Featured Post Today
print this page
Latest Post

Mahasiswa Ekonomi Juarai di FoSSEI

fossei

Tim mahasiswa Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menorehkan prestasi.

Ukiran kebanggaan ini diperoleh dalam ajang Temu Ilmiah Regional JawaTimur (TEMILREG JATIM) 2015. Dalam gelaran Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) (5-7/3) di Universitas Airlangga Kampus B FakultasEkonomi dan Bisnis Surabaya.

Mereka adalah Muhammad Ghulam Islami, Syuhadak, dan Ihsan Kamil yang berhasil menyabet juara tulis tingkat Jawa Timur tersebut. Karya Tulis Ilmiah mereka mendapat predikat juara setelah menyisihkan saingan dari berbagai universitas di Jawa Timur. “Kami bersyukur atas kemenangan ini. Dan untuk saya pribadi, ini merupakan bahan belajar saya untuk lebih memahami Perbankan Syariah, jurusan saya,” kata Ihsan Kamil saat diwawancarai oleh reporter GEMA.

TEMILREG kali ini bertema “Revitalisasi Gaya Hidup Islami untuk Meningkatkan Pasang Pasar Indrustri Halal dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015”. Tema ini dilatarbelakangi oleh adanya pasar bebas ASEAN 2015 yang akan dihadapi Indonesia. Untuk itulah Association of Sharia Ekonomic Studies (AcSES) dan Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (HIMA EKIS) Universitas Airlangga mengambil sebuah tema besar tersebut.

Olimpiade Ekonomi Islam ini merupakan ajang se-Jawa Timur dan diikuti tim dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia, diantaranya Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Muhammadiyah Malang. Sehingga ajang bergengsi ini menjadi salah satu langkah ilmiah dan tindakan nyata akademisi untuk menghadapi pasar bebas ASEAN 2015. Dan UIN Maliki Malang memberikan kontribusi nyata dengan keluar sebagai juara dalam gelaran bergengsi ini.

sumber : UIN Malang

0 komentar

7 Mahasiswi PGMI Tampilkan Tari Kipas di Pendopo Kabupaten Malang

2pilih

FITK NEWS – Tujuh mahasiswi jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) yang tergabung dalam Sanggar Seni Bina Madrasah tampil memukau dengan membawakan sebuah tarian tradisional dalam acara Gumebyar Posdaya Kabupaten Malang di Pendopo Kabupaten Malang, (15/4) kemarin. Mereka adalah Nelly Rosita A, Annisa Noer Indah, Nurma Mega S, Evrida Eka P, Harir Arda F, Erna Maufidatus S, dan Ulfa Mahendra.

Saat mereka tampil, para undangan yang terdiri dari para rektor di dalam dan luar Malang, jajaran pejabat dan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kabupaten Malang pun sangat terhibur saat para penari cantik itu menari. Terbukti tepuk tangan tiada henti dari para undangan terdengar saat mereka tampil.

Koordinator Sie Pelatihan Sanggar Seni Bina Madrasah, Nelly Rosita A memaparkan jenis tari yang ditampilkan yaitu tari sekar kipas nusantara. Durasinya tarian tersebut membutuhkan waktu sekitar tujuh menit.

Mengapa memilih tari kipas? Nelly memaparkan tari tersebut lebih istimewa. Sebab mengkolaborasikan berbagai tari-tarian nusantara, seperti Bali, Topeng, Jaipong, Kipas sampai Topeng Malangan. ”Makanya lewat tari ini kami ingin memberikan nuansa keanekaragaman dan kekayaan budaya Indonesia,” kata Nelly.

Masih kata Nelly, untuk bisa menari dengan baik, timnya rutin melakukan latihan menari dua kali seminggu. Yaitu Senin dan Kamis. ”Jika ada undangan untuk tampil seperti sekarang ini, latihan biasanya kami lakukan setiap hari agar hasilnya tetap maksimal,” jelas mahasiswi semester 6 ini.

Sementara itu, salah satu penari Annisa Noer Indah menambahkan timnya juga sering tampil di berbagai event. Beberapa di antaranya Tarbiyah Award 2014, Pertemuan Rektor Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) se-Indonesia, Pertemuan Asosiasi Prodi PGMI se-Indonesia.

sumber : FITK UIN Malang

0 komentar

UIN Maliki Siapkan Full Day University

rektorr

GEMA-Impian UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membangun kampus III di Kecamatan Junrejo Kota Batu akan segera terwujud. Rasa optimis itu disampaikan Rektor UIN Maliki, Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si saat membuka acara sosialisasi dan persiapan audit di Aula Rektorat Lt.5 (16/4).

Prof. Mudji memaparkan sejumlah program UIN Maliki beserta prospek kedepannya. Salah satunya perancangan full day university di kampus 3. Kampus yang digadang-gadang akan menjadi percontohan itu akan membangun gedung perkuliahan, laboratorium dan gedung ma’had yang mampu menampung ribuan mahasiswanya untuk tinggal di ma’had selama empat tahun. “Saya ingin semua mahasiswa yang kuliah di UIN Maliki bisa tinggal di ma’had sampai lulus,” harapnya.

Sehingga, kata dia, mahasiswa UIN Maliki tidak hanya satu tahun saja tinggal di ma’had. Akan tetapi, mereka bisa kuliah sambil menggali ilmu di ma’had sampai lulus di bawah bimbingan para dewan kiai. “Ma’had sangat efektif untuk pengembangan bahasa, untuk itu, sistem di ma’had harus diperkuat,” tegasnya.

Mantan Wakil Rektor Bidang Akademik itu juga mengatakan bahwa UIN Maliki dikenal dengan ciri kahas bilingualnya. Untuk itu, program pengembangan bahasa harus terus di tingkatkan kualitasnya. Tidak hanya dari bahasanya saja, dari aspek program hafalan Alqurannya pun juga harus diperkuat. “Keberadaan Hai’ah Tahfidzil Qur’an (HTQ) di UIN Maliki juga harus dipertahankan dan dijaga dengan baik,” printahnya.

sumber : UIN Malang

0 komentar
 
Support : Aditya Nusantara | Berita Terbaru | Berita Kampus
Copyright © 2014. IMAKA MALANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger