yang ada di lingkungan UIN Malang. Tak heran jika, buku yang terbit banyak sekali ragam temanya, mulai dari tema pendidikan, sosial, humaniora, manajemen, bisnis, politik, psikologi, sains, teknik, hukum, sastra, filsafat, agama, seri integrasi, dan seterusnya.

Sementara, jika dilihat dari bahasa pengantarnya, UIN-Maliki Press berbeda dengan penerbit lain pada umumnya. Di penerbit ini (UIN-Maliki Press, red) buku yang diterbitkan tidak hanya buku yang berbahasa Indonesia saja, namun tidak sedikit buku yang diterbitkan versi bahasa asing, yakni bahasa Inggris dan bahasa Arab. “Penerbitan buku dalam versi bahasa asing ini merupakan salah satu ikhtiar dalam rangka mewujudkan impian UIN Malang sebagai kampus level internasional”, ujar Bahrun Amiq, Ketua Penerbitan.

Salah satu indikator keberhasilan dan kebanggaan dalam menerbitkan buku adalah dijadikannya buku terbitan sebagai referensi dalam kegiatan perkuliahan. Sebagaimana penuturan Lailul, bagian administrasi marketing, bahwa “banyak mahasiswa terutama mahasiswa UIN Malang yang telah menggunakan buku-buku terbitan UIN-Maliki Press dalam studinya”.

“Kami berharap, buku terbitan UIN-Maliki Press, tidak hanya menjadi referensi di kampus sendiri, tetapi bisa juga dijadikan rujukan di perguruan tinggi atau lembaga lain”, demikian harapan Lail.

Dari sekian buku, di anataranya yang sudah berhasil menjadi daya tarik lembaga luar adalah buku berjudul “Kaidah-kaidah Imla’: Teori dan Praktik”. Buku yang ditulis Ibu Makrifatul Munjiah, yang juga Dosen Bahasa Arab ini menjadi buku referensi wajib bagi santri di Pondok Pesantren Nurul Ulum Sukun Kota Malang. “Buku Imla’ terbitan UIN Malang ini digunakan para santri ketika belajar di Madrasah Diniyah”, jelas Zahroh, salah satu pengajar di Pesantren Nurul Ulum. “Buku ini sangat membantu para santri untuk belajar Imla’, karena ditulis dengan bahasa Indonesia dan sudah dilengkapi dengan teori, lalu ada contoh dan lembar untuk latihan yang bervariasi”, tambahnya.

Dalam pengantarnya, Makrifatul Munjiah, penulis buku ini, menegaskan bahwa penulisan buku Imla’ ini meggunakan bahasa Indonesia, karena selama ini, buku imla’ yang ada menggunakan pengantar bahasa Arab, yang hal ini tentu menyulitkan bagi mereka yang belum mengerti bahasa Arab. “Mengajar bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk membantu para guru, dalam buku ini dilengkapi dengan panduan­panduan bagi guru ketika melakukan kegiatan proses pembelajaran, baik sebelum menyampaikan materi, saat menyampaikan materi, maupun sesudah menyampaikan materi. Variasi  mengoreksi hasil latihan siswa juga diuraikan, agar guru memperoleh gambaran model­model mengoreksi se hingga guru dapat mengambil langkah yang tepat untuk mengoreksi hasil latihan siswa sesuai dengan kondisi siswa dan situasi kelas.”

Perlu diketahui, buku Kaidah-kaidah Imla’ ini pertama kali diterbitkan UIN-Maliki Press pada tahun 2008. Kemudian buku dengan tebal 172 halaman ini mengalami cetak ulang pada tahun 2012. Menurut penuturan Lail, bagian marketing, buku terbitan UIN-Maliki Press, selain Imla’, juga ada yang lain yang dijadikan referensi belajar para santri, seperti Al-Amtsilah Al-I’rabiyah, karangan Muashshomah, Dosen Bahasa Arab UIN Malang.

sumber : http://uin-malang.ac.id/r/150801/buku-terbitan-uin-maliki-press-jadi-rujukan-pesantren.html

0 komentar
 
Support : Aditya Nusantara | Berita Terbaru | Berita Kampus
Copyright © 2014. IMAKA MALANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger